Belajar dari german…

2008 January 28
by wahidyankf

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti les bahasa german di Goethe institute Bandung…pada hari itu kami belajar tentang Landschaff atau yang di sebut dengan landscape dalam bahasa inggris…seperti biasanya…pada les itu diberikan bacaan-bacaan yang hubungan dengan bahasa german…dan kali ini bacaan yang saya terima adalah bacaan tentang presentase wilayah di negara german…bacaan itu dalam bahasa indonesia…isinya kurang lebih sebagai berikut…

“ketika pertama kali mendengar kata negara german, maka sebagian besar dari mereka akan mengkorelasikan negara german dengan negara industrial yang maju…akan tetapi, tahukah mereka???bahwasanya luas tanah yang di gunakan untuk industri hanya sebesar 5% dan untuk pangan sebesar…55%…”

wew!!!coba tebak apa yang terlintas di benak saya…gila…di sini lahan di babat buat pembangunan yang gak jelas dan lain2…di sana…buat pangan aja udah di jatahin banyak banget…pantes aja bisa maju…dia tau basic needs manusia…karena penasaran…saya mencoba untuk mensearch tentang hal ini di internet…berikut data2 beberapa negara…

Germany

arable land: 33.13%
permanent crops: 0.6%
other: 66.27% (2005)

Indonesia

arable land: 11.03%
permanent crops: 7.04%
other: 81.93% (2005)

France

arable land: 33.46%
permanent crops: 2.03%
other: 64.51%

Malaysia

arable land: 5.46%
permanent crops: 17.54%
other: 77% (2005)

Japan

arable land: 11.64%
permanent crops: 0.9%
other: 87.46% (2005)

Singapore

arable land: 1.47%
permanent crops: 1.47%
other: 97.06% (2005)

USA

arable land: 18.01%
permanent crops: 0.21%
other: 81.78% (2005)

UK

arable land: 23.23%
permanent crops: 0.2%
other: 76.57% (2005)

Thailand

arable land: 27.54%
permanent crops: 6.93%
other: 65.53% (2005)

India

arable land: 48.83%
permanent crops: 2.8%
other: 48.37% (2005)

China

arable land: 14.86%
permanent crops: 1.27%
other: 83.87% (2005)

gak sesadis yang di awal sih perbandingannya…tapi…tetep aja kita jauh tertinggal…coba kita pikirin…yang membuat dunia ini berjalan seperti sekarang ini apa sih…???yang jadi bahan bakar utama dunia sampe bisa berjalan seperti ini itu apaan sih???manusia khan…dan yang jadi bahan bakar manusia yah pengan sendiri…jadi dengan kata lain…yang menjadi salah satu faktor ketahanan suatu negara adalah faktor pangan…untuk menjelaskan hal ini, saya kira analogi yang tepat adalah analogi antara satelit, roket peluncur satelit, mesin satelit, mesin roket peluncur satelit dan bahan bakar roket…(duh…ko jadi rumit yah…yah…telen bulet2 aja dulu yah…T_T)

proses peluncuran satelit adalah proses peluncuran yang berlapis2…dimulai dengan mengepack satelit ke dalam roket peluncur…yang dengan kekuatan dahsyat…roket tersebut akan pergi meninggalkan orbit bumi…dan pada koordinat tertentu di ruang angkasa, sang roket akan menanggalkan satelit dan satelit akan terus beroperasi di ruang angkasa dengan tenaga matahari…

nah…back then…kita misalkan kesatuan roket peluncur dan satelit ini adalah negara…mesin2nya adalah manusia… dan coba tebak apa yang mirip dengan bahan bakar mesin???yap!!!itu adalah bahan bakar manusia(baca : pangan). memang…jika sudah diluar angkasa satelit tidak akan memerlukan perbekalan bahan bakar dari dalam, melainkan dari dunia luar…tetapi…untuk mencapai ke tahap itu, kita butuh melewati tahap perbekalan bahan bakar untuk meluncurkan roket dan mengorbitkan satelit ke orbitnya…

jadi…gimana jadinya coba kalo roket gak nyiapin bahan bakarnya???yah gak akan ngorbit…begitu juga dengan negara…gimana suatu negara mau maju…kalo buat mikirin yang namanya inovasi aja rakyatnya masih mikirin laper…gimaa mau maju coba…kalo mengurus negara dijadikan penghidupan…maaf agak melebar…tapi menurut saya, adalah kesalahan fatal dengan memperbolehkan orang mencari uang dari mengurus negara…terutama menjadi pemegang2 kekuasaan negara…karena yang akan terjadi adalah kejadian seperti sekarang…partai diberi makan oleh negara…yang berimbas pada perebutan kursi bukan karena idealisme…tetapi uang dan kekuasaan…berbeda dengan negara2 maju yang cenderung kepada aktualisasi diri untuk berkontribusi…bukan mencari kemakmuran pribadi…

kembali lagi…sekedar catatan,,,untuk makan di german tidaklah sulit…kita cukup bekerja kasar…dan kita bisa memenuhi kebutuhan pokok…(bukan kebutuhan lux…)hal yang sangat berbeda di negara kita…dimana jika kita bekerja kasar tidak akan mendapatkan apa2 kecuali perasaan miris dan bersalah terhadap keluarga kita…some people will say…

“ya iyalah!!!bego amat sih lo!!!indonesia ko di bandingin ama german…yang fair donk…dia khan berdiri udah lama…”

sebenernya yang penting di dalam membandingkan ini adalah bukan untuk menunjukkan bahwa kita adalah negara “dumbass” akan tetapi lebih untuk mengambil pelajaran yang berharga dari negara tersebut…tapi…kalo mau yang lebih fair…kita bandingin dengan negara asean yang latar belakangnya tidak jauh berbeda…malaysia misalnya…mereka lebih maju dari kita sekarang…padahal dulu mereka menghamba2 ke kita,,,salah satu faktor yang nyebabin ini adalah faktor pangannya…mereka punya concern lebih terhadap pangan daripada kita…terlihat dari jumlah proporsi tanah yang dipakai untuk pangan…

“kalo singapore ato jepang???mereka ko bisa maju dengan alokasi tanah untuk pangan yang sedikit???”

memang.,.mereka bisa maju…tapi liat dulu faktor geografisnya…mereka adalah negara kecil…berbeda dengan kita yang luas…untuk memenuhi permukiman warganya saja mereka sudah kewalahan…membangun ke atas seperti apartemen adalah hal biasa…dan rumah adalah barang mewah…(terutama singapore…) terang saja mereka lebih memilih berusaha dengan bidang lain…perdagangan misalnya…

“amerika???mereka gede…tapi lebih sedikit dari kita…”

eit…amerika bukan merupakan negara yang ketahanan ekonominya tinggi…yang membuat mereka kuat adalah perputaran uang yang massive di sektor non real…dan militer yang hebat…mereka kuat, tetapi memiliki kerapuhan yang luar biasa di sektor real dan minyak…

satu lagi pelajaran yang berharga dari german…mereka menjalankan negara dengan pola pikir darurat perang…menurut teman saya yang kuliah di sana…mereka bisa memutar dari kotoran menjadi bersih dan kemudian dibuang lagi oleh manusia…dan lagi mereka mempunyai cadangan minyak untuk hitungan tahun…satu keputusan yang bijak…

akhir kata…marilah kita semua belajar untuk mengambil hikmah dari pihak lainnya…german hanya salah satu contohnya…masih banyak negara lain yang pantas kita tiru tanpa kehilangan diri kita sendiri…dan hal ini berpulang ke kita lagi apakah kita ingin dan membuka diri untuk belajar atau tidak…

GO INDONESIA!!!

STAND n FIGHT!!!

wahidyankf

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS