Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW

2008 April 29
by wahidyankf

Teringat ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar…Ayah saya berkata kepada saya, “Mas…kalo kamu mau berdagang…coba ikutin cara dagangnya nabi Muhammad”…saya pun bertanya kepada beliau…”emangnya kenapa pa?”…”cara berdagang nabi tuh paling bagus mas…soalnya setiap kali nabi berdagang…dia bilangnya begini…”pa/bu…saya beli barang ini harganya segini…kualitasnya begini…sekarang terserah bapa/ibu mau kasih saya untung berapa”…sebuah percakapan yang saya ingat ketika sampai sekarang…

Ketika memasuki dunia sekolah menengah atas, saya mengalami banyak metamorphisis…salah satunya adalah keinginan saya untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses…dengan segala alasannya…dan saat itu saya berpikiran bahwa tidaklah mungkin kalo kita nerapin cara dagang nabi…mana bisa yang begituan…ntar untungnya sedikit banget donk…ga logis…

Tetapi perlahan-lahan pikiran tersebut berubah…puncaknya adalah ketika baru2 ini saya berdagang pemesanan buku ke luar negeri…pada kegiatan dagang itu saya mencoba untuk mengaplikasikan cara ini…hitung2 trial n error lah…dan ternyata hasilnya cukup memuaskan…pasalnya pelanggan saya mengaku puas dengan cara kerja saya yang memberikan laporan yang (saya rasa) lengkap, jujur, dan komprehensive…yah…sebenernya saya cuma nulis simple aja sih…gak rumit-rumit amat…saya cuma memberi tahu kepada mereka di mana saya membeli buku ini, alasan, dan harga yang lengkap…di laporan ini saya mencantumkan tempat dan harga asli barang yang saya beli…

Dan hasilnya…alhamdulillah “gaji” saya naik…50% dari semula…yah…not bad…^_^

Setelah dipikir2….dari cara berdagang nabi ini…kita bisa menyimpulkan beberapa hal,,,beberapa yang baru saya dapat adalah…

a. Kelebihan…

1. Pelanggan lebih nyaman untuk membeli barang, karena ia merasa tidak tertipu…ingat…alasan seseorang tidak membeli sesuatu adalah karena rasa takut…baik rasa takut kehilangan barang yang akan di tukar (baca : uang), rasa takut akan barang yang dibeli tidak setimpal…maupun rasa takut ditipu…dan dengan menggunakan metoda ini, setidaknya kita bisa mengurangi satu hambatan dalam jual beli…

2. Pelanggan memiliki kepercayaan kepada kita jika kita memang benar-benar jujur dalam melakukan metoda ini…dan banyak pembeli yang lebih suka membayar sedikit lebih mahal namun terpercaya daripada lebih murah namun tidak bisa dipercaya…
Kekurangan…

1. Mungkin profit yang dihasilkan pada awal dagang tidak akan terlalu banyak…namun sepertinya tidak akan menjadi masalah kalo jangka panjangnya makmur bukan? =p

Kesimpulan…

Walaupun cara berdagang ini belum banyak terbukti di lapangan pada masa ini…namun cara berdagang ini layak dicoba dan dipraktekkan…

so…

met mencoba…

=)

STAND n FIGHT!!!

Wahidyankf

17 Responses leave one →
  1. 2009 February 19
    taufik permalink

    setuujuuuuu…mas!!!

  2. 2009 February 26

    wah…berhasil dong mas

  3. 2009 April 3

    bagusssssssssss???? saya setuju

  4. 2009 April 19
    wahidyankf permalink

    to all : salam kenal semuanya…

    @ taufik & cature : iyah mas…saya pikir ini adalah method yang paling oke buat berniaga…semoga kita semua bisa menerapkannya n menjadikan metoda ini sebagai standar baru…biar mengubah dunia bisnis dari citra saling memakan menjadi citra yang lebih manusiawi dan nyaman…amin…

    @ an***k timur : doakan saja mas…thx…

    to all (lagi) : semoga kita semua sukses…amin…

  5. 2009 June 5

    Harap maklum, zaman sekarang beda dengan zaman rosullallah.

  6. 2009 August 23

    Cara berdagang nabi seperti itu,apa diceritakan dalam hadist ya? Mohon pencerahan.salam.

  7. 2009 September 2
    monik permalink

    setuju
    tp yg saya bingung, apakah harga beli sudah termasuk biaya operasional?

  8. 2009 September 12
    wahidyankf permalink

    @ cature : terima kasih…

    @ aksan raharjo… : mas aksan, saya kurang tau mas…yang tepat seperti apa…punten pisan…saya cuma tau ini dari ayah dan ada juga yang pernah cerita ke saya…mungkin kalo ada yang tau bisa menambahkan…

    tapi garis bawahnya mungkin jujur, tidak riba, dan barang yang diperjual belikan halal…kalo yang tidak riba dan barang yang diperjual belikan halal, ada di hadist mas…mohon koreksi dan ceritanya untuk yang tahu mengenai hal ini…trims…

    @ monik : sepertinya sih sudah termasuk…mungkin yang lebih tepat di sebut HPP (harga pokok pembelian kali yah)

  9. 2009 September 12
    farrell permalink

    setuju, dulu zaman Rosul adl zaman kegelapan dimana orang2nya dzolim tapi Rosul berhasil menerapkan perdaganan ni, klo skr di anggap ga bisa krn beda zaman, mungkin zaman skr lebih gelap dr dulu ya…..

    • 2009 September 21
      wahidyankf permalink

      @ farrel : lebih gelap? hm..biar masing-masing individu yang menyimpulkan… :D

  10. 2009 October 12
    Yadi permalink

    Stuju sya ada cerita seorng pedagang jual beli motor bekas,bliau mencontohkn cra brdagangx rasululah bahkan harga jual cesh sama kredit tetap sama,emg untngx tdk bnyak tp penjualanya lancr,cba hitng aja klo pnjualn lancr contoh yng dijual mahal laku 1 dgn untng 5000 yng biasa dijual untng 1500 tp laku 5 dan terus menerus?he crita aja sh tp kt coba aja walau pn agak sult salm

    • 2009 October 28
      wahidyankf permalink

      wew…menarik mas ceritanya…

      iya juga yah mas…mending untung 1500 tapi 5…dari pada 5000 tapi 1…terima kasih untuk contohnya yang bagus… :D

  11. 2009 October 22

    cara itu bagus skali buat masa skrng, untuk menarik pelanggan saya rasa cara itu tepat sekali, apa lgi di jaman skrang ini kita butuh kepastian dan tanggung jawab dari sipenjual mengenai keadaan barang tersebut

    • 2009 October 28
      wahidyankf permalink

      bener mas…terkadang penjual gak jujur sama kondisi barangnya…misal : jual beli mobil bekas…

  12. 2009 October 23
    wawan permalink

    saya pernah mencoba cara berdagang nabi muhamad, tapi di era seperti ini hal tsb sudah suah dan nda mungkin lagi.

    contoh nyata yang saya alami adalah saya pernah berdagang handphone (HP), kemudian saya mengikuti cara berdagang nabi muhammad, dan ternyata bukannya untung yang saya dapat malah buntung, kenapa ?
    ini jawabannya :
    saat kita menyebutkan harga modal barang tersebut dengan harapan pembeli mau membeli dengan menambah sedikit keuntungan buat kita malah pembeli tersebut menawar harga barang, tentu saja tidak bisa karena harga yg pembeli tawarkan tersebut di bawah harga modal, bukannya untung tapi malah buntung.
    sudah beberapa kali saya mencobanya dan selalu gagal, budaya “menawar” yanag terjadi di bangsa indodnesia ini sudah tertanam di hati setiap orang.

    bayangkan bila kita menjual barang dengan menyebutkan harga modal barang tersebut dan kita mengharapkan orang mau membeli dengan sedikit melebihkan dari harga modal supaya kita memperoleh keuntungan tapi malah menawar di bawah harga modal, bukankah malah rugi ?

    susah memanag kita menerapkan syariat islam di masa sekarang ini.

    wassalam

    • 2009 October 28
      wahidyankf permalink

      hm…gitu yah mas…mungkin emang kalo untuk kasus semacam hape gitu agak susah yah mas…apalagi seperti yang mas wawan bilang…budaya kita emang budaya nawar…

      ato mungkin di jaman sekarang udah tertanam di benak kita kali yah…kalo penjual itu penipu…jadi sering terjadi kalo kita bilang harga beli kita, tetep aja mereka gak percaya…entahlah…

      tapi saya sendiri sih yakin mas…akan ada saatnya kita kembali ke budaya ini…entah kapan…semoga aja itu cepat terjadi…

  13. 2009 October 31
    Abah ofieck permalink

    Segala sesuatu yg kita lakukan intinya harus jujur….meski kita belum bisa mencontoh berbisnis ala Nabi kita, Rosulullah saw… by. abah ofieck on october ‘09

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS