Kalo Kesetrum Listrik di Rumah…Bisa “Pindah Dunia” Gak Yah???
Pernah denger gak kata-kata di bawah ini???
Awas loh…hati-hati kalo mau nyolokin alat-alat elektronik…ntar kesetrum loh…
ato…
Eh2…kalo mau benerin listrik…make sendal jepit yah…ntar kesetrum loh…
ato malah…
Kalo pake sendal jepit, masa kita jadi anti setrum gitu…kirain sendal jepit cuma buat ke masjid aja…hehe…
pada postingan ini saya mencoba untuk menjelaskan tentang yang saya dapatkan pada saat kuliah Medan Elektromagnetik yang di ajarkan oleh “Eyang Bambang Anggoro” (salah satu dosen elektro yang paling enak loh…^_^)…Met menikmati…Moga bisa berguna bagi kita semua…dan kedepannya agar bisa lebih hati-hati dalam mempergunakan alat-alat listrik yang biasa kita pakai…
Pada dasarnya semua benda di muka bumi ini bisa mengalirkan arus listrik…namun tentunya dengan sifat penghantaran yang berbeda-beda…ada yang bisa menghantarkan arus listrik dengan baik (seperti besi, tembaga, dan sebagian besar logam) ato yang biasa kita sebut dengan konduktor…maupun yang menghantarkan listrik dengan buruk (seperti karet, kayu, dan sejenisnya)…seperti halnya aliran arus pada sungai atau jalan raya…maka dalam penghantaran listrik itu terdapat 3 faktor :
1. Hambatan atau pada dunia elektro biasa dituliskan dengan lambang R (Resistance / Resistansi)
kalo kita bandingkan dengan jalan raya, resistansi ini bisa diibaratkan sebagai tingkat kehalusan jalan raya itu…kebayang khan…kalo jalanannya halus…pasti kendaraan yang lewat juga bakal lancar…tapi kalo jalannya “Nggajul2″ pastinya kendaraan yang lewat sana pada pelan2…ato…kalo kita ibaratin ke aliran sunge…maka resistansi ini ibarat batu-batu yang ngalangin jalannya kali…dan semakin besar hambatan ini, maka semakin besar juga nilai Resistansinya..yang berimbas pada lambatnya arus yang lewat…
2. Arus atau pada dunia elektro biasa di tuliskan dengan lambang I
Pada permisalan kita ini, arus adalah jumlah kendaraan yang bisa melewati jalan raya perdetiknya…dan tentu saja…berbanding terbalik dengan tingkat hambatan jalan raya…semakin besar hambatan di jalan raya…maka arusnya pasti akan semakin kecil…
3. Tegangan atau beda potensial atau pada dunia elektro dituliskan dengan lambang V (voltage)
Misalkan pada ruas jalan kita ini ujung dari jalan tersebut adalah bekasi dan jakarta misalnya…maka beda potensial ini bisa diibaratkan sebagai ketersediaan kerja…kenapa sih orang bekasi pada ke jakarta kalo pagi2? karena mereka merasa bahwa jakarta memiliki peluang kerja yang lebih baik..,sehingga mereka berduyun2 ke sana…
adapun hubungan ketiga hal di atas pada dunia elektro adalah
V = I x R
yang memiliki arti :
1. Semakin besar hambatan yang ada, maka semakin kecil arus yang lewat…dan begitu pula sebaliknya…
2. Semakin besar beda potensial, maka semakin besar arus yang terjadi…
nah…kembali ke jantung kita…jantung kita memiliki hambatan alami sebesar 5 kilo ohm (buat yang di luar elektro…gak usah terlalu di pikirin yah angka ini artinya apa…) batas maksimal arus listrik yang bisa melewati jantung itu sebesar 10 mili Ampere (sumpah…gak usah terlalu di pikirin arti satuan ini apa buat yang di luar elektro…karena bukan ini esensinya… :p) dimana jika arus listrik yang melewati jantung kita lebih dari angka tersebut, maka kerja jantung kita akan terganggu…dan jika jumlah arus yang melewati kita berkisar antara 15-20 mili Ampere…maka jantung kita akan berhenti bekerja…dan sialnya…bagi kaum hawa…besarnya arus maksimal yang diizinkan lewat jantung…lebih kecil dari 10 mili Ampere…
logikanya pada jalan raya adalah…jika kecepatan mobil yang melewati jalan raya terlampau cepat dan terlampau banyak di bandingkan dengan kapasitas jalan raya…yang akan terjadi adalah kecelakaan-kecelakaan yang tidak diinginkan…
nah…kalo kita masukkan ke dalam rumus yang kita punya di atas ( V = I x R ) maka jika kita masukkan angka-angka maksimal arus yang bisa lewat jantung, dan resistansi natural jantung, maka kita bisa mendapatkan besar tegangan maksimal yang bisa diterima tubuh kita sebesar :
V = I x R
V = 10 mili Ampere x 5 kilo Ohm
V = 50 volt
dan kalo kita bandingkan dengan tegangan yang di berikan PLN pada rumah kita (220 volt)… maka jumlah tegangan yang bisa diterima manusia secara langsung terhubung ke tanah/lantai (tanpa di isolasi / gak make sendal gampangannya) jauh lebih kecil…artinya…tegangan PLN akan mampu mematikan kita apabila kita tersetrum dalam kondisi langsung terhubung dengan tanah…
so…pelajaran yang bisa di tarik dari tulisan ini adalah :
BERHATI-HATILAH DI DALAM MENGGUNAKAN INSTALASI LISTRIK ATAU MEMASANG KABEL YANG SUDAH COAK ATAU MEMBENARKAN SENDIRI ALIRAN LISTRIK…KARENA SEBENARNYA TEGANGAN LISTRIK YANG MENGALIR KE RUMAH MAMPU MENGAKHIRI HIDUP KITA…
dan pergunakanlah sandal sebagai alat jaga-jaga kalo kita mau nyolokin kabel yang udah rusak ato mau benerin instalasi listrik…emang gak sepenuhnya aman…tapi cukup aman untuk digunakan di rumah…karena sandal bersifat mengisolasikan / memutuskan hubungan anda ke tanah (dimana terhubungnya kita ke tanah adalah faktor yang menyebabkan kita tersetrum)…
STAND n FIGHT!!!
wahidyankf

Thanks.. Artikel yang cukup bagus, tambah ilmu dikit nih aku..
Cuma 50Volt ya..
Sama2 mas…makasih appresiasinya…^_^
iya nih mas…ternyata cuma 50 volt…saya kira awalnya 220 volt masih bisa…eh…taunya 1/4nya juga gak nyampe…>_<
wah..percaya gak percaya gw yok. perasaan dulu pernah kesetrum ane masih di dunia ini aja. kayanya lw blum masukin faktor lamanya kesetrum. soalnya orang yang mati kesetrum pada gosong,dan kayanya mati karna itu. panas yang dihasilkan yang membunuh, bukan arus yang lewatin jantung. ah..ini mah sotoy gw aja.
anyway, numpang kopi past ya. lumayan nambah info ni.
thx
lw mw e-book ga yok, masuk aja ke blog gw. ada sdikit.
haha…gak tau juga yah moll…lo waktu kesetrum pake alas gak?tapi mungkin aja moll mati karena panas…ato banyak sebabnya…hehe…