X: Lo mau ngambil jurusan apa? IPA ato IPS?
Y: IPA lah! Hare genee masuk IPS? Mau taroh di mana muka gue?
X: Ah elo mah enak pinter, gua keknya ngambil IPS nih, gak masuk nile gue. Kalo lo Z? Lo mau ngambil jurusan apa?
Z: Gue sih pengennya ngambil jurusan bahasa, gua enjoy banget baca yang namanya karya sastra. Tapi gua takut gak dapet kerjaan sih sebenernya. Mau jadi apa gua ngambil jurusan bahasa.
Hampir dua tahun kemudian.
X: Lo jadinya kuliah mau ngambil di mana?
Y: Gua pengen masuk ke Teknik Kimia ITB ah. Keren keknya, lagian kuliah di ITB khan prestis gitu. Kalo lo mau masuk mana?
X: Gua mau masuk Akuntansi UI aja ah, prospek karirnya bagus katanya, bisa cepet jadi orang tajir gue. hehe.
Y: ho.. beda kota donk yah kita berarti? Kalo lo Z? Lo mau masuk ke mana?
Z: Gak tau deh, gua masih bingung. Gak tau gua mau masuk mana.
Kegalauan hampir pasti menjadi bagian dari para siswa SMA di seluruh Indonesia. Dimulai dari pemilihan jurusan IPA, IPS dan Bahasa, sampai ke tahap yang paling galau dari semua kegalauan di zaman SMA:
Mau masuk ke mana, dan ambil jurusan apa pas kuliah nanti?
Melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai fenomena kegalauan ini dari sudut pandang seorang alumni lulusan salah satu universitas teknik negeri yang ada di kota Bandung. Di mana di jurusan ini saya pernah mengalami siksaan batin yang namanya “salah jurusan”, dan mendapat semua kisaran IP yang bisa dibayangkan (yap, saya pernah mendapatkan IP nol-koma), dan pernah hampir di-DO oleh kampus saya.
PARADIGMA PEMILIHAN JURUSAN, GAJI GAJI DAN GAJI!
Sebagai mahluk yang tidak pernah puas dan terus berkembang, adalah sebuah hal yang wajar jika kita selalu mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Mau bukti? Silahkan kita ingat-ingat kembali. Ketika kita dulu belum punya sepeda, dan hanya jalan kaki ke sekolah, maka kita menginginkan sepeda dengan sangat. Setelah sepeda kita miliki? Berakhirkah ini? Tidak! Kita ingin memiliki motor agar perjalanan kita lebih nyaman. Dan ketika kita telah memiliki motor, maka kita pun ingin memiliki mobil pribadi. See? Manusia adalah mahluk yang tidak pernah puas, dan selalu menginginkan perbaikan di dalam hidupnya.
Begitu pula dengan perihal pemilihan jurusan di dalam dunia pendidikan formal. Pemilihan ini akan selalu dikaitkan dengan potensial kualitas kehidupan di masa depan dari jurusan yang akan dipilih. Dan parameter apa yang paling bisa diukur di dalam kehidupan? Yap! Pendapatan. Gaji, gaji dan gaji! Semuanya dikaitkan dengan potensial lapangan pekerjaan, dan gaji yang bisa diterima oleh lulusan jurusan tersebut. Sehingga teramat sering sebuah diskusi mengenai pemilihan jurusan berakhir dengan kata-kata yang menurut saya sangat menyedihkan, tapi teramat realistis:
Ha??? Serius kamu mau ngambil jurusan itu??? Mau jadi apa ke depannya??? Mau makan apa kamu???
PEMILIHAN JURUSAN DAN PENYAKIT KHAS INDONESIA, GENGSI!
Selain masalah gaji, ada lagi alasan lainnya yang biasanya menjadi alasan pemilihan jurusan: Gengsi! Adalah sebuah hal bodoh yang mengakar di Indonesia bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang gemar pamer. Tidak percaya? Lihat saja betapa masyarakat Indonesia senang memamerkan apapun, mulai dari gelar perkuliahan (ST, dr, MM, MBA, dll), sampai ke gelar keagamaan yang menurut saya seharusnya tidak dipamerkan (Haji). Sehingga tidaklah mengherankan bahwa gengsi ini menjadi salah satu kriteria pemilihan jurusan, dan komentar-komentar bodoh yang memojokkan jurusan seperti di bawah ini umum ditemukan:
Gengsi donk gua masuk kelas IPS!
Masa gua masuk jurusan sastra jawa? Yang bener aja?
Mau jadi apa? Jadi insinyur lah! Keren gitu!
Gengsi, sebuah kebodohan yang menurut saya mengakar dengan sangat kuat di kehidupan masyarakat Indonesia. Gengsi ini begitu mengakarnya, sehingga terkadang passing grade suatu jurusan pun sering menjadi dinding yang secara tak langsung memisahkan kehidupan sosial antar mahasiswa. Terkadang seseorang akan dianggap hebat, dan dipandang sebagai golongan elit apabila dia sanggup masuk ke jurusan yang standar passing grade-nya tinggi. Sehingga adalah hal yang bisa dimaklumi jika para remaja yang memang sedang berada di fase pencarian identitas, dan pengakuan, akan tergiur untuk masuk ke dalam golongan “elit” ini.
PASSION IS THE KEY
Tidak sedikit orang yang memilih jurusan berdasarkan potensial gaji dan gengsi yang berhasil mencapai target dan angan-angan kehidupan yang dulu mereka inginkan. Banyak yang puas dengan hal pencapaian-pencapaian yang telah mereka capai. Akan tetapi tidak sedikit dari mereka yang merasa tidak puas dan mempertanyakan mengapa meraka bisa menjadi budak uang, dan gengsi. Banyak pula yang pada akhirnya mempertanyakan hal yang kecil tapi cukup menyiksa batin:
Apa yang terjadi jika dahulu saya tidak mengambil jurusan ini, dan mengambil jurusan lainnya seperti minat saya?
Pertanyaan ini akan semakin menguat dari waktu ke waktu, dan menyiksa batin mereka. Mungkin pertanyaan ini akan menghilang sesaat, seiring dengan pembenaran-pembenaran yang kita berikan untuk diri kita sendiri. Akan tetapi pertanyaan tersebut akan timbul lagi, perlahan tapi pasti, menyiksa batin manusia yang memang bersifat rapuh. Mungkin ini terdengar aneh dan mengawang-awang, akan tetapi solusi dari siksaan batin ini hanya 1:
Kejarlah apa yang menjadi passion/minat anda!
Setiap manusia pasti memiliki passion di suatu bidang yang mereka anggap sebagai sesuatu yang merepresentasikan dirinya. Ada orang yang suka menulis, ada yang suka berhitung dan membuat sesuatu, ada pula yang suka menolong orang lain, semua itu sah-sah saja, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain dan menentang hukum yang berlaku, adalah hak setiap manusia untuk melakukan apa yang dia inginkan.
KAPAN KITA TAHU BAHWA SESUATU ADALAH PASSION KITA?
Pertanyaan menarik berikutnya adalah, kapan kita tahu bahwa sesuatu itu adalah passion kita? Menurut saya jawabannya cukup simpel:
Sesuatu adalah passion kita, jika ketika kita mengerjakan hal tersebut, maka waktu akan berlalu dengan cepat. Badan dan pikiran kita pun akan rileks dan enjoy mengerjakannya, entah itu 5 menit, sejam, 5 jam, ataupun seharian, tidak akan ada bedanya. Pada kenyataannya, terkadang kita sama sekali tidak merasa perlu untuk beristirahat, bahkan ketika mengerjakan sesuatu yang pada umumnya orang anggap sebagai sesuatu yang teramat melelahkan.
Terdengar seperti kisah dongeng kah? Ya, memang saya akui ini terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita senangi, maka semua waktu akan berjalan tanpa terasa. Pernahkah kita merasakan seakan-akan kita terbenam ke dalam suatu hal sampai lupa waktu? Seperti itulah kira-kira rasanya menjalankan passion kita. Dan passion inilah sebuah hal yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah masterpiece di dalam hidup kita.
PINTAR SAJA TIDAK CUKUP!
Pintar saja tidak akan cukup untuk menghadapi kerasnya hidup ini! Memang tidak semua orang yang mengikuti passionnya berhasil di dalam kehidupan, banyak juga yang hancur dihajar kerasnya hidup. Tapi satu hal yang pasti:
Sebagian besar orang yang sukses di level dunia adalah orang yang mengikuti, dan mengejar passionnya.
Mengapa?
Karena mereka akan memiliki cukup “bahan bakar” untuk mengejar target 10.000 jam di dalam bidang yang mereka tekuni.
Ada apa dengan angka 10.000 jam ini?
Angka 10.000 jam ini adalah sebuah angka yang menurut riset dari Malcolm Gladwell (penulis buku Outliers) merupakan jumlah rata-rata jam kerja yang harus dicapai oleh seseorang untuk dapat menjadi master di sebuah bidang. Dengan asumsi bahwa kita bekerja 9 jam perhari, dan 250 hari dalam setahun, maka kita akan membutuhkan waktu sekitar 4.44 tahun untuk mencapai tahap master di bidang yang kita pilih. Tentu saja kita bisa mengerjakan ini semua, dan menjadi master di suatu bidang, meskipun itu dilakukan tanpa passion. Akan tetapi perjalanan akan berasa jauh lebih ringan jika kita mengejar sesuatu yang kita sukai.
Tidak percaya?
Coba saja tinjau sampel kita yang pertama: Prof Dr. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau adalah seorang insinyur lulusan RWTH Aachen, salah satu universitas teknik ternama yang berada di negara Jerman. Beliau merupakan salah seorang yang sudah dikenal di dalam dunia teknik, dan pernah pula menjadi presiden di NKRI. Sangkin terkenalnya kepintaran bapak habibie ini, sampai-sampai muncul istilah “otaknya encer kayak habibie”. Akan tetapi benarkah ini semua murni karna kepintarannya? Tidak! Ini semua juga buah dari puluhan ribu jam kerja keras yang beliau jalankan. Di dalam bukunya yang berjudul “Habibie dan Ainun” diceritakan bagaimana beliau sering larut di dalam pekerjaannya, hingga lupa makan dan istirahat. Sangkin seringnya lupa istirahat, dan makan, sampai-sampai almarhum ibu Ainun sering melemparkan perlengkapan tidur Pak Habibie, dan menguncinya di dalam kamar tempatnya bekerja.
Apa yang sebenarnya membuat beliau tahan bekerja seperti ini? Jelas satu,
Passion terhadap apa yang beliau kerjakan.
PASSION, UANG, DAN KESUKSESAN
Lalu dimana letak uang dan kesuksesan jika kita mengejar sesuatu yang bernama passion ini? Bukankah kita butuh uang untuk hidup? Dan sebagai manusia, kita juga memiliki kebutuhan psikologis untuk dihargai? Mungkin ini akan terdengar omong kosong, tapi percayalah bahwa:
Jika kita mengejar passion kita, maka uang dan kesuksesan akan datang kepada kita dengan sendirinya.
Ya! Uang dan kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Ketika kita ahli di dalam suatu hal, maka akan ada orang yang membutuhkan kita. Meskipun itu yang kita kejar merupakan sesuatu yang tidak mainstream di negara kita ini. Pernah saya menonton sebuah liputan di televisi, bahwa ada salah seorang lulusan SD yang gemar menari tradisional, berhasil merantau dan menjadi pengajar tari tradisional di Amerika Serikat. Saya lupa namanya, tapi sang penari ini diajak untuk mengajarkan seni tari tradisional di Amerika oleh salah seorang turis warga negara Amerika yang sedang menonton pertunjukannya. Dan menariknya adalah, si penari ini tidak bisa bahasa inggris sama sekali pada awalnya! Semua hanya bermodal kecintaan terhadap bidang yang dia lakukan, tari tradisional Indonesia (saya lupa apa nama tariannya).
Jadi tidak usah khawatir,
Orang yang mengejar passion akan selalu memiliki tempat di dunia ini. Mungkin tidak di negeri Indonesia tercinta ini, akan tetapi akan selalu ada tempat untuk mereka, walaupun itu di belahan dunia lainnya.
TERBANGUN DARI DUNIA MIMPI, PASSION VS REALITA KEHIDUPAN
Sebelumnya sudah diceritakan yang indah-indah mengejar passion dan pemilihan jurusan. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa keinginan tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Sering kita mendapati bahwa mimpi kita terhalang berbagai macam hal, termasuk di antaranya adalah permasalahan finansial, keluarga, dan masalah akademik kita yang tidak memadai. Tanpa berusaha untuk mengecilkan masalah yang dialami, berikut saya coba untuk memberikan pandangan dari solusi yang mungkin untuk masalah-masalah yang mungkin ada. Tentunya yang saya tulis ini akan terlihat lebih mudah dari kenyataanya, karena memang pada dasarnya berbicara itu lebih mudah daripada mengerjakan sesuatu, dan karena memang hanya pemilik masalahnya sendiri lah yang bisa menyelesaikan semuanya, bukan orang luar seperti saya.
1. Masalah Finansial 1 – Biaya Kuliah Tidak Mencukupi
Jika masalah yang dialami adalah masalah biaya kuliah, janganlah menyerah untuk mengejar jurusan yang menjadi passion anda. Pergunakanlah internet dan jaringan yang anda miliki dengan baik, dan carilah informasi tentang beasiswa-beasiswa yang memungkinkan anda untuk melakukan studi di jurusan yang anda inginkan. Saya bukan seorang ahli di bidang beasiswa, tapi
Permasalahan finansial bukanlah sebuah halangan yang tidak bisa ditaklukkan di dalam mengejar mimpi kita.
Saya sendiri mengenal beberapa orang teman kuliah dan SMA saya yang melakukan studi dengan uang dari beasiswa. Dan mereka berhasil menyelesaikan pendidikan S1 mereka.
2. Masalah Finansial 2 – Tulang Punggung Keluarga
Masalah akan menjadi lebih rumit jika ternyata kita harus menjadi tulang punggung keluarga. Saran saya untuk hal ini, dahulukan prioritas yang lebih tinggi. Bagaimanapun juga,
Keluarga harus didahulukan melebihi yang lainnya.
Akan tetapi,
Jangan dulu menyerah terhadap mimpi anda.
Tetap pupuk mimpi anda, dan bergeraklah perlahan untuk menggapainya. Saya sendiri mengenal seorang teman saya yang bisa menjadi tulang punggung keluarga dan masih tetap bisa bersekolah sarjana. Memang akan teramat berat, tapi semua akan berbuah manis pada waktunya.
3. Masalah Akademik – Nilai Tidak Mencukupi
Ini adalah masalah klasik yang biasa dihadapi dalam pemilihan jurusan, nilai yang tidak mencukupi. Entah itu nilai SNMPTN/SPMB (atau apapun namanya itu sekarang), ataupun nilai rapor yang akan digunakan untuk penjurusan IPA/IPS. Jika ini adalah masalah yang terjadi, maka
Amat sangat di”haram”kan untuk menyerah!
Ambillah jalan berputar! Pindahlah ke tempat yang memungkinkan anda untuk masuk ke jurusan yang anda inginkan, atau tunggulah sampai kesempatan berikutnya datang. Saya pribadi berpendapat bahwa lebih baik saya mengulang dan menunggu 1-2 tahun demi hal yang saya senangi, daripada saya harus menjalani suatu hal yang saya tidak suka.
Sekali lagi, tolong lupakan itu yang namanya gengsi, dan terima kekalahan anda seperti orang dewasa. Tetaplah yakin, bahwa di umur 40an (atau mungkin lebih cepat dari itu), anda akan memetik buah dari apa kesabaran anda sekarang. Keep your hope up high, and be patient, really really patient.
4. Masalah Keluarga – Keluarga (Orang Tua) Tidak Mendukung
Satu lagi masalah klasik di dalam pemilihan jurusan (dan juga yang lainnya), keluarga yang tidak mendukung. Jika ini terjadi kepada anda, tetaplah yakini 1 hal, bahwa:
Keluarga anda, terutama bapak dan ibu anda menginginkan yang terbaik untuk anda.
Yang menjadi masalah di sini adalah, kadang semua berjalan tidak sesuai dengan keinginan anda. Dan sepengamatan saya,
Jarang sekali ada orang tua yang benar-benar diktator, dan tidak peduli terhadap apa yang anaknya pikirkan.
Sebagian besar dari mereka hanyalah manusia biasa yang ingin anaknya hidup bahagia, melebihi kebahagiaan yang mereka dapatkan.
Berdasarkan pengalaman saya sendiri, sebenarnya hal ini bisa diselesaikan dengan mengobrol secara serius dan dilakukan dari hati ke hati dengan mereka. Sebagai gambaran, ibu saya adalah seorang dengan pendirian dan didikan yang keras. Banyak target-target yang waktu itu saya anggap aneh yang harus saya jalani tanpa bisa ditawar. Akan tetapi, di luar semua ketegasannya itu, saya berhasil membujuk beliau untuk merestui kepergian saya mengejar mimpi untuk S2 di luar negeri.
Gimana caranya?
Mudah saja,
Saya berbicara dengan lembut kepada beliau tentang mimpi saya, mengapa itu penting untuk saya. Di samping itu, saya juga membuktikan bahwa saya telah mantap untuk mengejar mimpi saya, dan siap untuk menanggung semua resiko yang bisa terjadi di dalam prosesnya.
Dan alhamdulillah beliau pun merestui usaha saya untuk mengejar mimpi S2 di luar negeri. Perlu kiranya kita perhatikan bahwa di dalam membujuk, dan memberikan pengertian kepada keluarga, menunjukkan rasa hormat kita terhadap mereka adalah sesuatu yang penting. Karena bagaimanapun, mereka lah orang-orang yang menjadikan kita ada, dan telah berjasa di dalam hidup kita.
KESIMPULAN
So, apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari sini? Pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat kita. Lupakan saja itu kedua variabel yang bernama gaji dan gengsi, terlebih jika kita tidak memiliki permasalahan di dalam bidang finansial (yang mengharuskan kita untuk menjadi tulang punggung keluarga). Jadilah orang dewasa, dan pantang menyerahlah di dalam mengejar hal yang menjadi passion kita. Mungkin semuanya tidak akan terbayar dalam waktu yang singkat, akan tetapi yakinlah akan datang suatu hari di mana kita akan memandang ke belakang dengan senyuman, dan berkata:
Untung dulu saya mengejar apa yang menjadi passion saya.
Salam dari Aachen,
.
- Wahidyan K. F. (Yoka) -
—————————————
Update: Masih bingung dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya menjadi passion kita? Silakan baca juga tulisan saya yang ada di sini:
http://wahidyankf.wordpress.com/2013/01/26/mari-mengetahui-dan-mengenal-passion-kita/
baguss banget
)
Terima kasih.
makasih ea sumbangan ilmu@ oh ea kapan-kapan sekalian donk buat ma refrensibuku yang menyangkut masalah ini please
New Inspiration, Thanks your opinion! I’ll keep hope up high and be patient. The best answer
So Inspiring! Telat ya bacanya gue? Haha
Jujur, gue salah satu mahasiswa negeri di sekitar jakarta. Mungkin bisa dikatakan masih ada pemikiran dalam otak gue kalo gue “salah ngambil jurusan” walopun udah 2 tahun kuliah. Sampai-sampai saya ikut snmptn lagi dan diterima di sekolah teknik negeri di Bandung. Haha.. Ketika memuncak perasaan bersalah, gue coba searching deh pengalaman2 atau semacam artikel kaya gini. Hehe
Thanks ya, udah ngebuka hati gue. Minimal ini buat semacam salah satu self motivation buat gue dan bisa mantepin hati gue buat nerusin di jurusan yang lama karena ortu ga mengijinkan untuk pindah.
Halo denny..
Sama-sama yah.. At least kalo kamu memang memutuskan untuk meneruskan di jurusan yang lama, yakinlah bahwa restu orang tua adalah restu alam..
smangat..
.keren
Terima kasih..
so inspiring! jadi ngebuka mata buat milih jurusan kuliah ehehehe
thx.. gudlak buat milih jurusan kuliahnya..
Wow! Sungguh tulisan yang sangat bagus. Terimakasih banyak, dan ada salah satu hal yang saya dapatkan : passion is the key.
Lebih banyak lagi ya membuat tulisan seperti ini.
Terima kasih yanti.. Insya allah..
Sungguh mencerahkan, ijin Copas ya….
Terima kasih.. Silakan, tapi tolong disertakan sumbernya juga yah di copasnya..
amazing..
makasih banget ya. alhamdulillah dapet sedikit pencerahan, skrng tinggal caranya mendapatkan passion ku. karena aku anak yg suka bergaul, tapi males main keluar2 :3
sama-sama naufal.. smangat..
kakak bagus bgt notenya.. :d
Terima kasih lily.. Semoga manfaat..
walaupun udah baca ini,tapi kenapa keraguan masih belum pergi dan kepastian tentang jurusan masih belum datang .huft
Halo indah.. Entah gimana ceritanya kamu bisa sampe ke tulisan ini, tapi kalau boleh saran. Ikutin aja kata hati kamu.. Karena biasanya kita udah tau yang kita mau. Be brave ndah.. Sukses yah..
Ijin reblog ya, Kak. Semoga Kakak sukses selalu
Silakan.. Terima kasih doanya.. Semoga kamu juga sukses..
Aamiin… Doakan biar saya bisa mengikuti passion saya ya, Kak
Sebenarnya saya ingin masuk FK, tapi sepertinya ndak ada restu ortu ini -_-
Amin.. Semoga kamu bisa mengikuti passion kamu..
btw sedikit saran, kalau memang orang tua kamu gak reatu, coba tanya mereka dari hati ke hati mengapa mereka tidak merestui kamu di bidang tersebut. Dan yakinkan kalau kamu siap untuk membuktikan bahwa keraguan mereka itu tidak perlu di khawatirkan (tanpa bersikap kurang ajar kepada mereka).
Smangat..
Kak mau nanya. Kalau misalnya dihubungin sama mimpi u/ kuliah di universitas idaman gimana? Aku galau banget. Mau pilih jurusan atau kampusnya? Soalnya aku pengen banget di keduanya tapi jurusan yg aku pilih sm kampus yg aku mau terlalu challenging. Belum lagi peraturan snmptn yang baru bikin makin susah anak daerah.
Halo azzahrah..
Saya coba komen yah.. (punten pisan kalau saya sotoy).. Kalau menurut saya, kalau memang itu jurusan dan kampus yang kamu mau, kejar aja 2-2nya.. karena menurut saya (yang sotoy) gak ada yang namanya terlalu challenging untuk mengerjakan sesuatu yang kita suka..
Challenging? wajar kok, semua mimpi pasti ada tantangannya masing-masing. Seperti kata pepatah, “If your dream doesn`t scare you, then it is not big enough..”
Tapi.. kalau memang kamu harus memilih, pilihlah di jurusan yang kamu sukain. Karena kalau kamu memang bener-bener suka, pasti kamu akan mencari lebih dari yang diberikan oleh dosen di dalam kampus.. dan ini sebenernya hal yang membedakan performa kita dengan pelajar pada umumnya..
semoga sukses yah..
Oke kak makasih banyak atas sarannya:) mohon doa ya ka:D
Sama2..
semoga sukses yah.. Smangat!!
Reblogged this on trisniannisasmi.
Bagus banget gan…. !
Izin Copas ya…?
Halo Rohmad..
Silakan kalau kamu mau copas.. tapi tolong disertakan juga sumbernya yah..
Wah, bagus kak pembahasannya. Lengkap pula sama kejadian2 realitasnya
Mau tanya nih kak, tp mgkn out of topic, jadi skrg kakak ngelanjutin S2 di bidang yg “salah jurusan” itu atau gimana? Maaf kepo hehehe
Halo teradyah..
Terima kasih pujiannya..
Sekarang saya lagi berusaha untuk ngelanjutin S2 di bidang yang saya cintai..
Very nice artikel,thanks buat pengarahannya.bermanfaat sekali
GBU
Terima kasih.. GBU too..
lumayan deh bwt nambah pengetahuan hihihi
follow blog saya ya mas bro (y)
bagus banget kakak,terima kasih
Terima kasih pujiannya.. semoga bermanfaat..
inspiratif banget, thanks
Terima kasih..
gila bangeet, mrinding bacanya
sukses ya buat S2nya bang
Terima kasih.. Semoga manfaat yah… Sukses juga buat kamu..
So inspiring! semua yang di omongin memang gak jauh dari kenyataan. Thanks sdh mengingatkan agar memilih jurusan sesuai passion
Halo nanda.. Sama-sama..
Reblogged this on galuh94.
ini bagus bangeet! bermanfaat dan membuka hati. thanks banget udh nge-post haal se manfaat ini
Sama-sama galuh..
BAGUUUUUUUUUSSS !
Terima kasih aprilly.. Semoga manfaat..
maaf ea sblmx commentq keluar dr topic, gini nih aq kan ingin bgt kuliah di amerika tp mgkn g bsa skrg krn bhs ingg aq msh kurang, rencanax sih pengen ambl S1 x d indonesia trus nnt S2x ru d amerika… btw ada g eah peluang aq nntx? ini sih ru planning aq ajja, tp nothing is immposibble kan??? hehehe
Halo queeinsya..
Yup2.. Nothing is impossible.. Bisa ko.. Banyak juga orang2 yang kayak kamu. S1 di indo, baru S2 di amerika.. Syaratnya sih cuman 2 : kamu harus rajin cari info buat jalan ke sana, dan jangan patah semangat..
Tetep semangat yah.. Semoga impiam kamu tercapai..
makasih yaa bang, tulisannya lumayan mengurangi rasa galau ttg jurusan yg mau dipilih hehe
sukses bwt s2 nya yaaa
Halo hanny.. Terima kasih untuk pujian dan doanya.. Sukses juga buat kamu yah..
good, jadi memacu semangat, dan mengurangi kegalauan yg sekarg lagi merasakan galau milih jurusan n tmpat kuliahan.. Makasi
sama2 silva.. senang bisa berguna…
thanks kk infonya…
cocok nih buat temen2 yg lagi bingung milih jurusan…
sama2 Basri.. senang bisa membantu..
Inspiring me alot! Memberi pencerahan perlahan-lahan dr alasan2 klasik terutama bwt galau-ers jurusan, hehehe. Makasih bwt tulisanny
sama-sama Latifatu…
Gimana ya kalau saya pengen ngambil suatu jurusan tapi passing grade nya tinggi, tapi jurusan itu passion saya banget?
Halo geby..
Hm… Kalau saya pribadi ada di posisi kamu sih tetep akan ngambil jurusan yang paling saya senengin.. Soalnya ke depan semuanya akan ditentukan dengan seberapa pengen kamu belajar di bidang yang udah kamu pilih. Dan berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman saya, akan sangat membantu kalau kamu memang suka bidang tersebut.
Smangat..
Keep your hope up high, and be patient, really really patient!
Subhanallah ini memotivasi sekali, semoga dapet berkah bang bisa bg semangat begini. Numpang copas quote itu ya buat penginget.
Amin.. doa yang sama buat kamu..
Silakan..
top (y)
Terimakasih, sangat sangat menginspirasi
Kebetulan saya mempunyai masalah yg cukup pelik tentang jurusan kuliah, saya benar2 sangat bingung.
Saya sekarang kuliah di jurusan fmipa matematika smt 3, sebenarnya saya juga termasuk “salah jurusan”. Selama 3 smt ini saya menjalaninya sangat tidak serius.
Passion saya sebenarnya saya sangaaat ingin menjadi dokter, tapi sudah 2 kali mencoba saya tidak lulus, dan alasan saya ambil fmipa mtk juga untuk membantu saya di snmptn mendatang (2011 lalu) tapi ttp tidak lulus. Tentu saja semua orang jadi berpikir bahwa menjadi dokter itu memang bukan jalan saya, orang tua pun sudah tidak mendukung lagi, mereka memaksa saya untuk ttp di jurusan sekarang. Sampai saat ini saya masih mencoba mencintai jurusan saya dan mengubur mimpi saya menjadi dokter, tapi the more i try to forget, the more i want to get. Saya sampai benar2 merasa stres dan tidak tau harus bagaimana lg.
Jika berkenan, saya ingin berbicara lebih lanjut, mungkin bisa memberi solusi, tolong balas ke email saya sufiamonike@icloud.com
Terimakasih
Halo Sufia..
hm.. pasti gak enak banget yah rasanya? saya dulu pernah ngerasain salah jurusan, dan itu udah gak karuan rasanya… X_x
Hm.. ini agak bingung juga yah kasusnya.. kalau saya boleh saran, coba kamu terus nyoba untuk mengambil kedokteran sampai batas maksimal SNMPTN… (3 tahun setelah lulus yah kalau gak salah?) Baru kalau memang bener-bener sudah mentok (tapi semoga lulus), baru kamu boleh refleksi lagi, apa menjadi dokter itu benar-benar keinginan kamu? kalau iya, coba cari alternatif jalan menuju sana (misal, dengan mengambil kuliah kedokteran di luar negeri, yang gak ada batas minimal umur untuk masuk universitas).
Dan adalah penting untuk kamu mendapatkan restu dari kedua orang tua kamu. Karena restu mereka adalah restu dari alam.
Memang sih jalan akan terjal dan berat, tapi kalau memang menjadi dokter itu passion kamu, saya yakin kamu akan kuat menjalani ini semua..
semangat..
termotivasi sih, lumayan membantu, tapi masih galau T.T thanks
Halo dew..
Ayo ikuti kata hati kamu.. Smangat..
inspiring banget terjawab dah kegalauan ane hehe, terimakasih bang
Sama-sama Ramadhan…
Artikel ini berbobot isisnya ,, menginspirasi .. Tapi kaka ,, sya kira jarang orang ngalamin kyak saya .. Sampai skarang passion yang menonjol di diri saya apa .. Saya sendiri masih ragu dan bingung .. Mangkanya buat mutusin masuk jurusan mana univ mana aja pertimbangannya sangat2 antara peluang pkerjaan nanti , gaji , dan enjoynya ..
Saya orang yang paling sulit buat memutuskan ni kaka… Kalo boleh minta sarannya ya ka ..
Halo dini..
Hm… Gak masalah kok sebenernya kalau kamu belum tahu passion kamu itu apa. Normal banget ko.. Karena memang sebenernya kita butuh waktu dan banyak-banyak eksperimen untuk menemukan mana passion kita yang sesungguhnya.. Dan sayangnya hal ini gak bisa diburu2..
Tapi, kalau kamu punya pertimbangan antara peluang pekerjaan, gaji, dan enjoynya, saran saya, kamu pilih yang mana yang kamu enjoy ngerjainnya.. Karena kurang lebih definisi dari passion adalah: suatu pekerjaan yang paling membuat kita enjoy dan bersemangat. So, pilih yang paling bisa bikin kamu enjoy..
Smangat..
mungkin kakak bisa bantu permasalahan saya, apa yg kakak jelasin, itu bener-bener ngebakar semangat saya bgt utk masuk ke jurusan dalam pelajaran yg bener-bener saya tekuni. sebut saja, English Literature atau Sastra Inggris, saya punya cita-cita dengan kelebihan saya di bidang ini, saya pgn banget bisa menggantung cita-cita sampai ke luar negri, hidup, dan sukses disana. sbg mana pepatah, gantunglah cita-cita setinggi langit. tapi permasalahannya, saya anak IPA, tentu saja utk mengambil sastra Inggris itu melalui lintas jurusan, saya gak gengsi, tapi ketika penjurusan saya takut ka sama anak IPS yg mungkin bisa saya bilang bandel, hanya sekarang tak seperti pandangan awal saya, anak IPS itu asik, ya tapi saya anak IPA, dibilang salah ambil jurusan juga nggak, saya menikmati hari-hari saya menjadi anak IPA, tapi saya bener-bener ingin memperdalam diri saya dalam bidang jurusan Sastra Inggris, kira-kira ada masukan atau berita tentang lintas jurusan gak kak terkait saya ini yg anak IPA yg pengen masuk ke Sastra Inggris ? saya galau bgt. terima kasih
Halo andrew…
Saya coba sotoy dikit yah…
Pertama-tama saya tidak punya teman atau kenalan anak IPA yang masuk ke sastra inggris. Tapi, ada 2 orang yang bisa kamu ambil ceritanya. Pertama, teman saya ada yang minta dipindahkan dari jurusan IPA ke jurusan IPS (dia udah masuk IPA, tapi minta dipindah). Kenapa dia minta dipindah? karena dia lebih suka untuk belajar ekonomi dan ilmu sosial. Di saat orang-orang pada sibuk dengan gengsi IPA IPS, dia memilih untuk mengikuti kata hatinya dan tidak memperdulikan kata orang lain. Alhasil dia sekarang sudah lulus dari jurusan ekonomi UGM dengan IP Cumlaude (pernah ikut pertukaran pelajar ke korea juga selama setahun), dan sudah bekerja ke mana-mana (termasuk ke Indonesia mengajar, dll).
Teman saya yang kedua, dia anak IPA, tapi mendaftar di jurusan ekonomi pembangunan UI. Karena dia memang ingin masuk ke sana. Dan akhirnya dia pun diterima dan lulus dari sana..
So, apa yang bisa kita ambil dari sini? Gak masalah jurusan kamu apa sekarang, yang jadi masalah adalah kamu kejar passion dan cita-cita kamu. Insya allah semua akan terbayar pada waktunya..
Smangat..
makasih banyak infonya. Baru beberapa hari lalu mikirin soal ini, tau-tau liat posting ini, secara nggak langsung memotivasi. makasih banyak
Sama-sama syara… Senang bisa membantu..
bagus artikelnya
tapi bagaimanakah dengan angka pengangguran di Indonesia yang masih tinggi?
ini yang membuat orang tua was-was jika anaknya jadi pengangguran padahal sudah menyandang sarjana
dan memutuskan memilihkan jurusan yang terbaik buat anaknya.
sang anak tidak menyukai pilihan yang diberikan oleh kedua orangtuanya
Halo monika..
Yup.. pengangguran dan pekerjaan memang selalu menjadi salah satu perdebatan klasik di dalam pemilihan jurusan dan fakultas studi. Dan hal ini selalu jadi argumen orang tua untuk memaksakan suatu jurusan kepada anaknya.
Memang benar, hidup memang butuh uang, di mana dalam hal ini adalah pekerjaan. Akan tetapi, orang sering melupakan satu hal yang penting di dalam hidup, yaitu mengejar mimpi kita, apapun bidangnya (selain jadi mass murder, atau dukun cabul pastinya
). Kalau saya pribadi berpendapat tidak usah takut untuk takut pengangguran, karena duit akan datang dengan sendirinya (walaupun butuh waktu) ke orang yang mengejar mimpinya. Kenapa? Karena orang yang mengejar passionnya akan terus berproses dan menjadi jago dibidangnya, dan dengan itu, maka uang akan datang dengan sendirinya.
Dan jika masalah ada pada orang tuanya, kuncinya adalah membuktikan dan meyakinkan orang tua kita bahwa kita siap untuk memegang kendali hidup kita dan bertanggung jawab untuk mengejar apa yang menjadi passion kita sampai akhir.
Bagus bang! inspiratif. tapi.. aku masih ngerasa bingung aku suka dan minat di kedua bidang ini. tapi 1 bidang ini persaingannya tinggi sekali dan 1 bidang yang lain aku yakin insyaAllah masuk. kira2 gimana ya bang kalo boleh minta saran? terimakasih, sukses kuliahnya bang! semoga bisa jadi the next pak habibie:D
Halo Qothrunnada..
Terima kasih untuk pujiannya..
Hm.. kalau saya boleh ngasih saran, tinggalin itu yang namanya maen aman, dan ikuti apa yang benar-benar menjadi passion kamu.. Insya allah semuanya akan lebih enak untuk dijalani (walaupun jelas tidak enteng)..
Amin amin amin.. Terima kasih doanya.. semoga kamu juga sukses melebihi apa yang kamu pernah bayangkan..
smangat…
Thanks banget kak, artikel ini mengetuk pintu hati sy bgt. Btw kak, mau tanya boleh kan? .
Kalo misalnya sy tuh maunya kuliah di ptn di luar kota dr kota sy sekarang. Tapi, ortu gak ngijinin krn financial, tapi sy bertekad untuk tetap nekat pilih ptn di luar kota dan mencari beasiswa .. menurut kakak harus kah sy menuruti permintaan ortu sy?
Kalo boleh kasih saran yg menyediakan beasiswa
.. thanks ^^
Halo imwon..
Senang bisa berguna..
hm.. Kalau memang karena permasalahan finansial, mungkin kamu bisa membicarakan antara hati ke hati dengan orang tua kamu bahwa kamu sudah siap untuk hidup sendiri di luar kota, dan siap untuk mencari jalan sendiri ke sana. Saya rasa orang tua kamu akan mengerti kalau kamu memang sudah mantap (toh kamu gak berniat untuk main-main khan?
)
Duh, maaf sekali, saya tidak punya data tentang beasiswa apa saja yang tersedia. Tapi kalau pengalaman dari adik kelas dan teman saya, nekat daftar saja ke kampus mana pun yang kamu mau (ITB misalnya), dan untuk pembayaran uang masuknya, minta surat penangguhan pembayaran. Biasanya beasiswa banyak ada setelah kita berhasil masuk ke suatu universitas.
Semoga sukses yah..
kak minta emailnya dong, mau nanya dan curhat” untuk memantapin hati :’) hehe terimakasih
waduh.. agak susah euy kalo email pribadi.. saya jarang buka juga soalnya.. punten pisan..
sangat bagus


aku sendiri sudah membuktikan bahwa melakukan hal-hal yang benar-benar kita niati dan kita ikhlas melakukannya akan berdampak baik
aku sendiri masuk jurusan bahasa, tapi nggak pernah minder, justru aku bahagia karena aku melakukan hal-hal yang benar-benar aku cintai
terimakasih kak, artikelnya sangat inspiratif
Halo maria..
Sama-sama.. Terima kasih untuk pujiannya..
Gimana? seru khan menikmati mengejar hal yang kita senangin… Smangat terus yah.. wish you all the best..
waw, mantap nih artikelnya..
kalo boleh tau, dulu S1nya kuliah dimana & jurusan apa bang?
Halo bangson..
Terima kasih..
Di mana yah… Hm.. di sebuah universitas negeri di jawa barat, jurusan teknik elektro..
Terima kasih buat tulisannya kak, cukup untuk menampar saya
)
Saya seorang anak SMK tahun akhir. Basic saya di teknik khususnya mesin. Sekolah saya 4th, jujur 4th yang singkat itu cukup membuat saya cinta dgn dunia teknik dan melupakan passion saya sejak kecil didunia komputer dan pemrograman.
Seiring waktu semakin dekat dgn kelulusan dan masuk PT, passion lama saya muncul.
Saya ingin dunia perkomputeran, tapi sangat terasa berat untuk meninggalkan dunia teknik yang udah jadi basic saya. Jika saya ikut teknik, sesuai jalur saya tapi harus mengubur dalam2 passion awal.
Menurut kakak gimana? Makasih
Halo dedi..
Duh, maaf kalau ketampar.. X_x
Kalau saya tetep sih sama pendapat saya yang awal.. Tetep semangat ngejar passion kamu… Kenapa? karena tidak akan menyesal orang yang mengejar sesuatu yang benar-benar dia sukai..
Smangat…
It’s okay
Pertanyaan simple yang terus muncul tapi dalam. Mana yang harus saya dahulukan? Saya suka keduanya, saya cinta.
Sama seperti gini kak. Kita kecil suka sama orang A, karena suatu hal kita terpaksa meninggalkan dia. Sekarang kita sudah punya orang B, dan si A muncul didepan kita menawarkan sesuatu yg abstrak. Apa kita meninggalkan si B dan berpaling ke A? Atau ‘nikahi’ keduanya? Mana yg saya dahulukan?
Halo dedi…
Kalo memang begitu kasusnya, kamu memang harus pilih salah satu..
Salah satu pelajaran berharga yang saya dapatkan sewaktu jaman-jaman S1 adalah: Kita tidak bisa menjadi superman dan mendapatkan semua hal.. Dalam artian, kita harus fokus ke 1 mimpi yang kita kejar.. Kenapa? Karena pada dasarnya yah kita harus mengejar 10.000 jam itu…
Kalau istilahnya dosen saya (yang dulu pernah kuliah di Stanford Amerika), kita cuman bisa milih 2 dari 3 opsi sewaktu kuliah: Akademik, organisasi, dan cinta. Yup kamu bisa mengejar ketiga hal ini sekaligus… Tapi hasilnya gak akan maksimal..
So, silakan menimang-nimang mana yang akan kamu pilih.. Semoga berhasil..
Good! Tp ada seorang tokoh tung desem waringin mengtakan,pilih yg menghasilkan,lalu pilih yg anda sukai,dan bru pilih yg mudah.?
Halo Ella..
Well, kamu juga bisa melakukan itu.. (karena memang gak ada satu jawaban yang absolut benar di dalam hidup..
)
Tapi entah kenapa saya lebih cenderung untuk menyarankan untuk mengejar apa yang menjadi passion kita..
Terlebih lagi, berdasarkan pengalaman saya (dan melihat teman-teman saya), jika memilih jalan seperti itu, seseorang akan cenderung untuk berhenti di langkah yang pertama (pilih yang menghasilkan) dan sulit untuk memberanikan diri keluar dari comfort zone, dan mengambil langkah yang kedua (pilih yang anda sukai).
But then again, it is your life, your choice. You have the freedom to choose your way of life.. And no one have the rights to interferee with your life.
Terimakasih pencerahannya, Mas
Saya sedang membutuhkan ini
Sama2 dyah.. Semoga manfaat..
Saya merinding… I’ll reach my dream until wherever it is.
Smangat arief..
haha okedeh kak gakpapa
tanya dsini saja yaa
saya anak IPA yg ingin meluncur ke jurusan ilkom, saya suka sih menghitung tetapi saya jga sangat tertarik dengan dunia pertelivisian, dunia dibalik layar, dan suka advertising meskipunlah saya belum tau jelas dan belum mahir dengan apa yg mereka pelajari ._. dengan berbekal ketertarikan (minat) tanpa kemampuan (bakat yg mendukung) saat ini saya mampu kan menjalani hari” di jurusan ilkom? tidak akan bertemu dengan kata “salah jurusan” kan kak? :’)
menjadi seorang maba dan masuk di suatu jurusan belum tentu kita harus benar” mahir saat itu jga kan? terimakasih kak atas waktu luangnya
Halo widya..
Kalau memang kamu suka di bidang itu, jangan khawatir kalau sekarang belum jago. Toh itu dia khan gunanya belajar? :p
Kebayang gak sih kalo semua orang langsung jago? Gak ada yang butuh belajar donk?
so, tenang saja..kalau kamu suka, dan terus berusaha, insya allah jago cuman masalah waktu..
Smangat yah ngejar 10.000 jamnya..
Wah, tulisannya bagus, kak! Saya juga bangga banget punya orangtua yang mendukung passion saya. Contohnya waktu penjurusan IPA/IPS. Saya pilih IPS. Alasannya simple, karena waktu kelas 10 dulu saya merasa lebih nyaman dan lebih banyak tersenyum ketika mengikuti kelas sosial, ketimbang waktu di kelas alam hehe. Nah, tapi dari situlah saya tahu kalau saya mempunyai minat yang lebih besar dalam ilmu sosial, tapi bukan berarti saya apatis dalam mempelajari IPA. Karena semua ilmu itu kan saling melengkapi, betul kan kak?
Oke deh, terima kasih untuk tulisannya yang inspiratif, kak. Oh ya, doain saya juga bisa menyusul ke Jerman ya, kak!
Halo nadia… Terima kasih pujiannya..
Alhamdulillah banget itu kamu punya orang tua yang mendukung passion kamu.. hehehe.. Yup2.. bener banget yang kamu bilang.. semua ilmu itu gak ada yang di atas dan di bawah, karena semua saling melengkapi..
Tetap semangat yah.. Semoga kamu juga bisa sampai ke jerman.. amin…
blognya bagus lo kak

tolong pencerahannya kak,
kebetulan aku sekarang lagi bingung mau ngambil jurusan+universitas apa. apalagi aku udah kelas 3, tapi masalahnya aku gak tau passion aku itu apa
rencananya mau ngambil akuntansi, walaupun aku suka akuntansi itu mood2an, kadang suka kadang gak, jadi ragu nih kak.
pilihan kedua rencananya sastra inggris soalnya aku suka bhsa inggris, tapi gak suka sastra. nah jadi bingung lagi nih kak
Halo fitria… Terima kasih buat pujiannya..
hm… kalau berdasarkan pengalaman saya sih untuk tahu passion kita itu apa butuh waktu, dan gak bisa dipaksakan.. so, kalau saran saya, kamu perbanyak aja berjalan2 dan bereksprimen, sambil mencoba untuk mencari tahu apa passion kamu yang sebenernya..
Sedikit hint, cari hal yang paling kamu sukai, dan bisa bikin kamu lupa waktu kalau ngerjain hal tersebut..
Smangat…
setelah aku pikir2, rencananya aku ngambil akuntansi di UI kak. dan aku udah isi pilihan itu buat yg jalur undangan. Masalahnya, aku kan dari padang, jadi aku takut aja gak bisa bersaing sama orang2 di UI nanti, walaupun disekolah aku bisa dibilang lumayan berprestasi, tapi aku orangnya malesan kak, apalagi kalo disuruh bikin tugas. Apalagi akun di UI itu passing grade nya tertinggi di indonesia. gimana dong kak?
Halo fitria dini..
Jangan takut untuk bersaing. Kalau istilahnya orang jaman dulu, “sama-sama makan nasi kok”.. hehehe..
Kalau untuk masalah malas, cuman kamu yang bisa memutus rantai kemalasan itu. Maaf agak keras, tapi mau terus jadi anak kecil yang cuman bisa bermimpi kosong, dan bermalas-malasan, atau kamu mau jadi seorang dewasa yang berani bermimpi dan mengejarnya, semua pilihannya ada di kamu.
Smangat!!!
makasi ya kak motivasinya
doain aku bisa kuliah di luar negri juga ya kak. amin.
Aamiin.. Smangat yah..
Saya bener2 ngerasa seperti ada pencerahan di mata saya setelah baca artikel ini. Terimakasih admin!! saya semakin yakin untuk mengejar apa yang sudah saya cita2kan dari dulu meski persaingannya SANGAT MENYULITKAN dengan keadaan penerimaan maba 2013 sekarang. terimakasih admin! terus tulis artikel2 yg memotivasi seperti ini yaaaa
Halo c.seunhye… Sama-sama…
smangat terus yah…
Bermanfaat banget tulisan nya kak

saya semakin yakin dgn pilihan sya
doakan saya sukses ya kak
semoga sukses untuk kita semua
amiiin
Amin… sukses yah ismi…
alhamdulillah artikelnya ms nguatin niat aku buat ikutin ke jurusan yang aku mau. bukan ke universitasnya. makasih banget ya info dan motivasinya
sama-sama Hishban… Smangat terus yah ngejar passion kamu..
Saya mau nanya nih bang, saya punya impian untuk menjadi bidan. Tapi di sklh lagi ada snmptn undangan, dan saya ga mau ngambil. Saya takut bilang ke guru di sklh saya kalau saya ga mau ikut ptn, karena saya udah konsultasi ke guru les saya tapi kata dia coba aja dulu karena sayang kalo ga di coba. Sedangkan kalau saya coba saya takut diterima di jurusan tersebut. Gimana ya bang solusinya? Terimakasih
Halo sucy…
Saya coba jawab dikit yak.. punten kalau sotoy…
Hm… Kalau memang kamu sudah yakin bahwa menjadi bidan memang impian kamu, coba kamu beranikan diri untuk berkata tidak! Tapi, kalau memang kamu belum yakin, saya rasa gak ada salahnya mencoba. Kalau keterima? Yah gak usah diambil (kalau memang kamu gak suka jurusannya).. Intinya tetep sama. Ikuti kata hati kamu.. Dan jangan dengarkan kata-kata orang lain, meskipun itu guru kamu (selama niat kamu baik yah pastinya)…
Your life, your dream, and nobody (and nothing) can interferee with it…
Smangat…
keren mang artikel gni yg aqu cari buat jenjang aqu slanjutx cz skrng wktux buat aqu memilih passion aqu plus coment ortu..
skali lgi trims ksih
Terima kasih muchlis.. Smangat yah..
oh iya satu lagi klo mimpi kalian ga tercapai di PTN tertentu.. inget kuliah itu ga cuma PTN ternama aja… masih banyak yg lain bahkan swasta pun dapat bersaing jd gapailah mimpi kalian.. dan jangan beranggapan kuliah di swasta itu MAHAL.. inget!!!
Yup.. Benar sekali.. Jangan menyerah.. Saya juga punya seorang kenalan dari salah satu univ swasta di bandung yang berhasil masuk ke univ top yang ada di jerman..
Jadi, gak ada alasan untuk berkecil hati..
Setelah saya baca, saya semakin semangat buat ngikutin minat dan passion saya! Setelah mengikuti minat saya (memilih jurusan IPS), mungkin saya akan melanjutkannya melalui passion saya. Terimakasih banyak atas sharingnya
sukses~
terima kasih.. Semangat ratih..
Saya mau tanya bang. Saya sekarang kuliah di jurusan IT. Padahal dulu saya pengen jadi dokter tapi gak berani karena biayanya mahal. Saya masuk jurusan saya sekarang juga karena kata orang bisa gampang dapat kerja. Saya juga ngrasa “salah jurusan.” Saya mikir kalo pun saya gak bisa jadi dokter harusnya saya jadi ilmuwan biologi ato yang semacamnya. Tapi sudah terlanjur. Dan saya gak berani pindah jurusan karena bakal keluar biaya lagi bagi orang tua saya. What should I do?
Halo ajat..
Hm.. Kalau memang takut masalah finansial, sudah coba cari jalur beasiswa kah? Atau mungkin bisa dicoba jalur yang teman saya pilih. Kamu tamatkan dulu bidang kamu sekarang, kemudian baru mengulang di bidang yang kamu suka. Saya punya beberapa teman yang kuliah S1 di ITB, mereka merasa salah jurusan, dan kemudian setelah lulus mereka mengulang lagi S1 mereka di bidang yang mereka inginkan (di jerman)..
Tapi sebelum kamu meneruskan langkah kamu, coba kamu bicarakan lagi masalah kamu dengan kedua orang tua kamu. Karena bisa jadi sebenarnya mereka tidak keberatan secara finansial.
Smangat..
Maaf kalau saya kurang solutif..
Artikelnya mantap sekali. Bener bener membuka mata . Makasih banyak benar benar membantu
Terima kasih eunike.. senang bisa membantu..
inspiratif..
Terima kasih..
keren mas!!!!
Terima kasih..
boleh minta kontak mas wahidyankf ga?
Halo andi..
Maaf, saya gak bisa buka kontak pribadi.. punten pisan…
bagus bgd bg..:D
cocok nih abg jd motivator..hohoho,
karna saya sdg galau dalam pembuatan skripsi..
bkin blog ttg itu jg donk bg..biar dpet pencerahan kyk gni ni..hehe
Halo pute..
Duh, saya gak pantas jadi motivator, masih belum berhasil mencapai puncak dari jalur yang saya jalani…
Hm.. tentang skripsi yah.. sebenernya udah di draft sih, tapi karena satu dan lain hal, masih belum sempat saya selesaikan.. hehe.
Eniho.. semangat yah buat skripsinya…
- comment deleted by request from the commenter herself-
Halo stepitandean..
Mau saya ceritain sesuatu gak? Dulu, ada seorang teman saya berinisial F, dia seorang yang biasa aja, tapi punya mimpi untuk sekolah ke luar negeri. Si F ini pernah dapet nilai hancur-hancuran pas SMA (ranking 2 dari bawah) .. Tapi entah gimana dia make up semuanya di kelas 3, dan berhasil masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri teknik di Bandung. Singkat cerita, di kuliah dia merasa salah jurusan, dan pernah dapat IP hancur-hancuran.. Pernah di suatu waktu dia dapet IP 0,7 dari 4.0 , dan nyaris di DO dari kampusnya.
Tapi dia akhirnya tersadar dan memilih untuk tidak menyerah sama keadaan. Dia belajar mati-matian, dan berhasil lulus dengan IP 3.0.. Mungkin memang dia gak flashy seperti teman-temannya yang lulus dengan IP cumlaude 3.5 ke atas dengan waktu 4 tahun, tapi dia berhasil membalikkan roda kehidupannya di kampus, dan bahkan selalu mendapatkan IP di atas 3.6 (bahkan pernah 4) setelah 6 bulan dia mulai belajar gila-gilaan. Waktu berlalu, dia terus percaya dan mengejar mimpinya untuk kuliah ke luar negeri. Dan kamu tahu di mana dia sekarang? Dia sedang berada di eropa, berada di langkah terakhir untuk bisa mendapatkan kampus di benua biru itu.
So, apa yang bisa kita petik dari teman saya ini? Jangan pernah menyerah dan merasa terlambat untuk melakukan segala sesuatu. Biarin orang lain mencibir dan tidak percaya dengan kita. Tapi jangan sekalipun kamu kehilangan kepercayaan terhadap diri kamu. Pupuk terus mimpi kamu, banyak-banyak berdoa, insya allah semua bisa kamu wujudkan.
Smangat..
keren banget kak

tapi masalahnya saya sendiri benar-benar ga tau minat saya itu dimana, bakatpun tidak ada yg menonjol, semunya terlihat datar aja
saya rasanya juga ga pernah merasa tenggelam melakukan suatu aktifitas
saya bingung kak
kakak ada solusi ga?
Halo jojo.. Thx untuk pujiannya..
Hm.. kalau saya boleh komen, sebenernya yang namanya passion itu bisa kita ketahui dari seringnya kita mengeksplorasi diri kita sendiri. Jadi saran saya, adalah perbanyak frekuensi kamu mengeksplor diri kamu sendiri. Bisa dimulai dari banyak browsing di internet, ataupun jalan-jalan. Gak usah khawatir juga kalau belum ketemu, karena memang setiap orang berbeda-beda di dalam waktu menemukan passionnya. Yang terpenting adalah tetap berusaha mencari apa yang kamu mau, dan jujur kepada diri kamu sendiri.
Semoga sukses yah..
Semoga saya juga bisa bergelut di dunia yang saya inginkan. karena kuliah dan bekerja dibidang yang tidak kita inginkan itu melelahkan
Amin..
saya kelas 3 SMA program IPA. tiga bulan lagi saya akan menghadapi UN. Jujur saya sangat belum siap. Karna materi yg sgt minim yg saya kuasai. Saya merasa bodoh dikelas, teman sekelas nyambungnya cepet banget, sdangkan saya begitu terbata-bata utk mengikuti pelajaran. Dirumah pun demikian, saya mencoba belajar sekeras mungkin, tapi hasilnya nihil. Otak saya begitu lamban dalam menangkap apa yg saya pelajari. Saya benar-benar frustasi. Materi dari kelas 1-kelas 3 saya masih belum paham. Sering bila saya ditunjuk mengerjakan dipapan tulis oleh guru saya saat pelajaran MTk, saya benar-benar bingung. Saya tidak paham dgn pelajaran saya sejak kelas 1 SMA. Pada titik ini, saya merasa sangat bodoh
Semangat Ani.. Jangan pernah menyerah dan berhenti berusaha..
Keren bang tulisanya:))
Gimana kalo udah tau passionnya, tapi di satu sisi, kita liat banyak orang yang punya passion yang sama, dengan kemampuan lebih dari kita? Misal ya bang, pengen masuk kedokteran gitu, tapi kita tau ada orang lain yg lebih pas buat diterima di kedokteran. Lagian, di kedokteran, kita kan ngabdi sama masyarakat juga, dan masyarakat berhak mendapatkan yg terbaik*geje ya bang*
Passion, kalo passionya mainstream gt, pindah ke second best passion, endingnya tetep bakal bilang “coba dulu gue ikutin apa passion gue, kejar sampe dapet, pasti gue sekarang…..” gak ya bang? Hehe, thanks before:)))
Halo uswaaaa..
Hm.. IMHO, gak ada yang bisa menjamin bahwa ke depannya seseorang akan lebih baik daripada kamu.. Jadi jangan berkecil hati.. Kejar hal yang menjadi passion kamu.. Jalani hidup tanpa penyesalan sedikit pun..
Smangat!!!
bisa kasih tips ga kak dengan kondisi ku yang kayak gitu?
hallo kakak,
saya anak IPA kelas XII yang bener2 lagi galau jurusan,
saya anak ke-2 dari 2 brsaudara, saya tumbuh di keluarga IPS, ayah saya pas kuliah Ekonomi, ibu saya kuliah di Hukum.
nah dari kecil saya ini di cap sebagai anak yang “IPA bgt” sedangkan kakak saya dicap sebagai “nggak terlalu IPA” karena saya dianggap saat itu lebih pandai hitung mengitung dibanding kakak saya.
kakak saya dulu IPA tapi pas kuliah banting stir jadi IPS, dia berhasil masuk HIUI.
nah dibalik kesuksesan kakak saya itu, itu juga menjadi pressure buat saya karena saya merasa dituntut untuk menjadi minimal seperti kakak saya
sedangkan sebenarnya beberapa bulan terakhir saya merasa bahwa bakat dan passion saya ini ada di bidang Ekonomi, khususnya akuntansi
nah saya sadar saya salah jurusan, sedangkan ortu saya bener2 berharap saya bisa jadi dokter atau insinyur, karena mereka ingin minimal ada satu anggota keluarga yang di bidang IPA.
ini semua menjadi beban di pikiran saya, di satu pihak saya mau mengejar passion saya di ekonomi,
di lain pihak saya sangat ingin membanggakan ortu saya.
saya benar2 pusing, mohon bantuannya.
Halo andyan..
Kejar passion kamuuuu… Smangat.. Kamu pasti bisa.. Toh jadi engineer gak segitunya juga kalo memang kamu gak ada minat.. Ntar malah jadi stress…
Kamu bisa nego dan bilang ke orang tua kamu.. Tapi tanpa emosi dan merendahkan mereka yah negonya..
smangat.. Kamu pasti bisa..
Halo ani..
Kalo tips simpelnya sih banyak2 kerjain soal latihan.. Seenggaknya kamu akan familiar dengan soal-soal tersebut..
Tapi yang paling penting, jangan pernah menyerah yah.. Semua usaha pasti akan terbayar…
Smangat..
ass.
subhanaallah bagus artikelnya!
klo boleh tw k2 kerja apa skrg/kdpannya mau krja apa n dimana?
sy ank kls X, sy benar2 bingung sm minat sy. miungkin sy pikir sy mw perpajakan, tp itu msk ke ips kan? sdngkn ortu mau ipa. jg kata org2 ipa lebih bnyk peluang. sy ipa ips samasama saja kmpuannya. tp krn ips lbih gmpng jd nilai sy lebih tinggi di ips.dan impian sy msk UI dn go to international , jd duta besar , menurut kakak gimna?
terimakasih sblmnyaa
wss..
Halo elsa..
Saya sekarang lagi nyoba untuk kejar mimpi saya kuliah di luar negeri.. Ke depannya mau bikin portal buat belajar online..
Kalo kata saya, ikuti mimpi kamu.. Karena peluang kerja akan sama besarnya, selama kamu memang punya kompetensi di bidang tersebut..
Smangat..
mantap gue setuju ama lo bro..
gmna klo aku ga’tau passionnya dmnaa ?? balass donkk,, yah,,
Halo jannah..
Kalau saran saya, perbanyak eksplorasi diri kamu.. Cari kegiatan yang menurut kamu asik.. Tapi yang terpenting, jujur sama diri kamu sendiri, hal apa yang terpenting buat kamu, dan pengen kamu lakukan sepanjang hidup kamu..
Gudlak..
saya kls 3 program IPS. tapi dari kls 1 SMA saya sangat menyukai pelajaran IPA. sementara saat pelajaran IPS berlangsung saya kurang mengerjakannya dengan maksimal dan mood2-an. saat dikls 2,saya menyadari bahwa tdk ada yg perlu disesali dan saya hrs memaksimalkan diri saya di IPS mulai saat itu. tapi di kls 3 sekarang ini,saya kembali berfikir. saya ingin kuliah di jurusan IT,sementara kalau di PTN itu jurusan IT hrs dari IPA. maka,pada awal masuk kls 3 saya langsung ikut bimbel IPA. agak berat memang,tapi ini keinginan saya. sebenarnya saya mau saja ambil jurusan jalur IPS seperti komunikasi(Broadcasting) atau sastra Inggris,karna saya lebih suka kepada hal2 yg berbau teknologi,bukan politik/ekonomi. tapi di lain hal,orang tua saya tdk menyetujui saya untuk masuk di jurusan komunikasi/sastra Inggris tsb. saya sempat berkecil hati karna menurut saya,IT,broadcasting,sasingg itu adalah minat saya. saya ingin mempelajarinya lebih dalam lg. kadang saya sempat sangat ‘jatuh’ kalau ortu saya berbicara ttg anak temannya(lebih tua dr saya) yg diterima dijurusan kedokteran (ortu saya profesi dokter),saya dipaksa untuk mengikuti kemauan ortu saya. bagaimana menurut kakak?
passion saya di IT,tp saya hrs mempelajari pelajaran IPA dalam waktu yg singkat. apa mungkin? apa yg sebaiknya saya lakukan?
mohon solusinya ka,terimakasih
Halo alia…
Kalau memang kamu minat di jurusan IT, gak perlu kuliah di negeri juga sebenarnya.. Asal kamu juga rajin membaca buku-buku kuliah yang jadi standar anak IT di dunia..
Kalau kamu memang sudah benar-benar niat di IT, kamu harus lebih pede ngomong ke orang tua kamu kalau kamu sudah bulat mau ke sana.. Biarkan orang tua kamu gak yakin sama pilihan kamu.. Tapi sebagai gantinya, kamu tunjukkan kalau kamu bisa berprestasi di bidang IT..
Semangat terus buat mengejar mimpinya..
terima kasih kakak
Sama-sama shofia..
Really good:-)
keep your hope up high. . Be patient. . Really2 patient. . . . Terpotret sudah kalimat ini. . . Thank you:-)
Sama-sama zakiyah..
woooww mungkin saya dulu salah tidak mengikuti passion saya, tapi rasa syukur membuat saya akhirnya bahagia tentang pilihan saya
Cantik sekali…
Semua pertanyaan dlm otak gw k’jawb smua…
Trima kasih..
Sama-sama tole..
halo kakak saya masih kelas X, gini nih kak mau tanyak kan ada tugas BK disuruh buat cita-cita mau jadi apa,kemampuannya apa,mau milih jurusan apa, kuliah dimana…
) terimakasih sebelumnya
)
nah itu saya masih bingung soalnya saya itu ipa ips waktu smp hampir setara, tapi saya unggul di b.ing, mat dan tikom . Nah sedangkan saat pembagian raport kemarin semester 1 nilai ips saya memang lebih tinggi daripada nilai ipa saya, gimana deh itu kak solusinya? dan saya harus milih jurusan yang mana?dan sebaiknya untuk kuliah memilih untuk masuk kemana? (maaf ya kak kalo pertanyaannya nyusahin
Halo diar..
Saya coba nyotoy yah di sini.. Kalo menurut saya, tinggi rendahnya nilai kamu tidak perlu dipikirkan. Yang menurut saya penting di dalam pemilihan jurusan adalah di mana minat kamu berada.. So, saran saya, jujur dengan diri kamu sendiri, hal apa yang paling kamu sukai.. Dan di sana lah kamu harus mengejarnya..
Smangat..
Saya anak IPA kelas XII. Saya sedang galau memikirkan fakultas apa yang akan saya pilih setelah ini. Di IPA tidak ada 1 pun pelajaran yang saya minati. Dulu saat kelas X memang saya sangat menyukai pelajaran kimia dan ingin masuk ke farmasi, tetapi sekarang saya sudah tidak meminatinya lagi. malah dipikiran saya adalah masuk ke manajement. Sulit tidak anak IPA masuk ke jurusan tersebut? Dan saya memiliki minat lebih ke manajement, padahal saya tidak tahu apa saya punya bakat di situ.. Minta pendapatnya ya kak?
Halo TripleSBana..
IMHO, bakat tidaklah relevan dalam pemilihan jurusan.. Yang paling penting adalah jurusan mana yang paling kamu inginkan.. Kalau dalam hal ini kamu memang suka manajemen, maka kamu kejar itu jurusan sampai akhir.. Lupakan saja IPA.. Kalau memang kamu mau berusaha, insya allah kamu akan bisa menaklukkan jurusan itu..
Smangat!!! Jangan pernah menyerah..
Halo kak, artikelnya keren banget.
Kak, tolong bantu saya ya, lagi bingung nih. Jurusan yang saya pilih, ternyata juga di minati temen saya. Parahnya, nilai saya ada dibawah dia. Saya kan jadi minder dan gak PD dengan nilai saya yang kayak gitu. Mana, temen saya juga mau ke univ yang sama lagi!
Kira-kira saran kakak, mending saya pindah ke jurusan lain/tetep dengan keinginan saya itu?
Makasih banyak banget kak,
Halo ifa..
Terima kasih untuk pujiannya..
Kalau saya boleh saran, ada baiknya kamu tetap kejar jurusan kamuuuu.. Bukan kamu yang berhak memutuskan kamu layak diterima atau nggak, tugas kamu adalah berusaha semaksimal mungkin, dan berdoa semoga kamu diterima..
Smangat… Jangan pernah menyerah dan pindah jalur sebelum berusaha sampai akhir..
Saya menyukai artikel ini.
Namun, saya masih belum benar-benar mengenal passion saya. Padahal, saya termasuk orang yang senang dengan bacaan tentang kepribadian,
Salah satu cita-cita saya adalah dokter. Namun, terkadang saya berpikir bahwa menjadi dokter kurang pantas untuk orang yang kurang pintar dan kurang disiplin seperti saya.
Hobi saya adalah bermain komputer, piano, dan menulis atau mengarang (sayangnya, jarang punya ide, jadi saya jarang mengarang).
Saya meminta tolong untuk memberikan sedikit tips.
Terima kasih.
Halo syifa.. Terima kasih untuk pujiannya..
Hm.. Sebenernya jawaban dari saya akan tetap sama, kerjakan dan pilih apapun yang menurut kamu kamu bisa mengerjakan hal tersebut tanpa beban, enjoy, dan tanpa mengenal batas waktu..
Semoga sukses..
kakak dulu jurusannya apa?
Halo bagas.. Dulu saya jurusan teknik elektro..
nice post ! (telat baca)
aku akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan tahun ini (InsyaaAllaah)
rencananya pengen masuk suatu jurusan di universitas X yg bener.bener aku pengen..
tapi, peluangnya kecil.
apakah aku harus masuk ke universitas yg lain? toh, jurusannya sama gitu ?
aku bingung :’(
aku berusaha mmbunuh perasaanku utk kuliah di Universitas X, karena kalo udah lulus nanti, pasti kerjaannya sama, salahkah aku mencoba berfikir begitu ?
Terima kasih zara..
Kalau saran dari saya, jangan menyerah kalah dulu sebelum berperang.. Jangan kamu bunuh mimpi kamu… apalagi sebelum kamu mencoba..
Smangat…
gimana niiih??
ak anak kelas XII SMA dan jurusan ipa
toi buat prodi di universitas ak mau ambil yang jurusan ips
apakah bisaa??
help me
tolong kasih saran ya
thanks
Halo pepe..
Kalau berdasarkan temen saya dulu sih bisa… asal kamu mau belajar lebih buat IPS…
keren banget bang!!
oiya, aku sekarang kelas XII IPA, dan sebentari lagi SNMPTN jalur undangan kan dibuka. dan sampai detik ini aku masih galau pilih fakultas dan universitas. mungkin emang kesalahan aku dari awal, memilih jurusan IPA. dulu emang punya cita-cita jadi dokter, tapi itu juga karena paksaan Mama. Jadilah aku yang setengah hati masuk jurusan IPA. Bisa dibilang nilai-nilai mapel IPAku pas-pasan. aku punya minat di bidang sastra perancis. nilai-nilai bahasa perancisku disekolah-pun lumayan.
pingin banget nerusin di bidang sastra perancis-yang notabene masuk rumpun IPS-.Tapi denger-denger sulit ya buat anak IPA masuk prodi IPS?Katanya sih karena di dalam raport anak IPA nggak ada nilai IPSnya (kecuali kelas 1)
ini bener nggak sih bang?
aku harus gimana dong? masih nggak ikhlas kalo harus masuk prodi IPA yang bikin mual setiap hari
terimakasih ya bang
Halo jiko tan.. Terima kasih untuk pujiannya…
Hm… jadi kamu gak bisa masuk lewat jalur undangan donk yah? Tapi masih bisa masuk lewat jalur biasa khan yah?
Sulit.. tapi bukan tidak mungkin… dan saya yakin, kalau kamu memang benar-benar niat, dan berusaha, pasti bisa masuk ke program yang kamu pengenin..
Saya dulu punya temen dari program IPA juga, tapi akhirnya dia masuk jurusan IPS di kuliah S1 nya.. kosong setaun dulu sih dia, tapi pada akhirnya happy ending ko…
Smangat..
@wahidyankf
makasii
semoga bisa
amiin
ini juga berniat belajar IPS
ngomong” tau ngga universitas mana yg bisa nrima anak ipa masuk jurusan ips??
@jiko tan
yeah
kita sama aku juga mau masuk jurusan H.I
ayoo kita berjuang
berdoa
FIGHTING !!
bagus kak tulisannya.. sukses ya buat S2 ny kak^^
oh iya kak aku mau tanya nih. aku anak sekolah kls 1sma, dan hal yg bikin galau it pasti kakak tau kan? yaaa galau satu yaitu jurusan Ipa/ips dan galau 2 utk kuliah nanti. nah kalo soal jurusan ipa/ips aku kayaknya lebih mengarah ke ips kak, dan org tua pun juga ngedukung ke mana minatku.. skrg masalahnya utk kuliah aku pengenny ke teknik informatika, gimana itu kak kira2?._. aku dengar2 kalo teknik informatika kan itu dari IPA. duhhh aku jd bingung
Terima kasih doanya.. amin..
Kalau memang kamu bener-bener pengen di Teknik Informatika, kuatkan dirimu untuk menerima pelajaran IPA.. Kecuali kalo kamu tahu tempat buat belajar T. Informatika yang bisa dari IPS..
Smangat…
Amin…
Setahu saya (waktu zaman saya dulu), bukannya hampir semua univ bisa yah? Asalkan kamu lulus tesnya..
bagus yaaa
Terima kasih…
keren banget ka artikelnya. jadi makin semangat buat kuliah
)
tapi aku bisa minta saran ga ka, jujur aku ini orangnya cepet bosen dan sangat moody. aku juga termasuk orang yang senang belajar tapi tergantung pengajarnya. apkah ngebosenin,nyebelin,ngebetein atau ngga. nah yg jadi permasalahanku kalo misal nnti aku kuliah dpet dosen yg ga enak gmn, takutnya juga itu yang bikin aku jadi ga semangat belajar apalagi yg sesuai passionku. gmn ya ka? plis butuh sarannya dan thanks before
Halo clara.. Terima kasih..
Sebenernya itu resiko yah.. Karena di dunia ini gak akan ada hal yang 100 persen lancar.. Termasuk dosen yang gak enak DLSB…
Cuman 1 sih solusinya kalo kata saya:
Smangat..
haha, oke kak. makasih banget. doain lulus dan lolos ke univ + sesuai passion ku ya kak.
Aamiin…
Keren kak
)
Terima kasih..
aduuh kak, artikelnya bagus bgt.. memotivasi abis! . tapi aku malah jadi bingung, passion aku apa, kayanya apa yg aku lakuin,semuanya imbang, ga ada yg banget2 disuka. terus aku mesti milih jurusan apa dong :’( .hiks #aku kls 3sma .makasih kak
Terima kasih gita..
Coba kamu jujur sama diri kamu sendiri, apa yang paling kamu nikmatin (meskipun itu cuman sedikit lebih nikmat dari yang lainnya)..
sedikit termotivasi sm tulisan kakak, tp masih galau SNMPTN 2013
((
Smangat nana…
Trimakasih byk kak… Ini dapat membantu saya dalam penentuan jurusan…
Sama-sama Kurnia.. Senang bisa manfaat..
aduhh berjuang di IPA ini yg kayaknya berat kali kak, kalau misalnya aku gak ngikutin keinginanku yg di T.informatika, aku harus kemana ya setelah lulus nnti dri jurusan Ips? kira2 kalo yg dri jurusan Ips utk nyambung ke bidang komputer bisa kan kak? ya selain T.informatika lah kak.. bisa kak?
Jujur yah firda, saya gak tau apakah bisa masuk atau tidak.. soalnya aturan pendidikan saat ini mungkin saja sudah berubah dibandingkan dengan jaman saya dulu.. Tapi kalau saran saya, kalau memang kamu suka Teknik Informatika, kamu kuat-kuatin itu kelas IPA, karena basic yang kamu dapatkan akan memperkuat pola pikir kamu sebagai orang teknik…
Smangat..
oh gitu ya kak.. emang sih org tua jg blg gtu, tp org tua gak maksa seluruhny diserahkan sm aku kemana aku suka dan mampunya.. yauda deh makasi banyak ya kak ^^
sama-sama firda.. semoga sukses yah.. smangat..
tergantung kita nya juga., lingkunagn bagus tapi kalau kita cuma numpang oke doang wah salah tuh.,kasian duit ortu di hambur2in .,.,
gak mikir apa gimana perihnya nyari duit
, niatlah yang ikhlas, tulus, jujur, dan yang pasti nya sabar yang pernah ada batas.,.,
nice artikel kak,,
py msh galau milih jurusan nih, aq pengen ambil jurusan FK, py ortu gx ngasih restu, ktany biayany mahal smpe ratusan juta.. Beliau malah nyaranin ambil fkip aj..
Halo firda..
Kalau memang biaya alasannya, jangan dulu menyerah.. Coba kamu cari universitas mana saja yang bisa memberikan beasiswa di jurusan FK.. Atau di kampus mana saja yang jurusan FKnya bagus tapi relatif murah..
Smangat!!!
bagus bgd kak artikelnya:)
mau share nih,,,
aku ank klas XII-IPA, dan saat inipun aku msih sangat bingung untuk mnntukan dimana aku akan kuliah dan mau ambil jurusan apa???
smster 1 kmrin, orang tuaku nyuruh ambil kedokterann kak, sebenere c tertarik, tapi aku ini orangnya penakutt, jijikan, takut ama darah juga….jadi aku ptuskan lw gabakaln ambil jurusan kedokteran, ,
sbnre aku tertarik ama biologi, bagiku biologi itu asyik, mempelajari tentang ciptaan Tuhan, tapi ,,jujur ya kak, nilai biologiq paling jlek ndri dikelas,sulit mmhami lagi, apa lagi dger2 klo orang biologi itu hafalannya hrus kuat, lha sdngkan aku orangnya gmpang hfal, tapi gmpang juga lupa,nah, ini yg bikin aku negatif thinking tuk ambil jurusan biologi, aku sekarang dilanda kebingunan kak, sedih gara2 mikirin jurusan, dan aku putuskan tuk ambil sastra inggris aja lah, bgiku sastra inggris itu gmpang2 sulit, gmpangnya krna aku udah terbiasa brbicara b.ing d skolahanq, dan aku udah tahu dasarannya, tapi sayang, aku gak bgitu tertarik dgn sstra inggris, jadinya kyk terpksa gitu,dan sampai saat inipun, aku msih lum tahu apa bakatku dan kedepannya mau jadi apa??trus gmn mnrut kakak??
i need your help
Halo asfa.. terima kasih…
Hm..Kalo kata aku, selama kamu punya passion ke suatu jurusan, masalah hafalan dll bisa dilewatin kok pasti…
Jadi, kalo saya boleh saran mah tetep kejar minat kamu di biologi..
Smangat..
makasih kaka…
so inspiration…
semoga saya bisa masuk UI-Ilmu komunikasi, walaupun jurusan saya saat ini adalah ipa.. saya akan berusaha, karena saya telah menemukan passion saya..
makasi kaka
Sama-sama ulva… Amin… smangat terus yah…
Banyak banget yang bilang kayak gitu ke gue. Tapi kenyataannya, menemukan passion yang gue banget aja masih susah. Menurut penulis, passion bisa bercabang nggak sih? Bercabang ke dua dunia yang sangat berbeda. Satu jurusan IPA, yang lain IPS. Nah kalau kayak gitu, gue harus pilih yang mana buat daftar snmptn undangan. Makasih buat sarannya.
Hai agnes..
Bisa aja, kenapa nggak?
Pilih yang paling kamu sukai..
uh… lihat universitas gini terasa ingin cepat kulliah mudah-mudah bisa masuk ke ITB amin….
amin…
mass saya copas ke blog saya .. tp udah saya sertakan sumbernya .. saya ingin bagibagi ilmu brmanfaat ini ke temen saya .. terimakasii ya mass
silakan..
MOTIVASI BANGET
tapi say masih bingung mau pilih IPA or IPS nih kak
terima kasih..
hm.. kalau masih bingung, pilih aja berdasarkan pelajaran yang kamu paling enjoy buat pelajarin..
keren parah!!!!
semoga berguna..
Hallo kak..saya mau tanya nih! Saya seorang mahasiswi ilkom di salah satu PTN favorit. Tapi saya kurang begitu respect sm jurusan saya. Rencananya sih saya mau ikut SNMPTN lagi tahun ini. Tapi bingung nih kakk, karena sampai saat ini Saya msh blm tau dimana passion saya. Gimana ya kak?? Mohon sarannya ya..thankyou:’)
Halo Faulizar..
Coba kamu baca deh tulisan saya yang ini:
http://wahidyankf.wordpress.com/2013/01/26/mari-mengetahui-dan-mengenal-passion-kita/
siapa tahu bisa berguna untuk meringankan kegalauan kamu..
Smangat!!!
Makasih ya keren banget
Tapi seandainya kita milih jurusan yang kita mau, trus orang tua tetep ga setuju gimana?? Saya jadi sedih mau ngejalaninnya
Halo Laurensia..
Terima kasih untuk pujiannya..
Udah coba kamu tanya ke orang tua kamu kenapa mereka tidak setuju? Siapa tahu ada alasan dan hikmah dibalik itu semua..
Tapi kalau kamu memang benar-benar ingin masuk ke jurusan yang kamu inginkan, coba kamu nego orang tua kamu secara halus.. Karena orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.. walaupun caranya belum tentu disukai oleh anaknya..
Smangat!!
Bagus banget kak artikelnya, ngebuka pikiran buat nentuin jurusan mana yang cocok. Tetapi , saya masih bingung buat milih jurusan apa dan dimana untuk ngisi SNMPTN Undangan nanti. Saya sebenarnya ingin jadi psikolog, tapi psikolog yang lulusan UI. Tapi saya anak IPA kak, sedangkan psikologi UI termasuk program IPS , dan anak IPA tidak boleh memilih jurusan psikologi untuk anakSNMPTN Undangan. Bagusnya saya milih apa kak? Sedangkan di UNPAD, psikologinya jurusan IPA. Tetapi saya juga sangat ingin sekolah Di UI. Tolong sarannya ya kak, makasih kak
Halo adin.. terima kasih untuk pujiannya..
kalau memang kamu ingin menjadi psikolog dan di UI, kenapa tidak mencoba untuk masuk di jalur SNMPTN biasa? Anak IPA bisa khan yah kalau untuk SNMPTN jalur biasa?
Smangat!!!
Tetapi untuk SNMPTN undangannya milih apa kak? Kan sayang kalau kesempatan SNMPTN undangannya dilewatin. Mohon bantuannya kak, makasih kak
Tetap pilih jurusan yang paling kamu suka.. Di mana pun itu..
Saya uda baca artikel kakak yg mengenai passion, timbul pertanyaan lg nih kak..kakak sendiri kan nemuin passionnya selama 4 tahun. Nah berarti sewaktu kakak kuliah S1 baru ketemu passionnya ya? Trus gimana tuh kak? Boleh dong kak share ceritanya..siapa tau saya jg gitu hehe
Halo faulizar.. Punten pisan, saya gak terlalu berminat untuk cerita, karena takut dianggap pamer..
Tapi iyap, saya baru ketemu waktu saya kuliah S1..
wish you all the best..
Assalamu’alaikum…
Tulisannya keren…
Kak, awalnya sy udah mantep mau masuk di salah satu perguruan tinggi negri di surabaya, tetapi barusan ayah bilang kalo lebih baik di malang. Sedangkan di malang peluang saya lebih sedikit untuk lolos PTN undangan. Aku jadi bingung…
Oiya, mengenai masalah passion… Sejujurnya sy kurang paham. Tapi saya suka dengan dunia sosial dan ilmu psikologi. Masalahnya sy ada di jurusan ipa. Dan orang tua sama sekali tidak memberi restu untuk ke jurusan tersebut. Beliau menghendaki sy di MIPA atau pun keguruan.
Butuh commentnya nih… Trims
Halo lia.. terima kasih..
Kalau saran saya, ada baiknya jika kamu bertanya lebih dalam kepada orang tua kamu tentang alasan kenapa mereka bersikap seperti itu.. mungkin ada alasan yang masuk akal dibalik semuanya..
Bagus sekali kak tulisannya. Saya jadi terinspirasi dan sekarang saya berniat untuk memberanikan diri bilang ke ortu (sebelumnya saya cuma ‘nurut’ aja dan sedikit ‘berontak’). Memang benar, mimpi itu harus diperjuangkan ya
terima kasih ristiana..
Smangat.. semoga sukses yah..
Makasih ya kak..
Membantu sekali..
sama-sama sinta.. semoga manfaat..
like ^^
tapi sy msh bngung dgn passion sy. T^T
Terima kasih..
Smangat.. semoga cepet ketemu yah passion kamu..
Aku juga galau bner ini kakak mau kuliah dimana.. Aku ngrasa klo passionku itu ke teknik informatika jdi programer gtu.. Cuma berhubung Nilai rapot udah terlanjur pas pas an..jdi gak convident bget buat optimis msuk PTN.. Pdhal msuk PTN pgen ngincer beasiswanya .. *sediiih deh
smangat!!! jangan menyerah sebelum janur melengkung!!! *eh*
Kamu pasti bisa!!!
Tulisannya keren badai kak (y)
Kak, boleh minta saran?
Saya kelas XII IPA, sebentar lagi pendaftaran SNMPTN undangan akan ditutup, tapi saya masih ‘galau’ dlm menentukan PTN dan jurusan.
Dulu saya pengen masuk UI, terus berjalanannya waktu, saya jadi lebih pengen masuk ITB. Sejak saat itu, tepatnya 5bulan yg lalu, saya menargetkan ITB adalah buruan utama saya. Saya bertekad utk diterima di ITB dgn sgala usaha saya, walau nilai rapot saya pas-pasan, walau otak saya pas-pasan, begitu pula dgn uang orang tua saya yg pas-pasan, saya ingin ITB.
Tapi, sebulan yg lalu, saya dibuat galau dgn Expo campus yg diadakan kakak kelas saya. Waktu itu ada promo ttg UI. Disitu saya sedikit tertarik utk masuk UI. Jadi intinya saya galau memutuskan utk mendaftar di UI atau ITB, dgn nilai rapot saya yg pas-pasan. Nilai rata-rata rapot saya dari semester 1-5 adalah 82, 81, 80, 82, 85 . Saya merasa nilai tersebut kurang pantas utk bisa diterima di UI atau ITB.
Pokok permasalahannya seperti ini:
Saya sangat ingin ITB karna inilah sekolah impian saya sekarang, tapi utk diterima di ITB saya pikir sulit dgn nilai rapot saya yg seperti itu, ditambah lgi saingan saya dari satu sekolah, teman-teman saya yg nilainya canggih2 (87 keatas) banyak yg mendaftar di ITB. Disini saya bersifat realistis.
Saya ingin masuk UI karna saya merasa saya lebih perpeluang masuk UI daripada di ITB, karna di UI banyak kakak kelas saya dgn sederet prestasinya, hal ini berpengaruh bagi kami adik-adiknya dan juga saingan teman satu sekolah saya tidak terlalu ketat dibandingkan ke ITB, ya walau nilai rapot saya masih dibawah mereka, tema2 saya yg ingin mendaftar ke UI, nilai rata-rata rapot mereka tuh 84-an kak. Kalau pun saya masuk UI, saya iklash (pede bgt gue) karna memang awalnya UI adalah sekolah impian saya sblum saya lbh tertarik ke ITB.
Mohon sarannya ya kak, Maaf tulisan saya terlalu panjang
Semoga Tuhan selalu membalas kebaikan kakak, Aminn
Halo ana.. Terima kasih untuk pujiannya..
Wow.. mau tau sesuatu gak? Nilai rapot kamu lebih bagus daripada nilai saya waktu SMA dulu.. :p
Btw nanya donk, emangnya nilai rapot berpengaruh untuk penerimaan yah? Kalau nggak, kenapa harus takut? Banyak kok kejadian yang nilai rapotnya lebih rendah masuk, dan yang lebih tinggi malah nggak..
Smangat!!!
kakak, aku sigit nugroho kebetulan aku punya kasus yang sama. aku punya kasus yang sama nilai rata-rata aku di raport selama 5 semester 80an dan aku 3 semester sekitar 79an. tetapi, aku pingin banget masuk UI pilihan pertama komunikasi pilihan ke 2 psikologi dan aku sudah finalisasi dan aku agak optimis walaupun nilainya pas-pasan tetapi aku yakin bisa masuk UI dan aku tetap nyoba walaupun nilainya biasa-biasa saja.
halo sigit..
Jangan menyerah sebelum dicoba.. Tetap berusaha.. Insya allah pasti bisa.. Banyak banget kok kejadian yang nilainya lebih rendah di sekolah masuk, dan yang lebih tinggi nggak masuk.. Karena seinget saya, prosedur masuk universitas tidak ditentukan berdasarkan urutan rangking di sekolah.. Smangat!!!
halo kak artikelnya bagus nih,cocok buat aku yang lagi galau milih jurusan.hehehe
apalagi fisika.,saya inginya sih berkuliah di jurusan ekonomi manajemen di UNDIP.impian saya bisa go international ke amerika seperti kakek saya dulu yang ahli dalam ilmu ekonomi..soalnya saya juga ahli dalam bahasa inggris.mohon bantuanya kak untuk membantu langkah saya kedepanya..Terima kasih
aku adalah kelas X sma..di semester 2 ini aku lagi bingung dalam memilih jurusan,orang tuaku sih terutama ibu lebih menyuruhku masuk jurusan IPS karena ibuku seorang sarjana hukum ,kalo ayah si terserah tetapi lebih condong ke IPS juga kak..tujuan orang tuaku menginginkan aku masuk IPS sih adalah karena mereka ingin aku lebih berprestasi di bidang kelas IPS..kata orangtuaku kalo masuk ips aku bisa masuk jalur undangan karena sainganya tdk terlalu berat,soalnya kalo di IPA tuh katanya sainganya berat,memang sih pada semester 1 lalu nilai IPS ku lebih tinggi dari IPA..akan tetapi ketika saya mempelajari IPS terkesan santai dan sering boring serta ngantuk ketika banyak membaca,tetapi kalo mapel IPA saya cenderung bersemangat mengerjakanya apalagi kalau mapel kimia,tetapi kalo nemuin soal yang sulit baru deh saya mulai frustasi
Halo Radifan..
Hm.. kalau memang kamu senang belajar IPA, kenapa kamu ingin kuliah di Ekonomi manajemen UNDIP? Btw saya ada yang kurang jelas, kamu ingin go internasional di bidang ekonomi? atau go internasional di bidang yang kamu senangi?
Kalau saya boleh saran mah, pilih jurusan yang kamu senangi. Tidak peduli seberapa beratnya saingan kamu. Karena yang seharusnya kamu kalahkan (batas yang harus dilewati) itu adalah diri kamu sendiri, bukan orang lain.
Smangat!!!
halo kak,aku masih kelas 10 di bangku SMA sebentar lagikan mau kelas 11 tapi aku binggung mau milih jurusan apa.aku kalo ditanya orang selalu jawab”tergantung takdir yg nentuin” tapi aku kadang suka binggung kenapa kalo aku pengen masuk ips temen-temen aku selalu ngeremehin jadi perasaan aku kaya gengsi gituloh padahal aku orangnya gasuka yg berhubungan sama itung-itungan cuma aku tkt dibilang rendah aja kalo masuk ips. menurut kamu gimana kak?minta saranya ya makasih:)
Halo rika…
Jangan pernah berpikir bahwa IPS itu lebih rendah kedudukannya daripada anak IPA.. Karena apa? Karena semuanya itu sama, dan saling memerlukan.. In fact, dunia ini banyak dikuasai oleh orang IPS..
Yang salah itu, kalau bunuh anak orang, ataupun nyuri permen di warung bu haji.. :p
Kalau menurut saya, kalau kamu memang mau masuk IPS, yah masuk lah, dan tunjukin sama mereka kalau yang mereka katakan itu salah..
Smangat!!!
Reblogged this on ♔ and commented:
Mau masuk IPA, IPS, Bahasa, ITB, UI, UGM? Makan tuh gengsi! think.
Mkasih, bikin makin semangat belajar
Sama-sama dimas.. semangat!!!
Assalamu’alaikum kak


, jadi terharu jg T_T makasih banyak kak sudah membangkitkan semangat saya
*eh malah curhat saya*
Sebelumnya salam kenal dan terimakasih karena stlah membaca ini saya sungguh bersemangat
Kakak anak IPS ya? Emm, aku skrang kelas 10 kak, dan memang aku cinta banget sama yg namanya ilmu sosial dan ekonomi, sampai pernah jg ditanya macam2 seperti yg ditulis diatas, tapi saya biarin aja sih cuma balesnya pakai senyum hehe
Ada 2 keinginan yg memang menggebu2 dalam diri saya adalah saya punya target bahwa
1. Saya harus masuk PTN terutama 2 pilihan saya adalah UI dan UNAIR nantinya lewat jalur SNMPTN Undangan antara dua pilihan jurusan yg sangat saya cintai yaitu Ekonomi Pembangunan dan Antropologi Sosial
2. Sejak dulu saya ingin jg mengenyam pendidikan di luar negeri, sampai waktunya nanti yg saya yakini saya pasti bisa
Sering, bahkan tiap hari mencari info seperti makanan saya haha
Pernah jg sih kak ngontak UI , Saya dikirimin peluang2 dan persyaratan untuk mempersiapkan diri.
Selain itu saya jg udah gabung ke grub SIMAK UI, sempet minder jg sih lihat nilai para calon maba yg waw skitar rata2 per smester 9 lebih pdahal sya cuma 82 hahah
Tapi gatau knapa itu semua malah buat saya lebih tertantang, sampai ibu saya pernah nangis gara2 semangat besar saya. Apalagi habis baca ini, saya sangat terinspirasi
Wassalamu’alaikum
Halo juwita… Salam kenal juga..
Saya anak IPA, tapi walopun gitu, saya tetap memandang bahwa membeda-bedakan strata orang berdasarkan IPA dan IPS adalah suatu kebodohan yang gak berdasar..
Eniho.. Tetep semangat yah.. kamu pasti bisa!!! Jangan pernah menyerah!!!
Maksih ya, kmu udah ksih solusi buat aku, jujur aku baru lulus SMA jurusan IPS, so jurusan akuntansi itu udah pasti aku banget, smoga sukses ya.
Sama-sama Refky..
Doa yang sama buat kamu..
saya mau tanya apakah teman2 disini bisa membantu saya, saya adalah lulusan sma angkatan 2009 saya kuliah sampai hanya smt 5 kemudian drop out, dan saya ingin masuk ugm lagi (dengan jenjang entah itu sekolah vokasi ataupun strata 1) apakah teman2 bisa membantu saya mengenai jalur masuknya mengingat persyaratan umum pada jalur2 masuk ptn tahun ini maksimal lulusan tahun 2011. terimakasih
)
Halo Angga..
Jujur, saya kurang tahu masalah yang kamu tanyakan. Tapi saya doakan semoga kamu tidak patah semangat, dan diberikan jalan yang terbaik. Aamiin..
Semangat!!!
ya ampuun ini keren bangeeet. kalo saya ga baca ini, mungkin saya buta akan apa yang harus di ambil nantinya. saya baru kelas 1SMA tapi ini lumayan lah jadi jelas mau masuk IPA atau IPS semua permasalahan saya kejawab di artikel ini. makasih banyaaak :>
Halo Ayu..
Terima kasih untuk pujiannya.. Senang bisa bermanfaat..
Sukses yah..
Sumpah keren banget ka tulisannya logika dan realistis banget!
saya juga lagi berjuang dengan mimpi saya nih ka. dan saya mempunyai kendala seperti yg kk jelaskan yaitu (masalah finansial dan tulang punggung keluarga), but well baru aja saya dapet info ttg beasiswa dan itu membakar semangat saya lagi. tp masalahnya sekarang saya butuh trik2 khusus untuk mengisi folmulir dan pertanyaan berkaitan dgn beasiswa tersebut karena menurut pengalaman saya yg dpet beasiswa itu terkadang faktor ‘hoki’ atau kata teman saya karena ada kongkalikong orng itern pelaksana beasiswa itu. mohon pencerahaannya ka! thanks
halo fazifal..
Terima kasih untuk pujiannya..
Jujur aja yah, saya belum pernah mendaftar di program beasiswa manapun, pengalaman terbesar saya sejauh ini yah mendaftar untuk program Studi S2 di Jerman. Dan kalau menurut saya, mungkin semua itu bisa dimulai dengan membuat sebagus-bagusnya Curriculum Vitae, Motivation Letter, dan Meminta rekomendasi dari guru kamu sebelumnya, dan ikut disertakan bersama berkas-berkas yang harus kamu sertakan untuk program beasiswa tersebut (meskipun tidak diminta).
Semoga bisa cukup membantu. smangat!!!
hai kak. makasih atas tulisannya. ngena banget buat aku.
sekarang kan aku kelas XI, terus disuruh bikin peta hidup. nah, waktu sampe di bagian mau ngambil jurusan apa waktu kuliah, aku jadi bingung. soalnya sampe sekarang pun aku bingung sama minatku. gimana ya caranya biar kita tau apa minat kita??
halo yunia, terima kasih untuk pujiannya.
kamu sudah coba baca tulisan saya yang http://wahidyankf.wordpress.com/2013/01/26/mari-mengetahui-dan-mengenal-passion-kita/ kah?
Di sana saya coba bagikan beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui minat kamu.
Semoga sukses yah btw.
Masing bingung aku ..
Bakat di IPS tapi takut ga keterima di PTN
Saran please …..
halo Nazwah..
Jangan pernah takut kalau memang kita sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin. Karena hidup kita sudah ada yang mengatur.
Jadi, kalau memang kamu memang benar-benar minat di IPS, yah kejar terus sampai dapet. Begitu juga sebaliknya.
Smangat!!!
Sumpah ini bagus skali artikel nya (y). Mampu membangkitkan smangat bagi yg Membaca
Kalau boleh sedikit cerita tahun lalu saya masi agak bimbang pengen ambil jurusan åƥª. Karna saya takut sala pilih jurusan saya mutusiin buat nganggur 1 Tahun. Tapi slama 1 tahun itu belum ªϑª kepastian buat nentuiin jurusan åƥª yg nanti saya ambil
Tapi setelah saya baca artikel ini jujur saya langsung paham gimana buat nentuiin jurusan nya. Dan skarang saya akan ambil jurusan yg bener2 sesuai dgn Passion saya
Sumpah artikelnya baaguuusss (y)
Halo san sui… Terima kasih untuk pujiannya.. Senang bisa bermanfaat..
Semangat yah.. Semoga diberi kemudahan ke depannya..
Bbbaaagguuussssss. (Y).
luar biasa kak,….
dengan segelintir artikel kakak, tapi dapat memecahkan berbagaimasal bnyak orang,…
tapi kalo boleh minta saran nya kak,…..
jadi gini ceritanya kak:
aku kan lulusan tahun 2012 dan mengikuti SNMPTN dengan hasil alhamdulillah di terima di salah satu PTN di medan dengan jurusan yg bergengsi lah kalo di bilang,…
nilai ku pun dalam satu semerter ini lumayan dengan IP lebih dari 3,…..
aku memilih jurusan ini dengan landasan peluang kerja, gaji, gaji, dan gaji kak,…
tapi selama aku belajar di sana, saya selalu kayak orang setres, dalam pikiran saya sering muncul kalo aku itu salah memilih kampus,..
karena fasilitas nya nggak bagus,…
sekarang saya berencana untuk mengikuti SNBPTN lagi kak,…..
dengan jurusan yang sama di PTN yng lebih bagus,…
kira-kira gimana tu kak?
halo nofiqbal…
Thx.. Agak lebay sih yah pujiannya.. karena saya gak sehebat yang kamu bilang.
Hm..
kalau memang kamu memiliki alasan yang kuat untuk pindah, kenapa tidak?
hduh maz msh pusing,. Bkan’x qu mau nurutin gengsi tp memang Ugm adalah universitas yg plng qu inginkan, smenjak klz 1SMA,. Jd hruz gmn donk maz? Q juga minat byk jurusan,.
Halo yulia,
Kalau kamu memang minat masuk UGM, silakan kejar mimpi kamu sampai dapat.. Tentunya untuk masuk di jurusan yang kamu minati di UGM..
Smangat..
wah…. kak. extra ordinary.
artikelnya passssss buanget.
terima kasih, semoga manfaat..
makasih
sudah bikin saya terinspirasi, dan memang benar karena
Tuhan itu sudah menempatkan setiap orang akan sukses pada tiap pilihannya yang tepat
passion itu penting untuk dituruti, key of success+
Semangat!
Sama-sama.. Senang bisa bermanfaat.. Semangat..
referensi hebat..:-)
Thx.
thanks alot kak
jadi ada motivasi nih..
tinggal milih universitas mana yg aku sukai
Sama-sama.. Senang bisa bermanfaat.. Semoga sukses yah..
Msh bingung ngmbil jurusn pa,?
Soal_y wktu SMA_y,ngmbil jurusn IPS,,
Ambil yang kamu suka..
kak aku mau nanya deh kalo mau jadi kayak investigator gt nnt buat kuliah nya ngambil jurusan apa yaa…?sedangkan aku udh disaranin dan minat ke ipa,bisa gak kak anak ipa jd investigator gt…?
Halo devi..
Maksudnya investigator itu apa yah? Yang kaya detektif gitu? Atau investigator keuangan? Kalau kamu nanya bisa mah, harusnya bisa-bisa aja yah.. Kenapa nggak?
kak, saya mau minta pendapatnya. Saya sekarang sudah akan lulus dr diploma saya tahun ini. Saya tidak terlalu suka dengan lingkungan di kampu(read STAN), (bukan jurusannya), tapi saya tetap minat ke jurusan hub internasional. Saya berencana slth lulus ni saya mau dr awal ambil jur trsbt, wlw di swasta, krn ptn hanya mnerima s.d lulusan 2011 (sy 2010). Kendala sya ada pda orang tua. Apakha perlu diteruskan.
Ini passion saya dari saya SMA, jurusan ini sy ambil di semua PTN yg saya daftar, ada yg lolos, tp ortu lbh condong pada kmps saya saat ini
Halo wati..
Kalau kamu memang punya alasan yang kuat untuk itu, kenapa tidak? Tapi sebelum kamu ambil langkah “besar” ini, coba kamu pertimbangkan lagi matang-matang kurang atau lebihnya..
Oia, kamu di STAN ambil jurusan apa yah? HI juga?
pajak diploma, hbs lulus jd PNS
ho.. wew.. bener-bener lintas jurusan yah berarti nantinya..
Eniho.. Tetep semangat terush yah.. Wish you all the best..
kereeen…..
Thx.. Semoga manfaat..
aku suka pemikiran kayak kakak ini,,andaikan semua orang berfikir kyak gini
indonesia jadi garuda nan gagah perkasa di bumi ini
salam kenal
salam kenal juga Ichang Darmo..
Yuk kejar mimpi kita masing-masing..
wah terimakasih sekali<sangat bermanfaat
sama-sama.. senang bisa manfaat..
permisi saya anak kelas 10 SMA yg sebentar lagi naik ke kelas 12 SMA, dan harus memilih salahsatu jurusan IPS, IPB atau IPA. dan saya mohon sarannya
saya bingung sekali dengan pilihan di SMA ini antara memilih IPA, IPS, IPB.
saat mencoba memilih salah satunya pikiran saya selalu bertanya “nanti kalo milih jurusan ini, nanti jadi apa? / ngelanjutin dimana? / kerja apa ?
dan saat ini saya belum tahu passion saya. tapi pilihan ini mendesak..
dan saya ingin tanya juga kalo saya memilih IPB d SMA ini kemungkinan pekerjaan yg saya dapati sperti apa contohnya,
mhon sarannya
halo wayan…
1. kalau kamu bingung, ada baiknya kamu pilih pelajaran apa yang paling kamu nikmatin di antara semua pelajaran… Yang kira-kira kamu bisa lupa waktu kalau belajar itu..
2. kalau untuk jurusan IPB mau jadi apa, bisa banyak kok.. Penulis, sastrawan, dll.. Kalau saran saya, gak usah dipikirkan itu nanti kamu bakal dapet kerja kayak apa. Karena menurut saya, selama kita jago dan cinta kepada satu bidang, kesempatan pasti akan selalu ada. Agak keras sih, tapi jangan pernah mau menjadi budak uang dan meninggalkan mimpi yang kamu punya.. Percaya lah bahwa rejeki tidak akan tertukar, dan sudah ada yang mengatur..
Smangat!!!
hemmmbbb.. sarannya bagus banget kk…
ia kk sblmnya aku mo nanya, aku barusan sja mngikuti UN tinggal nunggu pngumuman,
smoga lulus. aminnn..!!
tpi aku bingung kk aku mau ngambil jurusan apa, sma aku jga kurang seneng ama yang namanya menghitung, mohon saranya kk..??
Halo Briyan.. Thx..
Aamiin.. Semoga kamu lulus yah..
Waduh, kalau tentang ngambil jurusan apa, tergantung kamu sukanya apa.. Karena kalau dari keterangan yang kamu kasih tau, pilihannya masih terlalu luas..
Tapi intinya sih tetep satu yah.. Ambil jurusan yang benar-benar kamu suka.. Atau paling tidak, paling dekat dengan pelajaran yang kamu sukai waktu di SMA dulu..
Smangat!!!
saya seorang siswi jurusan ips. sebenernya dari smp saya pengen banget masuk ipa. namun karena saya orang yg gak terlalu adaptable. saya menemui kesulitan waktu semester pertama kelas 10, nilai ipa saya sempet jeblok dan rangking saya merosot ke 20 besar. untungnya semester 2 saya udah bisa beradaptasi alhamdulilah nilai saya naik dan rank saya naik 10 besar. tapi sayangnya saya tetep gakbisa masuk ipa karena nilai semester 1 itu kata guru saya. jadilah saya stay di ips ,namun jujur saya gak terlalu suka pelajaran jurusan ini. saya gak suka ekonomi, akuntansi atau sosiologi. saya rasa itu bukan bidang saya. dulu sayang pengen banget masuk ars. interior ui yg notabenenya buat ipa aja. akhirnya sekarang saya pengen ganti halauan ke fsrd itb atau hi ui. tapi bapak saya kayaknya pengen banget saya ambil perpajakan atau akun, tapi saya gasuka banget. saya bingung krn bentar lagi mau kelas 12
halo pradevi..
Kalau kamu memang gak suka akuntansi atau perpajakan, ada baiknya kamu diskusikan dari hati-ke-hati dengan bapak kamu.. Harusnya beliau bisa mengerti kenapa kamu tidak mau masuk ke jurusan yang beliau inginkan..
Smangat.. Hidup kamu masih panjang.. jangan patah arang di sini..
terimakasih sarannya
kedepannya, saya akan mencoba mengejar impian saya. toh masih banyak jalur walaupun saya ips. saya mau coba ipc. semoga berhasil nantinya. terimakasih artikelnya. saya jadi sadar jurusan sma ini hanya suatu sistem saja. kita masih bisa menentukan takdir. karena banyak jalan menuju roma
Sama-sama pradevi..
Iyah, jangan patah semangat.. Gak masuk ipa itu bukan akhir dari segalanya kok.. malah bukan akhir dari apa pun..
Smangat!!! Sukses yah..
bagus . (y)
bikin percaya diri ku balik lagi
sama-sama rizka.. senang bisa bermanfaat.. smangaaat…
Makasih kk -̶̯͡♈̷̴iÿ̲a buat saran -̶̯͡♈̷̴nÿ̲ɑ̇ mmbangun banget, jd semangat ni
sama-sama…
sangat luar biasa (y)
terima kasih.. semoga bermanfaat..
sangat menginspiratif, kalo gw jadi dosen, gw kasih nilai +, sayang gw masih kelas x sma.
(ijin follow)
sukses selalu ya…
terima kasih.. Semoga bermanfaat..