News Ticker

Dear Agensi, Tolong Jangan Memakan Bangkai Saudara Sendiri.

Topik: Pendidikan
Panjang: ± 1400 kata.
Waktu: ± 7 menit. 
TLDR: Agensi pendidikan adalah sesuatu yang mungkin diperlukan, namun perlu dicatat bahwa transparansi agensi adalah hal yang seharusnya dikedepankan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Sebelum membaca tulisan ini, perlu diketahui bahwa tulisan ini merupakan salah satu bentuk kemarahan, kekecewaan dan kekesalan saya terhadap agensi-agensi yang mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang kotor dan tidak baik. Perlu diketahui bahwa tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi dan tidak ada fakta-fakta dan/atau bukti ilmiah dari tulisan ini. Adapun dasar dari argumen-argumen yang saya berikan di sini saya dapatkan dari orang-orang terdekat saya yang saya anggap sebagai orang yang jujur, dan bisa saya percaya. Take this article with grain of salt!

———————————————————

PROLOG – KETIKA SEMUA BERMULA

Kisah ini diawali ketika saya dan seorang teman saya mempromosikan sebuah blog bersama (www.jermandes.wordpress.com) di berbagai mailing-list yang kami ikuti. Blog jermandes ini adalah sebuah blog yang saya dan teman-teman saya tulis untuk berbagi informasi mengenai step-by-step untuk studi ke Jerman. Di blog ini kami memberikan semua informasi tentang berangkat ke Jerman selengkap yang kami bisa, dengan tujuan agar pembaca blog ini bisa sampai ke Jerman dengan biaya dan jalur yang seefisien mungkin. Sebagai gambaran, dengan mengikuti informasi yang ada di blog ini, dan mengurus semua keperluan ke jerman sendiri, selisih biaya yang dibutuhkan untuk sampai ke jerman bisa berbeda jutaan, bahkan puluhan juta rupiah atau lebih (ratusan) jika dibandingkan dengan pergi studi ke jerman menggunakan agensi/konsultan pendidikan.

Singkat cerita, waktu itu BBM (Blackberry Messenger) saya berbunyi:

B: Yok, udah siap punya “lawan” belum gara2 nulis blog itu?

Sy: He? Lawan? Maksudnya? Emang kenapa B?

B: Iyah, jadi gua ngirimin ke salah satu grup yang gua ikutin, trus ada seorang anak yang ortunya dari kerja di salah satu agen/konsultan pendidikan ke Jerman ngerasa “lahan”nya keambil gitu.

Sy: Ho.yah sante lah.. Toh niat kita baik khan? Jadi gak masalah juga dia mau bilang apa. :D

Nah, yang pentingnya bukan di sini,yang penting adalah pembicaraan saya dengan B yang mengikuti percakapan ini.

KONSULTAN PENDIDIKAN KE LUAR NEGERI, SEBUAH SIMBIOSIS MUTUALISME

Sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya ingin memberikan gambaran terlebih dahulu tentang konsultan pendidikan ke luar negeri. Konsultan pendidikan ke luar negeri merupakan salah satu jenis bidang usaha yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Konsultan pendidikan ke luar negeri ini adalah salah satu jenis bidang usaha yang mengambil untung dari jasa memberangkatkan konsumennya ke sekolah-sekolah yang ada di luar negeri. Di mana keuntungan tersebut diambil dari jasa konsultasi, pencarian sekolah di luar negeri, pengurusan visa dan dokumen lainnya, pendampingan selama bulan-bulan awal di luar negeri, dan lain sebagainya.

Sebenarnya konsultan pendidikan ke luar negeri ini adalah sebuah bidang usaha yang bagus untuk digeluti, dan bisa menjadi simbiosis mutualisme antara konsumen dan penyedia layanan jasa.

Di satu sisi, pihak konsumen memiliki kebutuhan untuk menyekolahkan diri/anak/saudara-nya ke luar negeri, ataupun hanya sekedar membutuhkan informasi mengenai pendidikan di suatu negara. Sedangkan di lain sisi, pihak konsultan memiliki kemampuan untuk membantu konsumen mendapatkan informasi/jalur pendidikan ke luar negeri. Dan hubungan ini merupakan hubungan alamiah yang menurut saya memang seharusnya ada. Namun sayangnya, sebuah hubungan yang bisa bersifat simbiosis mutualisme tadi tidak selamanya ada di dunia nyata.

KONSULTAN PENDIDIKAN KE LUAR NEGERI, SEBUAH MESIN PENGERUK UANG

Kembali ke cerita, pembicaraan saya dan teman saya pun berlanjut dengan pembicaraan seputar jalan ke Jerman. Teman saya ini bercerita tentang bagaimana seorang anak dari pamannya pergi ke Jerman dengan menggunakan jasa sebuah konsultan pendidikan ke luar negeri, dan betapa pamannya tersebut sangat kecewa dengan performa konsultan pendidikan tersebut. Betapa tidak kecewa, lebih dari 200 juta rupiah sudah dihabiskan oleh paman dari teman saya tersebut (belum termasuk uang jaminan pengurusan visa studi di Jerman sebesar +/- 100 juta rupiah), namun anaknya tetap ditelantarkan ketika sampai di sana dan harus mengurus semuanya sendiri. Bisa dibayangkan yah, gimana rasanya seorang anak yang baru lulus SMA dibiarkan terluntang-lantung di sebuah negeri asing dengan bahasa yang tidak biasa dia dengar (bahasa jerman).

Teman saya tersebut juga menceritakan bahwa ternyata, salah seorang teman les saya di Goethe Institut Bandung sudah menghabiskan dana sekitar 400 juta rupiah untuk ke Jerman melalui sebuah agen, padahal itu belum termasuk biaya yang akan dihabiskan pada waktu mengikuti Studienkolleg dan seterusnya. Menurut saya ini gila! Kenapa? Karena saya sendiri mengurus semuanya sendiri, dan hanya menghabiskan uang tidak sampai 140 juta rupiah! Itu pun sudah termasuk di antaranya tiket pesawat kelas ekonomi ke Jerman, dan uang jaminan visa studi yang bisa digunakan untuk hidup di sana selama lebih  dari 1 tahun! See? I’m not over reacted here.

Berangkat dari sana, saya pun banyak mencari tahu di internet dan teman-teman saya yang lainnya, apakah benar seperti itu yang terjadi? Dan ternyata saudara-saudara.. Banyak sekali kasus yang seperti ini terjadi! What the hell!!!??? 

Sebuah simbiosis mutualisme yang harusnya bisa terjadi berubah menjadi proyek pengerukan uang secara besar-besaran oleh sebagian agensi!!!

Saya bilang sebagian yah, karena saya yakin (secara logika statistik) kalau memang masih ada agensi yang memang bertanggung jawab terhadap kliennya. Dan mau tau apa yang membuat saya lebih sedih?

Sedihnya, agensi-agensi tersebut dijalankan oleh orang-orang yang telah mengecam pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri!

Sebuah ironi yang menimbulkan pertanyaan tentang pendidikan tinggi macam apa yang telah mereka jalani.

PENYIKSAAN TKI, BUAH DARI AGENSI TAK BERTANGGUNG JAWAB

Kekecewaan saya tentang agensi-agensi yang (maaf) sampah semakin bertambah ketika saya mengobrol dengan seorang teman saya yang mengenyam pendidikan master di negeri Jiran. Di sini dia berkata bahwa sebenernya tidak 100 persen kesalahan majikan-majikan TKI yang bekerja di Malaysia bahwa mereka memperlakukan TKI dengan semena-mena.

Kesalahan terbesar menurut dia (yang saya juga setuju) ada pada agensi-agensi yang memasukkan tenaga kerja ke sana secara ilegal, dan tidak melatih para TKI tersebut secara cukup.

Perlu dicatat yah bahwa di sini saya tidak mencoba untuk membela dan membenarkan tindak pelanggaran yang dilakukan oleh para majikan TKI di negeri Jiran. Saya sendiri mengecam segala bentuk pelanggaran HAM, dan meyakini bahwa segala bentuk pelanggaran HAM yang terjadi harus ditindak secara tegas. Di sini saya hanya ingin mencoba untuk melihat secara lebih mendalam, dan tidak impulsif.

Coba deh kita bayangkan skenario berikut ini, misalnya kita mempekerjakan seorang PRT dari sebuah agensi di rumah kita. Kemudian PRT tersebut (yang mungkin di daerahnya jauh dari teknologi) kita suruh mencuci dengan mesin cuci, namun karena mereka belum terbiasa dengan mesin cuci pada akhirnya mereka malah merusak baju yang dicuci, atau malah mesin cuci tersebut. Jadi kesel khan kita? Syukur-syukur kalo sang majikan hanya bisa marah-marah, tapi secara statistik ada saja khan orang-orang yang marahnya berlebihan? Terlebih karena mereka sudah membayar mahal untuk PRT tersebut. Salah siapa sebenarnya di sini? Menurut saya,

hal ini adalah kesalahan terbesar ada di agensi-agensi yang memberangkatkan mereka. Seharusnya mereka mempersiapkan terlebih dahulu para TKI tersebut dengan matang!

Lebih lanjut lagi, kita harus coba analisis kenapa sih para agensi tersebut melakukan hal ini? Tentu saja karena profit! Adalah sebuah hal yang jelas dan logis, bahwa

semakin lama proses pelatihan dan persiapan TKI, maka semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan oleh agensi, yang pada akhirnya akan memperkecil profit yang akan mereka dapatkan.

Demi keuntungan yang lebih besar, mereka dengan santainya melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab! Termasuk di antaranya “menumbalkan” saudaranya sendiri.

Dan kalau kita analisis lebih jauh lagi, mungkinkah hanya pihak agensi saja yang melakukan tindakan tak bertanggung jawab ini? Kalau saya rasa tidak!

Karena jika hanya murni tindakan dari agensi saja, maka praktek ini tidak akan berlangsung lama, dan akan segera terendus oleh pihak yang berwajib.

Para agensi ini kemungkinan besar dibantu dan dilindungi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab dari kedua negara. Sekali lagi oknum yah, bukan semua pejabat negara, jadi tolong jangan digeneralisir. Mengapa saya katakan hal ini? Karena ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan tanpa bantuan dari para oknum tersebut, mulai dari tahap persiapan, melewati perbatasan dengan aman, sampai dengan penyebaran TKI tersebut di negeri tujuan.

AGENSI MEMANG PERLU, TAPI…

Sekedar catatan akhir, saya ingin menutup tulisan ini dengan mengatakan bahwa agensi itu sebenarnya diperlukan dan dibutuhkan di dalam kehidupan kita. Dimana

Sebenarnya jika dilakukan dengan baik, maka kedua belah pihak (agensi dan konsumen) akan bisa membangun hubungan yang saling menguntungkan tanpa ada satu pihak pun yang merasa dirugikan.

Akan tetapi perlu kiranya dicatat bahwa hendaknya kegiatan bisnis agensi ini dilakukan dengan terms & conditions yang jelas tanpa ada suatu hal pun yang ditutup-tutupi. Hal ini diperlukan agar kedua belah pihak saling memahami hak dan kewajiban mereka, sehingga tidak ada yang merasa tertipu. Di samping itu, sepatutnya pula pihak agensi tidak mengambil keuntungan yang terlalu berlebihan dari konsumen pengguna jasa mereka. Dan

hendaknya pihak agensi mencoba untuk memposisikan diri mereka di sepatu para pengguna jasanya, sehingga mereka akan berpikir berkali-kali jika akan melakukan tindakan yang akan merugikan konsumen mereka.

—–

Catatan Penulis: Dengan segala hormat, komentar-komentar di tulisan ini yang mempromosikan agensi-agensi tertentu tidak akan saya approve dan akan saya hapus. Tolong promosi di tempat lainnya saja, dan jangan di sini. Terima Kasih.

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

32 Comments on Dear Agensi, Tolong Jangan Memakan Bangkai Saudara Sendiri.

  1. Mau ikutan komen ah.
    saya 6 tahun kerja di agensi studi Jerman. Skrg sih jadi freelance aja krn udah keluar dan kerja di bidang yang berbeda 180drajat wkwkwkwk.
    Saya salah satu perwakilan agen yang ikut mendampingi anak2 saat mereka sampai di Jerman (saya lulusan S1 bahasa Jerman jd bisa berbahasa Jerman, makanya bisa dampingin)
    saat ada di Jerman, saya menemukan beberapa calon mahasiswa yg memang luntang lantung gak ada pengurusnya.
    kasian liatnya, jadi kami (tim pendamping di Jerman) gak jarang (dan biasanya terjadi tiap tahun) akhirnya membantu mereka.
    Saya gak tau bagaimana dengan agen lain, tapi agen kami tidak ada kerjasama dengan kampus-kampus yg ada di Jerman (karena kami hanya targetkan pendaftaran universitas negeri saja, ngapain susah2 ke Jerman kalo ujung2nya Swasta yg bayarnya selangit) jadi keuntungan yang didapet, pure dari biaya jasa saja.
    Tapi kami gak semahal yang disebutkan teman2 sebelumnya. ada yg sampe ribuan euro hanya untuk persiapan dan kuliah (?) itu sih ngeri banget.
    Rata-rata calon siswa malah “takut” dengan penjelasan terbuka dari kami. sampe pernah ada masukan dari alumni “kalo jualan jangan polos2 banget gitu ngapa frau.” (seperti itu lah kira2)
    Tapi prinsip kami, untuk apa berjanji manis kalo memang Jerman itu tidak semudah, semanis yang dibayangkan.
    hehehehheee…
    Intinya kalo mau ke Jerman, atau negara lainnya di luar Indonesia, jangan malas mencari informasi. Baca. Baca. Baca.
    itu aja sih.
    kalau boleh “sombong” sih, kami aja walaupun bertindak sebagai agen, gak pernah memanjakan siswa, karena kami tau masa depan mereka ada di tangan mereka sendiri. kami hanya membantu membuka pintu. masalah mereka mau masuknya bagaimana dan dengan cara apa (males atau rajin), itu keputusan mereka sendiri.

    Like

  2. Saya kira mengupas tuntas tas tas ttg praktek pengerukan uang dibidang jasa agensi pendidikan di Luar Negeri….tapi endingnya menyerempet ke masalah TKI…

    Like

  3. Ka Wahid bisa rekomendasikan kira2 agency mana yang benar2 bisa dipercaya untuk kuliah di luar ? mohon bantuannya kaa soalnya saya masih minim info untuk soal ini, terimakasih… :)

    Like

  4. Tulisan yang menarik Mas…ga sengaja nemu sih, dan ga mau ke jerman juga. Tapi jadi menambah pengetahuan tentang bagaimana agen jerman bekerja. Mengurus segala sesuatunya sendiri itu memang sedikit repot apalagi urusan ke luar negeri yang banyak tetek bengek nya. Tapi menyenangkan dan pada akhirnya puas atas segala jerih payah.

    Like

  5. Priscillia // May 9, 2016 at 12:48 // Reply

    Halo, kak. Jadi begini, saya mendapat beasiswa untuk studi S1 di Jerman tahun ini. Beasiswa tsb disalurkan melalui agensi dan sponsornya adalah perusahan yang berbasis di Warsaw, Poland (saya kira saya tidak perlu sebut nama companynya). Yang membuat saya tidak yakin sebenarnya adalah, saya (dan para penerima beasiswa lainnya) diminta membayar sekian juta rupiah (pokoknya cukup banyak) untuk biaya persiapan selama di Indonesia seperti kursus bahasa Jerman A1-B1, kelas persiapan A I U E O, pembuatan visa dokumen dan etc diuruskan (namun juga tertulis dalam perincian ada “pendampingan” pokoknya 1 paket). Memang saya tau, kuliah di luar negeri sedikit banyak pasti keluar uang untuk hal tsb khususnya adalah untuk kursus bahasa. Namun, sebelumnya kami tidak diberitahu oleh pihak agensi bahwa akan ada biaya yang cukup besar ini hanya untuk kelas persiapan di Indonesia. Yang mereka jelaskan adalah bahwa biaya hidup dan biaya sekolah (dan kursus bahasa) akan dicover dengan syarat IPK harus 1,5 (menurut saya cukup tinggi) bila tidak biaya hidup akan ditarik. Pertanyaan saya, Apakah masuk akal agensi tersebut meminta uang yg cukup banyak sementara ini adalah program beasiswa?

    Sejauh ini yang bisa saya simpulkan hanyalah:
    1. Ini adalah agensi/konsultan pendidikan luar negeri, agensi mendapat keuntungan ya dari program persiapan ini. Maka hipotesa saya adalah cukup masuk akal.
    2. Setelah membaca postingan diatas bahwa agensi umumnya telah mendapat bagian dari pihak uni, seharusnya berarti agensi ini juga mendapat komisi dari perusahaan pemberi beasiswa (sponsor). Maka hipotesa saya adalah kurang masuk akal.
    3. Hipotesa terburuk adalah, agensi ini adalah penipuan. Setelah mendapat uang, mereka kabur dan menghilang bak ditelan bumi dan kami tidak jadi berangkat.

    Mohon pencerahannya kak, terima kasih :)

    Like

  6. Hay….
    Untuk semua teman2 dari indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan kalian luar negeri entah itu berupa beasiswa, biaya mandiri lewat agent atau urus sendiri.
    sebenarnya itu tidak jangan terlalu dipermasalahkan.
    jangan kita mulai mengharap masa depan kita ditangan orang lain atau sebuah agent…
    karna suksesnya kita untuk sekolah diluar negeri itu semua tergantung bagaimana kita berpikir dan menjalaninya…
    saya punya banyak teman lainnya yang juga bersekolah di luar negeri.ada yang berangkat dengan sbuah agent yang senasib dengan beberapa teman2 kita lainnya yang sekarang sedang banyak mengkritik agent kuliah di luar negeri. Coba pikir mereka uda bayar full tapi saat sampai negara tujuan mereka hanya di kasih sedikit pedoman terus dilepas dan tidak di urus.
    Tapi mereka bilang low kita terus harus menyalahkan agent yang membawa kita kuliah diluar negeri ini takkan ada habisnya.. lebih baik kita intropeksi diri kita mungkin kita sama2 ada salah, mereka juga manusia biasa entah mereka melihat ini dri sis bisnis atau sosial atau apaun mereka bilang tidak tau apalah itu.
    Intinya mereka harus sukses dan suksesnya mereka hanya akan terwujud saat merekan tetap semangat , optimis dan realistis bahwa hidup tetap harus berlanjut.
    so,,,,
    Jika ingin kuliah diluar negeri pikir baik2 sebelum berangkat seperti siap ngaaj kalian dengan segala kemungkinan terburuk yang bisa kalian temui nanti.. jika kalian siap dengan resikonya
    insyaallah tidak akan ada halangan.
    tapi selalu jauh lebih baik jika ada sebuah agensi lebih baik lewat agensi…
    seburuk2 agensi mereka jauh tau lebih banyak informasi ati pada kita..
    thanks

    Mappe

    Like

  7. Bang wahid kalo cm punya 70jt diluar jaminan € 8.090 bisa gak s1 Jerman? Trus normalnya biaya hidup itu brp di Jerman?
    Makasih bang wahid

    Like

  8. Firda Aurelia Ananda // September 21, 2015 at 17:33 // Reply

    sebelumnya saya akan memperkenalkan nama saya Firda, saya telah menghemat 2 tahun waktu sekolah saya melalui program akslerasi di smp dan sma .

    saya sedang mencari informasi-informasi tentang agensi yang bisa membantu saya untuk melanjutkan studi disana. kirakira agensi yang seperti apa yang harus saya pilih? ,karena saya takut,seperti yang kita tau sekarang banyak agensi-agensi yang tidak bertanggung jawab melepas maba disana/ditelantarkan. dan kebetulan beberapa hari yang lalu saya diundang untuk menghadiri seminar “Jerman Manajemen” yang mengatakan bahwa kita cukup menyediakan uang sekitar 9995(mengurus segala kebutuhan dari A-Z,asuransi,kursus, belajar bahasa jerman dijerman,apartemen,dll) + 8090 euro (membuka rek. deutsch bank) untuk berkuliah disana? apakah benar harga yang telah dipatok agensi tersebut?

    saya ingin sekolah dijurusan kedokteran, untuk jurusan kedokteran, apa saja yang mungkin harus saya ketahui dan mungkin menjadi pertimbangan saya untuk berkuliah disana dbandingkan di Indonesia, karena saya sangat minim informasi,tolong beritau apapun itu tentang jurusan kedokteran disana.

    Dan apakah umur saya hal yg harus dipertimbangkan? saya akan lulus tahun depan dengan umur 15tahun

    Terimakasih,

    Like

    • Hay… firda
      emang benar di indo sangat banyak agency yang punya program studi lanjutan untuk kuliah di luar negeri entah itu perorangan atau yang sudah berupa instansi atau lembaga.
      saat kamu ingin kuliah di luar negeri lewat sebuah agency
      ada berapa hal yang harus kamu cari tau…
      contoh untuk jerman :
      1. Bagaimana dengan kursus bahasanya ?
      Perlu diketahui bahwa untuk siapa pun yg ingin kuliah, kerja dan hidup di jerman mereka harus bisa bahasa jerman. Ini soal bahasa… ?
      2. Bagaimana dengan visa ?
      Mereka dampingin untuk pembuatan visa atau mereka urus pembuatan visanya, karna ini dua hal yang bisa berbeda dalam prakteknya..
      3. Bagaimana pendampingan nanti saat di jerman ?
      Mereka punya pendamping atau tidak dan sampai kapan kalian harus di dampingi.
      4. Apakah biaya tersebut sudah include semua atau masih ada tambahan biaya lagi. , jika ada apa aja ?
      5. Cari info sebanyak2nya tebtang agency tersebut.
      Itu beberapa pertanyaan awal yang bisa kamu tanyakan kepada setiap agency…

      Viel gluck

      mappe batangan

      Like

  9. Dear Mas,
    saya memakai jasa agen pendidikan dan saya puas. Bagaimana tidak? GRATIS! alias tidak dipungut biaya.
    Yang perlu digaris bawahi adalah memang kalau masalah ingin dijemput atau tidak di luar negeri atau apapun, biasanya menambah biaya, tapi tergantung.
    Menurut saya, bisa menghubungi Perhimpunan Pelajar Indonesia di negara tujuan setempat.
    Saat ini saya sedang menempuh pendidiikan di London, Inggris dan mendapat beasiswa.
    Saya memakai agen pendidikan tidak dipungut biaya sebab, mereka dibayar dari universitas tujuan.
    Misal : Saya ingin kuliah di uni X. lalu saya diterima dan saya menyanggupi masuk sana, membayar uang kuliah … atau dibayar oleh sponsor karena beasiswa.
    Setelah lamaran final dan urusan deposit atau uang kuliah beres, si agen ini dikasih duit sekitar 20 persen atau kurang atau lebih bergantung uni nya.
    Konsultan otomatis juga mendapat bbrp persen.
    Stau saya per aplikan, agen bisa mendapat hingga 2000 poundsterling.
    Makanya GRATIS untuk si aplikan ini.
    Mereka menawarkan jasa untuk mengurus aplikasi dan lain lain.
    Yang saya puaskan,
    saya baru saja mengikuti summer school di Harvard dan waktu itu saya sedang pulang di Indonesia untuk liburan setelah ujian spring. Saya lupa membawa dokumen kesehatan untuk sekolah ke UK yang menunjukkan saya bebas dari kuman TBC. Kemudian karena saya ingat saya pernah diuruskan oleh agen pendidikan dan mereka masih menyimpan kopian file saya mulai riwayat kesehatan, akademik, dll untuk pengurusan visa, akhirnya saya meminta mereka dan diberi,

    Memang agen pendidikan hanya menawarkan uni yg bekerja sama, jika tidak ada dlm listnya mereka bisa menguruskan tetapi membayar sekitar 600 dollar per aplikasi.
    Kebetulan kampus saya King’s College London termasuk dalam daftar uni yang bekerja sama jadi saya tidak perlu membayar.
    Menariknya lagi, saya sempat telat membayar uang deposit karena waktu itu saya belum ada kepastian beasiswa, mereka bisa menegosiasikan pembayaran kepada kampus sehingga aplikasi saya yang sudah diterima tidak ditolak hanya karena uang deposit.

    Memang harus jeli dalam memilih agen pendidikan.

    Sekian semoga membantu.

    Like

    • wah, gratis? menarik sekali!:D
      kalau boleh tau agen pendidikannya apa ya? ada rencana melanjutkan studi ke inggris jg nih:D

      Like

  10. ada agensi pendidikan yang nawarin bisa kuliah dimana aja tanpa tes dengan biaya 500-1 juta. kira kira itu bener ga ya,

    Like

    • agentsector7 // April 26, 2015 at 02:24 // Reply

      kuliah itu dimana2 melihat beberapa hal mendasar: jurusan, lokasi, kemampuan siswa (termasuk kemampuan bayar) dan persyataran (admission). Rp 500 juta itu cuma 40 ribu dolar. Jadi ngga mungkin bisa masuk MIT (kampus saya) atau kebawahnya (Harvard, Oxford, Cambridge, dll).
      Kecuali 4 juta dollar, mungkin saja. Ityupun musti ingat, Harvard itu sulit masuknya, lebih sulit lagi lulusnya. Obama aja pindah ke Columbia :v
      Kalau soal tanpa tes, sebagian besar College di USA tidak mewajibkan TOEFL atau SAT, yg penting kita lulus SMA. Tapi itu nggak butuh duit segitu, kecuali di Cambridge College emang mahal bayar living cost mah.

      Like

  11. Muhammad Reyhan Wijaya // January 21, 2015 at 23:10 // Reply

    Hai Kk Wahid, aku mau bertanya nih? tahun ini aku kan lulus nih dari tingkat SLTA, mohon informasi tentang jermannya dong, dan cara2 mengurus dokumen kuliah keluar negeri sendiri, dan informasi biaya hidupnya pertahun2 tuh kira2 brp?

    Like

  12. hai kak mau tanya nih, kan katanya banyak tuh yang udah bayar ke agensi tapi masih terlantar sampai disana, tapi kalau didalam perjanjian kontrak dengan agen katanya uang yang sudah kita bayarkan untuk deposit pegangan kita selama disana apa itu benar ya? sama mau tanya juga adakah potensi mahasiswa tidak diterima di studkol dalam waktu yang lama? terimakasih

    Like

    • wahidyankf // January 9, 2015 at 01:02 // Reply

      hm… kalau kamu sudah membuka rekening DB yang jumlahnya 8 ribu sekian, berarti itu bisa dipake buat uang di sini. Dan kalau masalah studkol itu tergantung kamu. Yang keterima banyak, yang gak keterima juga banyak. :)

      Like

    • Yang jelas sdh saya jalankan, Tuition Fee +/- Euro 10,000/Th, Living cost Euro 500/bln itu posisi enak biasanya/tinggal ngesot ke kampus, klo mau agak jalan sedikit sekitar 15-20 menit lebih murah berkisar Euro 250-300/bln nya. Living Cost Euro 400/bln…dng standart hidup sederhana. kira2 begitu…Salm sukses selalu.

      Like

  13. Menarik buat dibaca nih… Ternyata masih ada aja agen2 pendidikan yang kaya gitu yah.
    Saya sih ngga tau gimana system agen pendidikan ke Jerman, tapi saya kerja di salah satu agen pendidikan di Australia (ozziestudycare.com). Kami membantu para pelajar yang mau melanjutkan study mereka di Australia dengan jasa konsultasi dan pengurusan migrasi GRATIS!

    Memang kita ngga men-charge fee apa2 ke para pelajar tersebut, Fee kami murni dari komisi yang dibayarkan oleh Universitas2 atau College2 yang sudah ada kerjasama sebelumnya dengan kami.

    Jadi buat para pelajar atau calon pelajar yang mau belajar ke luar negeri dimana saja, kalo ada biaya konsultasi atau biaya agen pendidikannya diluar dari biaya belajar dan visa anda, kalo bisa sih jangan dipake tuh jasa agen! Licik dan terlalu mau cari duit itu… Kita udah dapet bagian kita dari Universitas dan College setempat kok. Dan biaya yang kalian bayarkan ke agen pendidikan harusnya sama dengan biaya yang harusnya kalian bayarkan kalo urus sendiri. Cuma yah itu, karena kita sebagai agen terlatih bersedia membantu semua pengurusannya dengan gratis, tolong pakai jasa kami biar kami tetap bisa membantu teman2 semua dan mendapatkan komisi kami dari Universitas dan College2 tersebut.. hehe… :)

    Well….. gitu aja mau tambahin sharingnya… hehe… semoga bermanfaat…

    Liked by 1 person

    • agentsector7 // April 26, 2015 at 02:29 // Reply

      setuju ama ente. Komisi yang dibayar sama sekolah, bahkan bia kita berangkat dengan LPDP sekalipun, itu cukup besar buat agensi. NGapain pake nipu student segala? Tapi bro Andie Soetaman, ane pernah mendapati agn dari Indonesia yg nipu student berangkat ke NZ, Dijanjiin masuk Victoria Uni, tapi pathway dulu. Nah Pathwaynya bukan yg direct transfer ke VUW, jadilah si student terlantar. Yang punya pathway sampai diusir Perdana Menteri NZ, Cochran atau siapa gitu, kayaknya dia pindah k India sekarang, mungkin mulai tipu2 disana lagi.

      Like

  14. Halo kak, tahun depan insyaallah saya mau melanjutkan studi ke LN (Jerman). Pengennya urus semua sendiri, gak pake jasa agen studi gitu. Tapi sayangnya orang tua gak ngebolehin kalau pergi sendiri, kan jadi bingung kak. Tapi setelah baca post ini, jadi malah takut juga pake jasa agensi. Takutnya ntar kalo disana sendiri malah kesasar dan gak tau harus gimana :/

    Like

    • wahidyankf // April 20, 2014 at 13:58 // Reply

      Halo Aya..

      Yakinkan diri kamu kalau kamu emang mau untuk kuliah di sini.. Insya Allah kalau emang kamu niat, semua rintangan akan bisa dan berani kamu hadapi.. Wish you all the best.. :D

      Like

  15. Kaa, kalo kita make jasa agency tuh biaya nya yg ‘wajar’ sekitar berapa sih? kan katanya banyak yg malah ngelebih lebihin biayanya.. thanks sebelumnya

    Like

    • wahidyankf // February 2, 2014 at 15:38 // Reply

      Halo Fira,

      Hm.. Saya kurang bisa memberikan pendapat yah berapa wajarnya, karena ini tergantung banget sama kemampuan ekonomi masing-masing. Kalau saya pribadi sih uang segitu sangat memberatkan, karena dana saya sangat terbatas, dan bisa dipake ke yang lainnya. :D

      Like

    • yang wajar itu nggak bayar. tapi yang nggak bayar itu biasanya sudah dibayar dalam bentuk komisi oleh kampus tempat kita kuliah. kalaupun ada yang bayar, harusnya dibalikin di belakang atau dipotongkan dari tution fee. Komisi ini sebenarnya cukup besar untuk bisnis jangka panjang, kecuali agent yang hit-and-run, biasanya minta duit banyak di depan, terus student terlantar

      ada juga agensi yang dibentuk oleh beberapa kampus tertentu untuk memasarkan mereka secara resmi, supaya gak kalah sama kampus kacangan yang budget promosinya tinggi.
      kalau ada agensi yang minta biaya jutaan di luar tuition fee, visa dan permintaan kampus tujuan, jangan percaya, itu nipu.

      Sebenarnya pemerintah hampir semua negara tujuan pendidikan punya aturan kerja untuk para agensi, bila dilanggar, maka student yang berangkat dari si agensi akan diblokir, dan semua sekolah dari negara tersebut akan diinformasi oleh pemerintah (baca:dibilangin) negara bersangkutan untuk tidak melakukan kerjasama dengan agensi tersebut. Yang dibutuhkan hanya sebuah laporan resmi ke departemen pendidikan negara tujuan

      Contoh peraturan ini ada di..
      New Zealand Ministry of education: http://www.minedu.govt.nz/
      para agency seluruh dunia yang di-endorse oleh pemerintah NZ harus ikut ini : http://lms.educationnz.govt.nz/
      Australia: https://aei.gov.au/Services-And-Resources/Services/Country-Education-Profiles/About-CEP/Documents/Australia.pdf

      Kalau di USA, asosiasinya namanya NAFSA, dan mereka punya lobi sangat kuat ke Obama, bahkan sampai bisa mengajukan kelonggaran Undang2 Keimigrasian. Di Indonesia namanya IKPII, dan mereka punya aturan kode etik tertentu, namun karena ketika pelanggaran terjadi para pelanggar yang duduk di kepengurusan tidak ditindak, banyak juga yang berada di luar asosiasi.

      Masih dari USA, baru-baru ini Dept of State memberitahukan ‘razia’ terhadap agensi di seluruh asia tenggara dan secara resmi meminta daftar staf masing-masing agensi yang sudah resmi mengikuti pelatihan dan mengambil sumpah untuk menaati kode etik agensi dari sana. Berita ini kabarnya bikin banyak agensi Indonesia terutama yang kecil2 jadi kocar-kacir.

      Intinya adalah kode etik yang tidak boleh dilanggar. Dan soal bayar, kalau asli agency tersebut bonafid, mereka akan punya membership dan ijin dari pemerintah negara tujuan, serta cukup puas dengan komisi dari agency.

      Sedikit tentang membership dan iin dari pemerintah negara tujuan, ngambilnya susah, bukan cuma mahal, bahan course nya setara kuliah 1 semester dan harus diselesaikan dalam saktu 2 minggu. Untuk bahan yang international agency, bisa cek disini: http://eatc.pieronline.org/

      Like

  16. Imelda Wahyu N // December 16, 2013 at 18:07 // Reply

    Hai Wahid, saya Imelda. Ada rencana skolah ke Jerman juga, ajarin dapat informasi yang jelas dong, apa pertama sekali yang harus saya lakukan? Terimakasih.

    Like

  17. yoiii bner kaaa. ak udg cek2 ke agen lain budget nya emng MAHAL bgt, kamseupil dah. pengen lanjut kuliah di german dengan budget minim. nahh tp pas mikir2, klo ksna sndri sm siapaa ntr. luntang lantung shock juga kan. PPI adaa di facebook? tadinya ak udah menyerah, aduhh klo ke german ngeluarin biaya smpe 150 juta lebih udah gak ada harapan lg mungkin :( kaa ntr klo ak mau ke german tolong di bantu yaa, ak tanya ke kk aja lah yg lbh enak. :D Cee’san dlu kitaaa :D

    Like

    • wahidyankf // July 30, 2013 at 20:52 // Reply

      Haha.. Silakan aja kalau kamu udah nyampe di sini.. Asal sekota sih kayaknya gampang.. Tapi kalau kotanya beda, gak janji juga.. Soalnya jadwal kuliah juga bakal padat.. hehe..

      PPI ada kok di Facebook.. Coba aja kamu check.. :)

      Tapi kalau kamu mau nanya tentang detail ke Jerman, kamu tanya di Jermandes aja yah.. Di sini gak akan saya jawab soalnya.. Biar jawabnya gak dobel2.. Please respect this decision yah.. :)

      Eniho, tetep semangat buat usaha ke sininya.. Moga diberi kemudahan.. :)

      Like

  18. Well, menurut saya sih sebenarnya kita ngga perlu agensi2 itu, cuman menghabis2kan uang aja. Tapi memang sudah merupakan kebiasaan buruk orang kita yang mao-nya semua diurus terus, malas ngurus sendiri, apalagi buat keluarga yang beduit.. Dulu waktu saya berangkat ke jerman juga saya urus semua sendiri, cepat dan murah banget. Tapi kita memang mesti punya kenalan di negara tujuan. Soal hal itu sebenarnya juga gampang, bukan kah hampir tiap negara tujuan, terutama di eropa ada PPI? Kalo memang ngga ada kenalan, minta info dan kalo perlu minta tolong ama PPI, pasti mereka akan bantu.

    Like

    • wahidyankf // July 15, 2013 at 21:49 // Reply

      Halo Natasha..

      Yup.. Saya sepakat dengan kamu.. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, salah satu masalah utama orang-orang yang pada akhirnya kena tipu oleh agen, dan batal ke Jerman adalah budaya instant.. :)

      Tapi sebenernya ada juga sih faktor lainnya yang mempengaruhi.. Salah satunya adalah “trauma” terhadap budaya birokrasi yang ada di Indonesia. Trauma ini menyebabkan sebagian besar orang berpikir bahwa formalitas-formalitas yang dibutuhkan untuk belajar ke Jerman ribet untuk diurus, padahal kenyataanya tidak.. :)

      Like

      • ka wahid ak rencananya mau ngurus sndri study ke german, tp gmnaa yaa, ak gak adaa kenalan dsnanya. taut pas udh smpe sanaa gak ngerti apa apa -__-

        Like

        • wahidyankf // July 30, 2013 at 02:56 //

          Halo Jeand.. Ini Jeand yang waktu itu nanya di Jermandes khan yah? :) Kalau kenalan, kamu bisa coba mulai cari di grup PPI yang ada di facebook kok.. :)

          Takut wajar, semua orang pasti merasakan begitu.. Yang gak wajar itu menyerah sebelum bertarung.. :)

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: