News Ticker

dr. Purbo Widodo Sp.M

Topik: Tokoh
Panjang: ± 1900 kata.
Waktu: ± 10 menit. 
TLDR: dr. Purbo Widodo Sp.M sangat saya rekomendasikan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Kacamata merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya, dan telah menemani lebih dari setengah hidup saya. Adalah beliau, dr. Purbo Widodo Sp.M, yang telah membantu saya di dalam segala hal yang berkaitan dengan ke-kacamata-an ini semenjak masa-masa awal saya memakai kacamata baca sekitar 15 tahun yang lalu (kelas 4/5 SD). Beliau adalah seorang dokter saya di RS Aini Jakarta, dan adalah seseorang yang sangat berdedikasi, sabar, dan teliti di dalam pekerjaannya (The best eyes doctor I ever met!). Tulisan ini pun sengaja saya dedikasikan untuk menghormati jasa beliau di dalam hidup saya (walaupun entah beliau akan membacanya atau tidak). Selamat menikmati. :)

RS AINI JAKARTA, 15 TAHUN YANG LALU

Ruangan tunggu itu berbentuk persegi empat dengan banyak kursi bersambung yang memang khas terdapat di setiap ruang tunggu. Sebenarnya tak banyak beda kondisi ruangan tunggu itu dengan ruang tunggu lainnya, kecuali 1 buah perbedaan mencolok: bau rumah sakit. Entah parfum atau wewangian apa yang ditaruh di setiap rumah sakit, bau itu selalu tercium dengan jelas bagi setiap orang yang memasukinya. Bau itu begitu jelas dan deskriptif, membuat siapapun yang berada di dalamnya merasa sakit dan ingin segera menyelesaikan urusannya di sana. Pun juga bagi seorang anak sd bermata empat dan berbadan gempal yang sedang memainkan robotnya di sana.

Dia tidak ingin berada di sana, yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya cepat-cepat selesai, dan kembali bermain SEGA di rumahnya. Namun apa daya? Dia tidak bisa menyelamatkan dirinya dari ruang segi empat tersebut. Yang bisa dia lakukan sekarang adalah menghibur dirinya dengan 2 buah mainan “Voltron” kesayangannya. Anak itu begitu asik di dalam pelariannya, hingga suara seorang wanita memanggilnya:

Anak Wahidyan Kresna!!! Silakan masuk ke ruang no 2…

Sontak anak itu terkaget, agak takut juga rasanya harus masuk ke sebuah berisi seorang dokter dan alat-alat yang aneh, tapi sebuah tarikan lembut dari ibunya membawanya masuk ke dalam ruangan no 2 tersebut.

Dengan perasaan takut-takut anak tersebut masuk ke dalam ruangan yang berisikan banyak alat yang berbentuk kacamata aneh, lensa bongkar-pasang berwarna merah-biru, dan berbagai perlengkapan periksa mata lainnya. Agak penasaran juga rupanya anak tersebut, dia pun bermaksud untuk menuju ke tempat dimana kacamata aneh tersebut berada. Namun tangan lembut ibunya lagi-lagi menggagalkan niatnya, ditariknya ia duduk ke sebuah bangku yang ada di depan sebuah meja, di mana seorang berbadan tinggi tegap, dan berjas putih duduk di sana. Dialah dokter Purbo Widodo. Seorang dokter mata hebat yang akan selalu diingat oleh anak tersebut ke depannya.

THE BEST EYES DOCTOR THAT I’VE EVER MET!

Awalnya Biasa Saja.. Kita Saling Bercanda.. Berbincang Seadanya.. Semua Biasa Saja..

Sebenarnya pemeriksaan yang dilakukan oleh beliau ini biasa saja, tidak ada prosedur yang spesial dilakukan oleh beliau. Hanya saja ada satu hal yang menurut saya dominan dari beliau. Beliau adalah seorang dokter yang amat teliti! Gimana gak teliti banget coba, setiap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh mesin dan optician selalu diperiksa lagi secara teliti oleh beliau.

Buat yang pake kacamata, dan pernah check ke dokter mata, pasti tahu 2 buah alat test di bawah ini donk:

Nearsightedness Test [1]

Astigmatism Chart [2]

Saya sendiri kurang begitu mengerti fungsi mendetail dari kedua test ini. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman saya, kemungkinan besar kedua alat tes ini digunakan untuk mendeteksi variabel silinder dari mata kita. Tes ini sebenarnya mudah, pada tes pertama kita diharuskan untuk memberitahukan apakah huruf yang ada di dua area yang berbeda (merah dan hijau) memiliki tingkat kehitaman yang sama. Dan pada tes yang kedua, kita diharuskan untuk memberitahukan apakah semua garis tersebut memiliki tingkat kehitaman yang sama. Dan perlu diketahui, bahwa jika mata kita atau ukuran kacamata kita benar, maka kita akan melihat bahwa kesemuanya memiliki tingkat kehitaman yang sama.

Menurut saya pribadi, tes ini merupakan salah satu tes yang membutuhkan tingkat kesabaran tertinggi dari seorang dokter mata. Karena pada tes ini seorang dokter mata harus memberikan sebuah ukuran kacamata yang membuat kesemua variabel tes memiliki tingkat kehitaman yang sama (tanpa kompromi sedikit pun!). Seorang dokter yang benar, harus bisa membuat pasien melihat kesemuanya garis/huruf tersebut terlihat sama hitam. Dan ini memerlukan kesabaran dan ketelitian yang ekstra, karena sulit bagi pasien yang memiliki sakit mata silinder melihat kesemuanya sama hitam jika tanpa menggunakan ukuran optis yang tepat (untuk yang pernah tes mata, pasti tau betapa sulitnya ini). Tapi dokter Widodo ini selalu mengerjakannya dengan sabar.

Tapi Ternyata..

Tadinya saya berpikir bahwa semua dokter mata pasti akan melakukan pemeriksaan seperti beliau, tapi ternyata sepanjang pengalaman saya memeriksakan mata ke banyak dokter, tidak ada dokter yang memeriksa saya yang seteliti dan sesabar beliau. Saya pernah memeriksakan mata saya ke sebuah rumah sakit swasta yang terkenal di kota Bekasi, akan tetapi menurut saya pemeriksaannya sangat mengecewakan. Dokter yang memeriksa saya sangat percaya kepada mesin, dan kurang sabar untuk melakukan tes di atas. Bahkan pada akhirnya, tidak semua garis terlihat sama hitam, namun dokter tersebut menyudahi tes tersebut, dan berkata ukurannya sudah tepat.

Tidak hanya sekali saja saya mengalami hal tersebut, saya pernah memeriksa beberapa kali ditempat lain, dan semuanya terlalu percaya kepada mesin! Bukan berarti saya tidak percaya sama sekali kepada mesin yah, tapi sepanjang pengalaman saya, mesin pemeriksaan optis selalu memberikan hasil yang berbeda di setiap tesnya. Tidak percaya? Coba saja anda datang ke suatu optik, dan minta di tes mata dengan menggunakan mesin tersebut secara berulang-ulang, hampir pasti hasilnya akan berbeda satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan pengalaman ini, saya pun sudah nyaris tidak percaya lagi untuk memeriksakan mata saya ke tempat lainnya, dan selalu kembali lagi ke dokter Widodo untuk check-up jika ingin membeli/mengganti kacamata/lensa. Mungkin, dan pastinya ada dokter sebagus beliau di tempat lain, tapi saya terlalu malas untuk mencoba menemukannya. :D

Sang Dokter yang Idealis dan Tegas

Ada suatu hal dari dokter ini yang sangat menentramkan saya. Pernah denger tentang cerita-cerita dokter yang ngasih obat yang gak penting kayak suplemen dan suruh dateng meriksa walopun sebenernya udah sembuh? Beliau tidak begitu!

Beliau tidak pernah menyuruh datang kembali untuk memeriksa, ataupun meminum obat, jika memang tidak diperlukan!

Yup! Beliau adalah seorang yang lurus. Saya inget kata-kata beliau ketika ibu saya bertanya kepada beliau tentang apakah ada obat yang harus diminum (ketika adik saya sakit mata)? Beliau hanya menjawab singkat:

Obat??? Buat apa??? Di rumah udah bagus khan makanannya??? Gak usahlah obat-obat yang gak perlu.

Dan juga ketika ibu saya bertanya apakah adik saya perlu datang lagi ke dia untuk pemeriksaan lebih lanjut, dia hanya bilang:

Ngapain datang lagi? Emang matanya bakal jadi 3 apa kalo gak datang? Udah sembuh kok.

See? Agak geli juga sih denger jawaban-jawaban ini, tapi dokter ini menurut saya termasuk ke dalam golongan dokter yang lurus dan idealis, hanya melakukan sesuatu yang perlu saja. Tidak hanya itu, beliau pun bersedia menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh pasiennya dengan jelas dan terbuka (tanpa mempedulikan waktu), sehingga memberikan perasaan yang tenang kepada pasiennya. Bandingkan dengan dokter-dokter tidak bertanggung jawab yang melakukan pemeriksaan secara asal-asalan dan money-oriented.

Oia, ada lagi sebenernya sifat beliau yang terlihat jelas bagi saya. Sepenglihatan saya, beliau adalah orang yang tegas, buat beliau adalah orang yang berpendapat bahwa, hitam adalah hitam, dan putih adalah putih. Beliau adalah orang yang tegas, dan menurut saya beliau adalah orang yang tidak segan-segan untuk melawan atasannya jika sang atasan tersebut menyalahi aturan, atau melakukan tindakan yang tidak sewajarnya.

DAN WAKTU PUN BERLALU

Tetap Produktif di Usia Senja

Waktu terus berlalu, dan Sabtu kemarin (6 Oktober 2012), setelah 4 tahun berselang saya kembali memeriksakan mata saya di RS AINI Jakarta. Dan mengingat usia beliau yang sudah jauh melewati masa pensiun ketika terakhir saya bertemu, saya tidak begitu berharap untuk bisa bertemu beliau. Saya pun merasa ragu apakah dokter saya yang baru (jika beliau memang benar-benar sudah tidak praktek) akan sebagus, dan seteliti beliau. Dengan agak gontai saya berjalan ke tempat pendaftaran pasien lama, dan bertanya kepada penjaga tempat pendaftarannya. Ternyata: eng-ing-eng!!!

Beliau masih praktek!

What???!!! Agak gak percaya juga sebenernya. Sehat amat yak!!! Terakhir yang saya tahu, usianya sudah lebih dari 60 tahun!!! Saya pikir beliau sudah meninggal atau pun minimal sudah berhenti praktek. Dan sekarang masih praktek??? GOD BLESS HIM!!! hahaha… Mendengar kabar gembira ini, saya hanya bisa tersenyum sendiri karena senang beliau masih praktek, dan bisa memeriksa mata saya hari ini. Dan saya pun mengantri di ruang refraksi dengan mulut tersenyum. :)

“Tuan Wahidyan Kresna Fridayoka!”. Panggilan itu datang juga, saya pun masuk ke dalam klinik dr. Widodo (setelah menjalani pemeriksaan di ruang refraksi tentunya). Dan kemudian saya lihat beliau dan agak terkejut

Wow! Masih seger banget tampilan si dokter ini! Rambut sudah lebih banyak memutih, tapi beliau tampak lebih hidup!

No, I am not over exaggerating things! Dokter Widodo memang nampak lebih hidup dibanding dulu, dan tampak sangat menikmati hidupnya. Dan yang paling penting: kesabaran, ketelitian, dan ketegasan beliau tidak berubah sedikit pun dibandingkan terakhir saya datang ke beliau. Nice.. He is truly my great Doctor!! :D Dan coba tebak berapa umurnya sekarang? Hampir 70 tahun!!! Masih praktek, dan menyetir mobilnya sendiri ke RS!!! I really envy you Doctor.. Can I become like you when the time comes? Definitely not (with my current obesity state). X_x

God’s Will

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, walaupun saya berharap beliau masih praktek, tapi sebenarnya saya terkejut ketika beliau benar-benar masih praktek. Gimana gak kaget coba? Waktu saya masih SD, beliau sudah memeriksa saya, dan saya ingat beliau sudah mulai masuk ke usia senja. Dan sekarang, lebih dari 15 tahun kemudian, beliau masih praktek? X_x

Sangkin penasarannya, saya bertanya kepada beliau, bagaimana bisa beliau masih segar dan produktif di usia sesenja ini? Beliau menjawab dengan menunjukkan telunjuknya ke langit, tersenyum, dan berkata:

It is God’s Will.

After-Examination Talks

Setelah pemeriksaan saya selesai, saya berpamitan kepada dokter tersebut, dan berkata bahwa saya ingin melanjutkan studi saya ke Jerman. Obrolan pun terjadi di sini, dari mulai jurusan apa yang akan saya ambil, alasan saya mau melanjutkan kuliah di luar negeri, baterai smartphone yang boros dibandingkan dengan zaman dulu, sampai dengan kasus korupsi simulator SIM yang sedang menjadi berita hangat di Indonesia. Lumayan melebar dan lama juga ternyata pembicaraan kami, sama lamanya dengan pemeriksaan saya malah. Haha. But I enjoy that moment Doc.! :D

Tak lupa beliau juga berpesan kepada saya agar saya serius benar-benar serius belajar di sana, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang saya dapatkan ini (mungkin beliau tau kalo dulu saya tukang maen. :p). Beliau juga mendoakan saya agar saya bisa membuat penemuan di bidang yang saya tekuni. Sejujurnya, saya merasakan seperti ada aura “orang tua jawa” di dokter, sebuah aura yang saya rasakan dari eyang (kakek) saya di Jogja sana. Mungkin karena memang beliau berasal dari Jawa, atau entahlah. Hehe. Well, Terima kasih banyak yah dok doanya. Semoga saya bisa menjadi orang yang seperti dokter doakan. Amin.. :)

Narsis Foto Bersama

Tak lupa, di akhir sesi pemeriksaan, saya menyempatkan diri untuk berfoto dengan dokter hebat tersebut sebagai kenang-kenangan saya. Ini dia fotonya (terima kasih untuk suster yang telah membantu saya untuk mengabadikan momen ini):

Me and dr. Purbo Widodo Sp.M

PENUTUP

Menurut saya pribadi, dokter Purbo Widodo Sp.M ini merupakan seorang dokter hebat dan patut menjadi panutan dari setiap dokter di dalam hal dedikasi dan penanganan pasien. Alangkah senangnya hati ini jika di masa yang akan datang, saya akan bisa mendapatkan, dan menemukan lagi dokter-dokter yang berkepribadian seperti beliau, seorang dokter yang menenangkan, dan mengerjakan semua tugasnya dengan dedikasi yang tinggi.

Terima kasih banyak dokter, semoga Allah membalas semua kebaikan dokter kepada saya, dan semoga kita bisa bertemu lagi di masa yang akan datang.

Dari tengah “kehangatan” kota Bekasi,

– Yoka –

PUSTAKA

[1] Diambil dari: http://www.thirdeyehealth.com/downloadable-eye-chart.html  . Waktu akses: 7 Oktober 2012, 4:00 WIB.

[2] Diambil dari: http://www.dcareaeyecare.com/astigmatism_article.html . Waktu akses: 7 Oktober 2012, 4:05 WIB.

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

15 Comments on dr. Purbo Widodo Sp.M

  1. grace huang // March 7, 2015 at 23:27 // Reply

    halo..tadi sore saya pertama kalinya cek mata ke dr purbo setelah smalam google dulu..ketemu cerita kamu n rasanya sreg gitu bacanya:D iya..masih segar lho dokternya..tadi lupa ya kasih liat foto km ber2 dokter..habis awalnya dokternya agak jaim gitu..hahaha..info biaya konsul 300rb..thanks sharing ceritanya..nih gantian cerita..aku juga punya dokter internist baik lho..ga madu=mata duitan..sudah tua juga ..kasih obat seperlunya juga..namanya dr.mukidjan di rs premiere jatinegara..

    Like

    • wahidyankf // April 7, 2015 at 21:57 // Reply

      halo Grace.. Sama-sama.. :D Seneng dengernya kalo dokternya masih sehat.. :D Noted.. dr. Mukidjan RS Premier Jatinegara.. Saya catet buat kalo2 ada orang di sekitar saya yang butuh referensi dokter internis.. Thanks. :D

      Like

  2. thank you for the review

    Like

  3. halo. thanks ya buat reviewnya, kebetulan lagi cari-cari. Aku mau coba deh kesana, ohya kisaran harganya sekitar berapa? mahal ga untuk cek minus mata dan ada keluhan sedikit karena soflen.
    Thanks ya

    Like

    • Halo Nindy,

      Kalo tentang itu saya kurang tahu, karena biasanya waktu dulu saya ke sana bukan saya yang ngurus pembayarannya. :(

      Like

  4. evan damytriaz // August 14, 2014 at 00:03 // Reply

    Dengan membaca cerita di atas, dedikasi dan kualitas dr.purbo cukup menginspirasi saya sebaga optician yg masih banyak belajar dari tokoh” dokter spesialis mata yg punya reputasi yg bagus.. Semoga saya pun bisa seperti beliau” di dunia kedokteran :)

    Like

  5. Silvia Octav // June 5, 2014 at 11:47 // Reply

    Salam kenal saudara, saya ingin berbagi informasi, ada dokter mata lain yang juga bagus dan bededikasi tinggi, dokter Lembah Redati namanya, beliau praktek di aini juga. Ke mana-mana jalan kaki atau naik angkot, dan selalu membawa payung hitam besar. :)
    Padahal pasiennya banyak yang datang dari luar jawa, dan beliau sudah mencetak banyak dokter mata lain, beberapa bahkan sudsh prof.
    Sayangnya, januari lalu, beliau dipanggil sang pencipta. Sedih sekali rasanya kehilangan dokter yang teliti, penuh perhatian dan tidak matre.
    Saya rasa, untuk kontrol berikut saya akan membawa anak saya ke dokter Purbo. Dokter yang baik dan teliti plus tidak matre adalah makhluk langka.
    Terima kasih untuk informasinya.

    Like

    • wahidyankf // June 24, 2014 at 03:36 // Reply

      Halo Bu Silvia Octav,

      Terima kasih untuk sharingnya. :) Sedih rasanya kehilangan satu lagi dokter yang memang oke dan berdedikasi tinggi. :( Semoga beliau mendapat tempat yang terbaik di sisiNya. :)

      Like

  6. saya pun pakai dokter ini skg. dan msh rawat jln. dokternya baik hati dan sabar.

    Like

  7. Mau Tanya dr. Purbo Widodo selain praktek di RS Aini, dimana lagi? krn sy cek di Website RS. Aini cuma Praktek Hari Senin dan Sabtu. Terima Kasih

    Like

    • wahidyankf // July 15, 2013 at 21:57 // Reply

      Halo Junaidi..

      Waduh, punten pisan, tapi saya gak tau jawabannya.. Selama ini saya cuman tau (dan selalu periksa saat) beliau praktek di Aini hari Sabtu.. :)

      Like

  8. memang disaat-saat kondisi kita sedang membutuhkan pengobatan sangat sulit untuk menemukan dokter2 spesialis yg cocok menurut harapan yg kita inginkan,sabar,teliti,bijak dan lapang dalam memberi penjelasan dan teliti sebelum memberi tindakan medis. bersyukur masih ada dokter yang sehebat beliau

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: