News Ticker

Catatan Akhir 2012

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

This is it!!! Akhirnya saya tiba juga di penghujung tahun 2012!!! Well, lewat tulisan ini saya ingin melakukan refleksi sekaligus berbagi  dengan para pengunjung yang kebetulan terjebak masuk ke dalam blog saya tentang kehidupan saya (baik itu positif atau negatif) di tahun 2012 ini. So, berikut beberapa hal yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan saya selama tahun 2012.

1. Mimpi untuk melanjutkan studi ke jerman.

Alhamdulillah mimpi saya untuk menginjakkan kaki di negeri impian saya dari SMA ini akhirnya terwujud juga. Setelah bertahun-tahun cucuran keringat dan air mata (lebay), akhirnya saya bisa sampai di Jerman!!! Terima kasih yang teramat sangat Allah.😀 Bukan untuk sombong, tapi dari sini saya belajar bahwa:

a. Keajaiban Memang Benar-Benar Akan Terjadi jika Kita Terus Mengejar Mimpi Kita.

Well, mungkin banyak orang yang tidak percaya bahwa jalan akan terbuka jika kita terus berusaha dan mencari.. Tapi saya mengalaminya!!! Jujur saja, waktu itu saya tidak punya kemampuan finansial sedikit pun untuk bisa pergi ke Jerman, begitu pula dengan orang tua saya. Tapi, saya terus berusaha, dan kedua orang tua saya pun selalu meyakinkan saya bahwa rezeki akan datang kalau memang takdir saya untuk bisa pergi ke Jerman.

Jujur, sempat kedua kaki ini terasa berat untuk melangkah di dalam badai ketidakpastian (jieh bahasanya.. :p), terlebih lagi ketika saya melihat banyak sekali teman saya yang sudah mulai mapan (as in: gajinya gede-gede, dan mulai bisa hidup enak, bahkan berkeluarga). Saya jadi mempertanyakan apakah keputusan saya untuk tidak datang ke wawancara salah satu perusahaan besar adalah sebuah keputusan yang tepat. Sungguh saat itu benar-benar masa-masa yang sangat menggalaukan dan menyiksa batin.

Tapi, saya selalu teringat tentang apa yang tidak akan bisa saya katakan kepada anak-anak saya nantinya, ketika suatu saat nanti mereka menanyakan kepada saya jalan mana yang harus mereka kejar. Tentunya saya tidak akan punya hak untuk memberi tahu dan menyemangati anak saya untuk mengejar mimpinya (apapun itu), kalau saya gagal dan menyerah di dalam mengejar mimpi saya bukan? Dan ditengah-tengah kegalauan saya ini, saya selalu mengingatkan diri saya untuk tidak menjadi bagian dari orang-orang yang harus kehilangan mimpinya di tengah jalan, dan harus menyesalinya di kemudian hari.

I promised my self that I will not become one of those pathetic adults, who have a great regret for their past. So, I decide to keep chasing my dream!😀

Dan.. Ntah kenapa beneran kejadian. Adaaaaaa aja rezeki dan jalannya buat pergi ke Jerman ini. Di mana akan terlalu banyak kalau saya tulis di sini..😀 Dan tibalah 15 Oktober 2012, hari yang gak akan saya lupakan. Akhirnya bisa sampai juga di benua biru (setelah 19 jam siksaan naik burung besi. -_-).😀

Pelajaran Moral:

Jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi kita.😀

b. Restu kedua orang tua itu amat sangat penting.

Yup, saya belajar bahwa restu orang tua itu teramat penting. Dan adalah penting bagi kita untuk memastikan bahwa tidak ada satu kekecewaan pun terhadap kita di dalam hati kedua orang tua kita.

Kenapa? Karena pertama, mereka adalah orang yang paling berjasa dan tulus kepada kita (well, at least 99 percent of them). Dan kedua, jalan kita akan jauh lebih lancar jika kita mendapatkan doa dari kedua orang tua kita. Terbukti dari entah mengapa ada saja jalan yang dibukakan oleh Allah untuk saya berangkat ke Jerman. Seriusan, saya juga gak nyangka, kok bisa yah ada aja jalan dan keajaiban karena restu dari kedua orang tua. X_x

Pelajaran Moral:

Kejarlah restu dari kedua orang tua kita.😀

2. Tentang keluarga

a. Bersikap lembut kepada kedua orang tua.

Ada kejadian pahit yang saya alami di dalam hal ini, di mana hal ini akan terus membuat saya menyesal jika mengingatnya.  Hfff…

Jadi waktu itu saya cek cok dengan kedua orang tua saya di dalam menentukan waktu untuk pergi ke bandara. Pertanyaannya adalah: kapan kah waktu yang tepat untuk berangkat dari rumah Bekasi? Waktu itu saya berpendapat bahwa berangkatnya mepet-mepet saja, paling cepat 6 jam sebelum keberangkatan pesawat saya ke Jerman. Akan tetapi entah kenapa orang tua saya bersikeras bahwa saya harus berangkat 12 jam sebelum keberangkatan (di mana jam 12 siang saya sudah harus berangkat ke bandara untuk pesawat jam 12 malam).

Kurang ajarnya, saya waktu itu bilang berkata:

“duh, ngapain sih harus jauh2? memangnya mas Yoka mau nyapu apa di sana? mepet-mepet aja lah.. santai..”.

Well, sebenarnya kata-kata ini biasa aja sih kalau ngomongnya ke teman, tapi entah kenapa saya nyeletuk gitu ke ibu saya. Dan.. jadilah ibu saya hanya diam, dan akhir nya one way lead to another, kami (saya dan orang tua saya, bukan saya dan dian sastro) cek-cok.. Betapa gak bersyukurnya yah saya… damn you yok.. anak macam apa?

Hm.. Usut punya usut, ternyata dulu sodara saya pernah ada yang tiket pesawatnya (bukan pesawatnya) hangus karena entah kenapa jalanan dari bogor ke bandara ultra macet! Dan dia harus menghabiskan waktu lebih dari 12 jam untuk sampai bandara! (gilak!) Yang ibu saya takutkan adalah karena ini uang satu-satunya untuk beli tiket pesawat (di mana sampai harus menjual emas segala. Thx a lot mom. T_T), akan sangat kacau kalau saya sampai mengalami kejadian yang sama. Ditambah lagi, ternyata.. Orang tua saya kurang suka terhadap sikap saya yang terlalu SO (study oriented), dan terlalu cuek dengan urusan rumah.

Well, untungnya ibu saya memaafkan saya. Thx mom, I’ll insha Allah never do that again..

Pelajaran moral, dari sini:

Bersikaplah yang lembut dan hormat kepada kedua orang tua kita, karena kita gak akan tau tingkah kita yang mana yang menyakiti orang tua kita. Dan karena, kita akan sangat sakit jika anak kita melakukan hal yang sama kepada kita.

b. Nikah itu penuh turbulensi, pacaran itu cuman bohong-bohongan

Akhirnya kedua orang tua saya mulai membicarakan masalah jodoh.. Sudah masuk usia pernikahan juga sepertinya sayah.. hahaha.. *ketawa-ala-penjahat*

Well, ada beberapa kata-kata ibu saya tentang berkeluarga yang akan saya ingat, yaitu tentang fase-fase di dalam pernikahan. Agak lupa jelasnya sih (soalnya waktu itu masih terkaget-kaget tiba-tiba ngomongin masalah dian sastro nikah.. hahaha…), tapi kurang lebih kayak gini:

1 tahun pertama pernikahan

Satu kata:

Turmoil!

Lewat bulan madu, semua kejelekan dan hal-hal kecil dari suami dan istri akan terbuka. Dari masalah ngupil, kentut, sampe ngorok pun akan tau. Masa-masa ini penuh dengan perasaan shock, dan lain sebagainya.

2-5 tahun pernikahan

Ini lagi panas-panasnya, ada aja yang jadi masalah. Ego tiap orang masih gede di sini. Ibarat kayu, di sini tiap orang masih gak sensitif, egois, dan keras-kerasnya.

5-10 tahun pernikahan

Masalah masih ada, malah makin banyak. Tapi, di sini masing-masing orang akan semakin melunak, dan berusaha untuk menyesuaikan diri. Berusaha untuk saling mengerti satu sama lainnya.

11-15 tahun pernikahan

Again, masalah!!! Banyak faktor eksternal yang ikut bikin rese, angin lagi kenceng-kencengnya. Tapi makin bisa menyesuaikan. Di masa ini, kalau ada apa-apa, pasti inget anak.

16-20 tahun pernikahan

Masalah orang ketiga mulai ada, puber kedua. Cuman kesetiaan dan niat baik dari kedua belah pihak yang bisa membuat pasutri melewati masa-masa ini.

20-50 tahun pernikahan

Udah bener-bener sayang dan nyaman sama pasangan. Udah bener-bener nerima apa adanya, mencoba melengkapi satu sama lain.

50 tahun pernikahan (eyang saya) / Pernikahan emas

Di masa ini, pasutri sudah bener-bener merasa bahwa mereka adalah satu badan. Semua bisa pakai isyarat dan tahu apa yang dipengenin pasangan. Kayak bener-bener kehilangan kalau gak bareng.

Eniho.. setelah ibu saya selesai ngomong gitu, saya agak bengong dan nanya:

“Serius mah? Berarti bener2 nyaman sama papanya baru2 aja donk? baru 5 tahunan?”.

Dan ibu saya hanya menjawab dengan sebuah senyuman.. hm.. Well, intinya kalau yang saya ambil dari kata-kata ibu saya:

Sebuah pernikahan pasti bakal penuh dengan huru hara, dan semua tergantung dari visi, misi, dan niat baik masing-masing pihak. Bukan hal-hal kecil kayak: “ah dia hobby nonton juga loh”, dlsb.

– Ujian terberat suami dan istri

Kalau tadi dari ibu, sekarang giliran bapak yang memberikan uang TV berwarna mesin cuci petuah, yang saya rasa bener banget. Bapak bilang:

Ujian terberat untuk seorang superman suami dan istri itu baru bisa dialamin setelah nikah (ya iya lah -_-), dan gak akan bisa kita tahu hasilnya sebelum ujian ini terjadi.

Untuk seorang istri, ujian paling berat itu ada waktu si suami lagi miskin-miskinnya. Saat keluarga sedang miskin, bisa gak sang istri tetep ada di samping suaminya?

Sedangkan ujian untuk seorang suami itu sebaliknya. Ujian terbesar dan terberat dari seorang suami itu terjadi ketika sang suami lagi sukses-suksesnya. Saat lagi di puncak, bisa gak sang suami tetep sayang sama istri dan keluarganya?

Hm.. Bapak banget yang ini nasihatnya.. Singkat, jelas, padat, terpercaya!!! Liputan 6!!!. Hff… Gak mudah sih pastinya, tapi semoga nanti pada saatnya saya bisa menjadi suami (dan bisa mendapatkan seorang istri) yang tahan cobaan berat ini.. Amin..

3. Tentang Kehidupan

a. Kerjakan segala sesuatu secara ikhlas dan dari hati.

Well, ini kata-katanya gahul formalitas banget sih. Tapi somehow, entah kenapa orang lain selalu bisa membedakan mana sesuatu yang dibuat dengan menggunakan hati. Atau.. Entah kenapa semua hal yang baik dan saya kerjakan dengan ikhlas dan sepenuh hati, selalu meninggalkan kesan yang asik positif bagi orang yang melihat/menggunakannya. Contoh, dari tulisan-tulisan saya yang ada blog ini ataupun blog sebelah (www.jermandes.wordpress.com).

Tanpa bermaksud sombong (sumpah demi Allah), beberapa orang yang punya mimpi sama dengan saya (melanjutkan studi ke Nigeria Jerman) merasa blog jermandes berguna untuk mereka (bisa dilihat dari komentar-komentar para pengunjung yang ada di blog tersebut). Kalau boleh jujur, senang rasanya bisa membantu orang dengan mimpi yang sama dengan saya. Lagipula, apalagi sih reward yang paling berharga yang bisa diberikan ke seorang penulis selain terima kasih yang tulus dan kebergunaan dari tulisannya?😀

Pelajaran moralnya adalah:

Hal ini akan selalu jadi pengingat di dalam diri saya untuk selalu melakukan sesuatu dengan ikhlas dan dengan sepenuh hati.

b. Together we can!

Yup!!!! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!!! Pelajaran ini saya dapatkan ketika saya mengelola blog sebelah (lagi-lagi www.jermandes.wordpress.com).

Well, sejarah blog ini di dalam hidup saya sebenernya ada 3 fase (dari 4 fase yang mungkin). Singkat cerita, awalnya saya ingin buat blog seperti si jermandes ini sendiri (fase 1). Tapi entah kenapa, akhirnya saya memutuskan untuk membuat bersama ke 4 sahabat saya yang saat itu sedang sama-sama mengikuti les bahasa jerman di Goethe Institut Bandung (Indra, Adna, Bia, dan Ihsan). Jadilah akhirnya kami menulis blog tersebut (fase 2). Dan ternyata, keputusan saya tersebut adalah keputusan yang tepat! Karena ide dan bahan cerita yang bisa ditulis di blog tersebut jadi banyak, dan saling melengkapi.😀.

Singkat cerita, entah kenapa saya merasa bahwa bukan suatu hal yang mungkin untuk kami berlima meng-cover semua berita yang ada di Jerman, dan ternyata teman-teman saya pun ternyata setuju. Jadilah kami buat buka semacam lowongan untuk  menulis bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Dan ternyata lumayan banyak yang tertarik, sehingga bisa berkembang seperti sekarang. Tidak terlalu banyak sih, cuman sekitar 200-400 hit per hari (di tahun 2012 ini). Tapi kami sangat senang karena blog ini bisa membantu banyak orang yang kesulitan mencari jodoh info untuk melanjutkan studi ke jerman seperti kami dahulu.😀

Dan yang menarik adalah, dengan banyaknya orang yang ikut membantu menulis di blog jermandes tersebut, tulisan kami di Jermandes jadi lebih bervariasi! Dan pastinya lebih bisa memberikan gambaran untuk orang-orang yang ingin pergi ke jerman jika dibandingkan dengan fase-fase sebelumnya.😀

Jadi, pelajaran yang bisa saya ambil dari hal ini adalah:

Untuk hampir semua hal, bersama memang lebih baik daripada sendiri.😀

c. Tolonglah teman dengan ikhlas dan semaksimal mungkin!

Hm.. Gak bisa dipungkiri, pengalaman saya untuk “mendarat” di jerman bisa menjadi pengalaman yang sangat buruk! Sangat bisa dipastikan bahwa saya akan mengalami “crash landing” atau malah “emergeny landing” jika tidak ada kawan-kawan saya yang ada di Aachen. Terima kasih sebelumnya kepada sahabat-sahabat saya yang ada di kota Aachen (ara, arya, abim, indra, feby, vitri, kiki, aya, vani, dan kawan-kawan yang gak mungkin saya sebutkan satu persatu) yang sudah membuat landing saya terasa begitu nyaman dan memiliki efek samping yang minimal.

Sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk saya bahwa:

Sedikit hal yang dilakukan seseorang (misal menunjukkan di mana letak toko yang menjual alat pencabut bulu ketek mandi) akan bisa berarti sangat banyak untuk orang lain, apalagi jika berada di tempat yang baru dan asing seperti ini.

4. Keuangan dan Kesehatan

Satu kata simpel:

Berantakan!

Tapi seenggaknya saya sudah tahu bagian mana yang harus dibenahi. Strategi yang kongkrit pun sudah ada. Semoga tahun depan bisa jauh lebih baik.🙂

5. Agama

Solat masih klewar klewer. Ngaji masih kurang.

Menyedihkan!!!

Gimana mau jadi Pesumo Handal suami dan bapak yang oke kalo gini. Perlu lebih ditingkatkan secara serius. Bertahap tapi pasti.

6. Relationship

Walopun pada tahun ini hubungan saya berjalan maju mundur dan gak karuan, tapi saya belajar banyak dari hubungan yang saya miliki dengan seorang wanita perempuan berinisial DNH. Termasuk di antaranya untuk memanusiakan manusia. Terima kasih untuk semuanya yah DNH.. Semoga kisah kita ini bisa berakhir manis.🙂

___

well, cukup segitu aja deh. Udah kepanjangan juga.. Hehehe…

Goodbye 2012.. Terima kasih sudah memberikan semua kesenangan dan pembelajaran untuk saya.. Welcome 2013.. Welcome better me..🙂

Salam dari gedung Prestep di seberang Aachen HBF persis,

.

Wahidyan K F (Yoka)

___

About wahidyankf (178 Articles)
Computer Engineer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: