News Ticker

Kenapa Islam Gak “Laku” di Indonesia

Belakangan ini beberapa media massa yang ada di Indonesia sedang lumayan gencar memberitakan tentang ormas islam yang melakukan sweeping, dan kegiatan-kegiatan anarkis lainnya. Dan saat mendengar berita-berita ini, timbul beberapa pertanyaan yang mengusik pikiran penulis. Mengapa berita-berita seperti ini terus terdengar? Mengapa sepertinya pamor Islam terus turun, dan cenderung tidak “laku” di Indonesia? Apakah ada beberapa pihak yang dengan sengaja ingin menjatuhkan agama Islam tercinta yang penulis anut ini?

Mungkin memang benar bahwa pemberitaan yang ada di berbagai media massa terlalu tendensius, dan tidak netral dalam pemberitaan tentang ormas-ormas ini. Mungkin memang benar bahwa ada beberapa pihak yang menginginkan bahwa Islam terus menurun popularitasnya di Indonesia. Akan tetapi ada satu hal yang berdasarkan pengalaman pribadi penulis menjadi penyebab utama terjadinya hal ini:

Agama Islam tidak ada gunanya di Indonesia!

Sifat Dasar Manusia Nomer 1: Apa Manfaatnya untuk Saya?

Ketika berbicara agama, kita pastinya akan membicarakan tentang hubungan manusia dengan tuhannya, dan juga dengan manusia lainnya. Dan ketika kita berbicara tentang manusia, maka kita akan berbicara tentang satu hal yang menjadi salah satu bahan bakar utama bagi manusia untuk melakukan sesuatu:

Apa manfaatnya untuk saya?

Apakah manusia selalu berbuat sesuatu karena ada maunya? Apakah manusia cuman akan melakukan sesuatu kalau memang hal itu bermanfaat untuk dia? Mungkin kata-kata ini akan terdengar tidak enak, dan tidak elok. Tapi pada kenyataannya, manusia itu hanya akan melakukan sesuatu yang menurut mereka akan bermanfaat untuk diri mereka.

Mengapa seseorang berolah raga? Mungkin untuk menjadi sehat. Mengapa seseorang bermain game? Mungkin untuk bersantai. Mengapa seseorang menolong orang lain? Mungkin untuk membuat batin mereka menjadi lega karena berhasil memberikan manfaat untuk orang lain. Mengapa seseorang mencuri? Mungkin karena dengan mencuri, mereka akan bisa bertahan hidup (walaupun mengambil hak orang lain secara paksa adalah sebuah kesalahan). Intinya adalah: semua orang hanya akan melakukan kegiatan-kegiatan yang menurut mereka bermanfaat untuk mereka.

Mengapa Islam Laku Keras pada Zaman Dahulu?

Berangkat dari sifat dasar manusia di atas, menurut penulis adalah sebuah hal yang wajar jika pada zaman dahulu  kala Islam menjadi salah satu agama yang paling diminati pada masa kejayaannya. Kenapa? Jelas karena mereka merasakan manfaat yang diberikan oleh agama Islam. Gak percaya? Mari kita simak beberapa fakta berikut ini:

Agama Islam membawa kemuliaan bagi kaum perempuan.

Saat agama Islam diturunkan di Arab, kaum perempuan dianggap sebagai mahluk yang rendahan, dan sebagai aib dalam sebuah keluarga. Tidak sedikit bayi perempuan yang dibunuh karena sang Ayah menganggap anak perempuan sebagai beban (harap diingat bahwa saat itu bangsa Arab adalah bangsa yang senang berperang antar suku, dan banyaknya lelaki diartikan sebagai kekuatan tempur). Tidak sedikit pula Ibu yang diwariskan dari Bapak kepada anaknya. Singkat cerita, harga perempuan saat itu amat sangat rendah, dan tidak dianggap sebagai manusia yang seutuhnya.

Namun Islam datang membawa kemuliaan bagi perempuan. Di dalam Islam, derajat Ibu lebih tinggi daripada Ayah. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun berkata bahwa 4 orang yang harus dihargai pertama kali di dalam hidup seseorang adalah Ibu, Ibu, dan Ibu, baru kemudian Bapak. Hal ini menunjukkan betapa tingginya derajat wanita di dalam Islam.

Agama Islam menghapuskan rasisme dan perbudakan.

Ingat Bilal sang muadzin pertama dalam Islam? Dia adalah seorang bekas budak yang (maaf) berkulit hitam legam. Dia adalah contoh orang yang saat itu dipandang sebagai salah satu kasta mahluk terendah. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW malah menugasinya sebagai salah seorang muadzin, dibandingkan dengan sahabat-sahabat lainnya yang memiliki fisik lebih “sempurna”.

Selain itu agama Islam juga menekan tentang penghapusan perbudakan di muka bumi. Lihat salah satu hadist riwayat Muslim berikut ini:

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: Barang siapa memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka dengan setiap anggota tubuh budak itu.

Kembali ke Islam di Indonesia yang Tanpa Manfaat.

Sekarang mari kita kembali ke masa kini, dan kita lihat fakta-fakta yang ada di lapangan.

  • Apa agama sebagian besar penduduk Indonesia?
    -> Islam
  • Siapa yang paling banyak melanggar peraturan di Indonesia?
    -> Orang Islam
  • Siapa yang korupsi?
    -> Lagi-lagi banyak orang Islam
  • Siapa yang paling banyak berfoya-foya, dan bermewah-mewahan sementara banyak saudaranya yang kelaparan?
    -> Orang Islam

Lalu manfaat agama Islam di Indonesia itu apa? Rahmat untuk Indonesia? Dari mananya? Wajar dong jadinya kalau banyak orang yang gak simpatik, dan cenderung meninggalkan agama Islam? Karena emang gak ada manfaatnya! Terlalu banyak kaum muslimin yang kerjaannya membaca Al-Qur’an, tapi gak mengamalkannya!

Oia, sebelumnya penulis memang bukan seorang Ustadz, atau orang yang pintar dalam hal agama. Penulis juga tidak menyalahkan penganut ajaran agama Islam yang hobinya “hanya” membaca Al-Qur’an tanpa tahu arti dari yang mereka baca, karena memang di dalam agama Islam sendiri dijelaskan bahwa membaca setiap huruf yang ada di dalam Al-Qur’an itu adalah pahala (dan ini jelas jauh lebih mending daripada menonton video porno). Tetapi menurut penulis pribadi:

Al-Qur’an itu ada untuk dipahami, dan diamalkan, bukan untuk dibaca semata.

Kebayang gak sih kalau misalnya para pembaca Al-Qur’an itu saling mengamalkan apa yang sudah mereka baca? Seperti misalnya bersikap empati terhadap orang yang ada di “bawah” kita? Atau tidak bermegah-megahan seperti yang tertera di dalam surat At-Takatsur misalnya? Penulis rasa dunia pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya akan menjadi tempat yang lebih indah. :)

Sesuatu yang Kurang: Empati.

Berbicara tentang Islam dan manfaatnya di Indonesia, berdasarkan pengalaman penulis hidup beberapa lama di Jerman, ada satu hal yang menurut penulis kurang dari kehidupan di Indonesia: Empati. Menurut penulis, empati ini adalah sebuah hal yang penting di dalam kehidupan manusia. Dengan adanya empati, maka banyak orang yang akan merasa tidak sendirian di dalam kerasnya hidup. Sebuah rasa yang bisa membuat hidup ini lebih indah.

Contoh paling sederhana: Di Jerman setiap bus fasilitas publik dirancang untuk bisa digunakan juga oleh orang berkebutuhan khusus. Sebagai contoh, setiap ujung trotoar dibuat landai, sehingga para pengguna kursi roda bisa naik turun trotoar dengan mudah. Setiap bus juga dirancang agar dapat dinaik-turunkan suspensinya, dan dilengkapi dengan papan turunan, sehingga pengguna kursi roda bisa naik ke, dan turun dari bus dengan nyaman. Adakah hal seperti ini di negara Indonesia, sebuah negara yang mengaku sebagai pemeluk agama Islam terbanyak? Sayang sekali belum.

Islam Manfaat, Sebuah Solusi untuk Islam Indonesia.

Dari tadi ngejelek-jelekin Islam di Indonesia terus. Kasih solusi donk!

Oke oke. Sekarang penulis akan mencoba untuk memberikan solusi yang menurut penulis bisa mengatasi jatuhnya nama Islam di Indonesia. Menurut penulis, kuncinya ada di cara berdakwah yang baik dan benar, seperti yang ditunjukkan oleh Q.S An-Nahl ayat 125 di berikut ini:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang  baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah  yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl: 125)

Di surat tersebut Allah SWT memerintahkan kita untuk menyerukan agama Islam dengan cara yang baik, dan tanpa kekerasan. Jadi terjawab sudah yah pertanyaannya tentang apakah cara yang dilakukan oleh ormas-ormas itu tersebut merupakan sesuatu yang benar? Mungkin maksudnya adalah baik tetapi caranya salah. Dan sayangnya, adalah sesuatu yang percuma, dan akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan apabila maksud yang baik itu diwujudkan dengan cara yang salah.

Nah, pertanyaan berikutnya yang mungkin timbul adalah:

Kalau kita sudah memberi tahu dengan cara yang baik, tapi ternyata mereka malah gak terima, dan cenderung ngeselin gimana?

Menurut penulis, yang jelas jangan pernah gunakan kekerasan untuk mengajak orang kepada Islam. Apalagi sampai berbuat tidak adil kepada mereka. Coba lihat lagi QS Al-Maidah Berikut ini:

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kamu, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Maidah: 8)

Lagipula seperti yang dikatakan pada surat An-Nahl: 37, tidak semua orang yang kita inginkan bisa mendapatkan hidayah:

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka mendapatkan petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong. (An-Nahl: 37)

Jadi gimana? Jelas sudah yah solusinya. AMALKAN AJARAN ISLAM DENGAN CARA YANG BAIK DAN TANPA KEKERASAN. Jangan juga terburu-buru, dan jadi depresi juga dalam berusaha menegakkan Islam. Kenapa? Karena hal yang baik pasti lambat laun akan menyebar. Dan itu sudah sunatullah. :)

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

1 Comment on Kenapa Islam Gak “Laku” di Indonesia

  1. ya mungkin karena agama sudah menjadi budaya di indonesia,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: