News Ticker

Beberapa Hal “Kecil” untuk Membuat Islam Tampak Lebih Elok

Topik: Menghafal Al Qur'an
Panjang: ± 1700 kata.
Waktu: ± 9 menit.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Halo.. Beberapa waktu belakangan di beberapa media sosial yang saya ikuti ada beberapa hal yang cenderung repulsif terhadap Islam, sebuah agama yang saya yakini adalah benar. Well, pada dasarnya saya sih santai aja yah nanggapinnya, tapi rasanya agak miris aja ngeliatnya.

Cuman yah, kalau saya pikir-pikir lagi, ada beberapa hal “kecil” yang menurut saya akan membuat Islam terlihat lebih elok dan elegan jika kita jalani. Dan entah kenapa saya sangat yakin kalau kita semua memperhatikan hal yang kecil ini (yang tentunya gak bertentangan dengan prinsip Islam ini sendiri), maka posisi umat muslim akan lebih dihargai dibandingkan saat ini (ini bukan yang kita semua umat muslim inginkan?).

Oia, sebelum saya mulai menulis lebih jauh, saya mau minta maaf lebih dulu kalau ada kata-kata saya yang mungkin kelewat keras di dalam tulisan ini. Kesalahan saya murni dari saya, dan tidak ada pembenaran tentang itu. Saya juga bukan seorang alim yang hafal ribuan ayat, hanya seorang pemuda yang pengen belajar Islam secara pelan-pelan. Gak lebih.

List #1 – Stop “Mengadili” Orang Lain

Eh, eh, lo tau gak? Si A itu kerjaannya nongkrong-nongkrong doang di tempat itu. Sampah masyarakat emang.

Ngakunya Islam, tapi disuruh pake kerudung gak mau. Sampah!

Percuma pake kerudung kalau kelakuan masih kayak p*cun.

Hobi kok pamer aurat, ampas.

Idih, ngakunya islam, tapi pacarannya getol amat mas/mbak.

And many more..

Well, first of all, saya tau kalau di dalam Islam mengharuskan kita untuk menutup aurat. Saya juga tahu kalau kelakuan kita pun harus baik. Tapi bukan berarti kita bisa semena-mena untuk men-judge orang lain. Just stop it! Judging people is a rude thing to do! Hentikan hal yang memalukan dan tidak pantas ini sekarang juga!

Memangnya siapa kita? Sudah merasa tanpa dosa kah kita untuk menjudge orang lain sedemikian rupa? Coba deh yah dipikir baik-baik,

  1. Seberapa sering sih kamu-kamu yang cowo pake celana pendek di atas dengkul buat keluar, atau maen futsal? Itu aurat loh (cmiiw).
  2. Seberapa gak keliatannya sih lipatan badan kamu buat orang lain? Kalau mau adil, kamu juga harus keras ke diri kamu sendiri sebelum berani untuk menjudge orang lain.
  3. Buat kamu yang merasa udah sempurna, dan punya hak buat ngejudgde orang lain, kamu yakin kamu udah sempurna? Yakin banget? Udah seberapa berguna sih kamu buat orang lain? Keluarga kamu? Udah kamu benerin belum?
  4. Ngatain orang pacaran? Yakin kamu gak pacaran sama siapa pun dalam bentuk apa pun? Karena menurut saya pacaran itu bukan masalah status, tapi masalah sikap, hati, dan tutur kata (CMIIW).

Dan.. Buat kamu-kamu yang merasa udah sempurna dan masih tetep mau ngejudge orang lain, coba deh kamu mikir lagi.. Emang kamu tau apa yang sebenernya terjadi sama orang itu? Yakin tau? Atau sok tau? Emang nabi kita ngajarin hal itu yah? Beneran? Di mana dia ngajarinnya?

So please people, my beloved brother and sister. Stop judging people! Please. Yakin deh, kita gak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi pada seseorang, meskipun dia bilang kalau dia berkata jujur. Sedalam-dalamnya hati manusia cuman Allah yang tau. Dan sebagai catatan, belum tentu orang yang kamu judge itu lebih rendah derajatnya di mata Allah di bandingin kamu. :)

List #2 – Stop Making Up Stories

Cerita merupakan salah satu penemuan yang paling berharga dari peradaban manusia. Dengannya kita bisa membuat orang lain menangis, putus asa, atau pun lebih semangat dalam menjalani hidup. Dan adalah hal yang wajar kalau kita ingin berbagi cerita yang menurut kita bagus kepada orang lain, atau malah membuat cerita kita sendiri. Wajar kok. Beneran. Namun adalah hal yang tidak wajar (dan tidak bisa dibenarkan menurut saya) jika kita membuat cerita-cerita palsu tentang nabi atau sahabat nabi, MESKIPUN UNTUK MAKSUD YANG BAIK.

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya pernah dikasih sebuah cerita oleh salah seseorang tentang Aristoteles, Plato, cinta, dan taman bunga (buat yang penasaran, coba deh google dengan keyword “cerita aristoteles plato taman bunga”. Langsung ketemu kok. :D). Nah menariknya, beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah cerita yang sama, akan tetapi tokohnya diganti Umar bin Khatab dan muridnya. Dan ceritanya itu benar-benar copy – paste – edit.  OMG! Super lame! Saya yakin sih maksudnya baik, tapi caranya gak banget. X_x

Kenapa saya bilang gak banget? Pertama, karena saya adalah seorang akademisi, maka saya berpendapat bahwa copy – paste – edit adalah hal yang MEMALUKAN! dan TIDAK DIBENARKAN! Apa pun alasannya (kecuali dengan quotation yang sesuai). Dan yang kedua (dan paling penting) adalah karena menurut saya ISLAM ITU INDAH KARENA KEMURNIANNYA. Coba deh kita lihat hadist berikut ini:

Maka wajib bagimu berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah sahabat yang mendapatkan petunjuk, dan yang menyampaikan petunjuk. Berpeganglah dengan sunnah ini, dan gigitlah dengan gigi gerahammu, dan jauhilah perkara yang baru, karena setiap yang baru adalah bid’ah, dan setiap yang bid’ah adalah sesat.

– HR. Ibnu Hibban, Shahih, Tirmidzi, Ibnu Majah –

So, please stop making out fake stories. Kalau ingin menginspirasi orang, berikanlah inspirasi dari Al-Qur´an dan Hadist, karena entah mengapa saya yakin banget kalau itulah sumber inspirasi yang sesungguhnya, dan itulah salah satu hal yang membuat agama kita spesial (pake telor bebek 3). Seperti yang terlihat pada video di bawah ini:

See? That kind of thing will never happened when we just making up stories! :)

List #3 – Berhentilah Posting Hal yang Berbau Agama di Tempat yang Tidak Seharusnya

Posting tentang Islam di grup facebook angkatan (yang ada non muslimnya).

Posting tentang kesalahan atheis di grup whatsapp campuran.

Posting tentang keharusan cebok dalam Islam di grup bbm kantor.

Please stop it! Itu gak etis! Iyah kamu pengen orang lain mendapatkan manfaat yang sama seperti yang kamu dapatkan dari video itu. Iyah, kamu pengen orang lain mendapat hidayah. Tapi bukan begitu caranya! Dan percaya atau nggak, hal ini kemungkinan besar akan memperburuk citra Islam di mata umum.

List #4 – Stop “Kamu Kafir!!!”

Hei, yang kamu teriakin itu juga manusia! Mereka punya hak untuk mengekspresikan dirinya asal tidak bertentangan dengan undang-undang (karena kita negara hukum). Kita bukan hidup di hutan rimba, di mana kita bisa bebas menebas kepala orang yang tidak setuju dengan pendapat kita. Ingatlah selalu bahwa hidayah itu datangnya dari Allah, dan kita hanya bisa berusaha untuk MENGINGATKAN SECARA BAIK. Ingat ayat ini khan? :)

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang  baik.  Sesungguhnya Tuhanmu Dialah  yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl: 125)

Jadi berhentilah membuat orang lain yang gak sependapat dengan kamu tidak nyaman. Kalau memang kamu niat berdakwah, berdakwahlah secara baik, tanpa mengkafir-kafirkan orang lain, dan mengganggu haknya. :)

List #5 – Jangan Jadikan Berdakwah sebagai Sumber Penghasilan Utama (atau Malah Tidak Sama Sekali)

QUIZ!!! Ayo coba siapa yang bisa jawab???

Pertanyaan Pertama:

Apakah Nabi Muhammad pernah meminta uang ketika menyebarkan dan menyebarkan agama Islam?

Pertanyaan Kedua:

Apakah para sahabat Nabi menggantungkan hidupnya dari menyebarkan dan menyebarkan agama Islam?

Well, sejauh yang saya tahu sih nggak yah. Sejauh yang saya tahu, mereka (Nabi Muhammad SAW, dan para Sahabat) tidak menggantungkan hidupnya dari situ. Dan ada satu alasan yang sangat bagus mengenai itu:

Ketika kita dibayar untuk itu, maka akan selalu ada kemungkinan bahwa kita akan menyampaikan apa yang disenangi oleh pasar, dan bukan yang sebenarnya.

Mari kita perhatikan satu contoh kasus yang mungkin: Katakan pada awalnya niat kita baik, untuk menyampaikan apa yang benar, dan apa yang salah. Menyebarkan agama Islam sebagaimana seharusnya. Tapi lambat laun ternyata kita jadi terkenal, bisa hidup enak dari uang hasil ceramah, dan lupa kalau tujuan kita itu adalah untuk menyebarkan islam, bukan untuk mencari uang. Dan akhirnya kita hanya mau datang ke tempat orang yang mau membayar kita dengan harga yang kita anggap pantas. Trus gimana isinya? Ah itu mah belakangan, yang penting gak terlalu obvious amat ngasalnya.

Gimana? Terdengar ekstrim yah? Tapi ini mungkin banget loh terjadi (seperti yang sudah terjadi di Indonesia, walaupun saya yakin gak semuanya). CMIIW, tapi kalau gak salah ada hadist yang bunyinya seperti ini bukan yah?

Bacalah Al Qur’an, janganlah berlebihan di dalamnya, jangan terlalu kaku, janganlah makan dari bacaannya dan jangan pula memperbanyak (harta) dengannya.

– HR Ahmad –

List #6 – Jangan Ikut Meneruskan Surat, dan Pesan “Kaleng”

Yang saya maksud dengan surat kaleng di sini adalah sebuah surat atau pesan yang berisi untuk mengamalkan bla-bla-bla-bla, dan “mengharuskan” kamu untuk mengirimkannya kembali ke sekian orang dengan imbalan (entah dapat jodoh atau rejeki) dan/atau “ancaman” (misal: akan mendapat bencana) tertentu. Pasti pernah liat dong yang kayak gini? “Kalau kamu gak meneruskan surat ini dalam waktu 10 hari, maka niscaya kemalangan akan menimpa kamu”.. Ini bohong!!! Jangan percaya itu!!! Islam memang mengajarkan kita untuk saling mengingatkan akan kebenaran seperti yang tertulis di dalam Q.S Al Ashr ayat 1-3:

  1. Demi masa.
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Tapi bukan begitu caranya. -__-” Kalau caranya seperti ini, yang ada malah kita nyusahin orang lain, dengan menyebarkan surat bohong, dan kemungkinan orang itu terpaksa untuk menyebarkannya. Oia, kalau kamu takut bakal kenapa-kenapa kalau kamu gak nyebarin surat kaleng ini, jangan takut. Udah gak keitung berapa banyak surat kaleng yang saya (dan juga teman-teman saya) cuekin, dan kami masih sehat-sehat aja sampe sekarang. Takutlah sama Allah, dan bukan surat gak jelas semacam itu. :D

#Kesimpulan

Saya memang bukan siapa-siapa, saya juga bukan seorang ulama yang paham benar tentang Islam. Akan tetapi seperti yang juga saya katakan di tulisan saya yang lainnya (di sini), ada beberapa hal yang menurut saya menghilang, dan terlupakan dari umat muslim yang ada di Indonesia. Mungkin karena agama Islam di Indonesia sudah menjadi sebuah budaya yang sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat Indonesia, sehingga agama pun berubah menjadi sebuah rutinitas belaka, dan hal yang seharusnya menjadi keindahan dari agama Islam ini sendiri terlupakan.

Well, akhir kata, semoga tulisan saya ini bisa sedikit memicu kita untuk memikirkan ulang tindakan kita semua yang hobinya selalu membawa-bawa bendera Islam. :) Sekali lagi saya mohon maaf jika ada kesalahan di dalam tulisan ini. Semuanya murni salah saya. :(

Bad Driburg, 14 November 2013.

.

– Yoka –

Note: 

Sebagai catatan, saya bukan seorang muslim liberal, saya tetap berpegang teguh bahwa Al Qur’an dan Hadist adalah sumber hukum mutlak dari agama Islam, shalat adalah wajib (juga shalat Jum’at untuk pria), puasa ramadhan itu wajib, menutup aurat itu keharusan, dan juga sangat meyakini bahwa hal-hal lainnya yang terdapat di dalam Al Qur’an dan Hadist adalah benar adanya. Memang gak ada hubungannya sih sama tulisan ini, tapi entah kenapa saya merasa harus menyertakan note ini, in case ada yang menyangka saya bukan seorang muslim “konvensional”.

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

2 Comments on Beberapa Hal “Kecil” untuk Membuat Islam Tampak Lebih Elok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: