News Ticker

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 5/5: Tactics and Technical Stuffs

Topik: Menghafal Al Qur'an
Panjang: ± 4300 kata.
Waktu: ± 22 menit.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Jreng!!!!!!!! (seriously, I have to find another sound effects for the opening of my article. X_x) Jumpa lagi sama saya di bagian yang ke-5: Tactics and Technical Stuffs. Di bagian ini saya akan berbagi tips tentang cara menghafalkan Al Qur’an yang saya lakukan. Mungkin (sejujurnya kemungkinan besar) ini bukan cara terbaik untuk menghafalkan Al Qur’an di luar sana, akan tetapi saya memilih untuk menjalankan metoda ini karena metoda ini relatif nyaman untuk saya yang punya keterbatasan di bahasa Arab dan (mirisnya) waktu. Dan alhamdulillah dengan menjalankan metoda ini, saya juga bisa menyerap seoptimal mungkin (dengan segala keterbatasan saya tentunya) kandungan dari Al Qur’an.

I – PREREQUISITE / PRASYARAT

Menurut saya pribadi, ada 2 buah persyaratan yang wajib untuk kita penuhi pada saat kita ingin menghafalkan Al Qur’an:

  1. Pastikan kita sudah bisa mengenali dan membaca huruf dan rangkaian kata Al Qur’an dengan baik.
  2. Pastikan kita sudah mengetahui tentang hukum-hukum tajwid di dalam Al Qur’an (mungkin gak musti semuanya, tapi seenggaknya udah kebayang gambaran kasarnya).

Terus kalau belum gimana? Saya menyarankan untuk bersabar dulu dan memenuhi prasyarat di atas. Insya Allah Allah sudah mencatat niat baik kita, dan akan tetap setia menunggu kita berproses. Just take your time and learn these two with your heart. Pahalanya insya Allah akan tetap mengalir kok. :)

II – ROE (RULE OF ENGAGEMENT)

Ibarat sebuah pertempuran, ada satu set Rule of Engagement (ROE) yang harus kita penuhi. Berikut ROE yang saya ikuti:

  1. Mulailah setiap kegiatan menghafalkan Al Qur’an dengan meluruskan niat hanya karena Allah dan bukan untuk alasan duniawi.
  2. Mintalah petunjuk kepada Allah dan meminta perlindungan dari Setan sebelum kita menghafalkan Al Qur’an (Ta’awudz).
  3. Lakukan repetisi hafalan Al Qur’an sesering mungkin.
  4. Ingatlah selalu untuk mengatakan “saya dibuat lupa oleh Allah tentang ayat sekian sekian” ketika kita dibuat lupa akan suatu ayat yang kita hafal.
  5. Berdoalah sebanyak mungkin kepada Allah agar kita dijadikan salah seorang penghafal Al Qur’an.
  6. Beristirahatlah secukupnya jika otak kita mulai penat.

Ingat selalu bahwa:

  1. Al Qur’an itu diciptakan mudah untuk dihafalkan.
  2. Allah-lah yang akan memasukkan Al Qur’an ke dalam diri kita, tugas kita hanya berusaha untuk terus mendekatkan diri dengan Allah dan Al Qur’an.
  3. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak, termasuk kita menjadi penghafal Al Qur’an.
  4. Menghafalkan Al Qur’an bukan balapan! Menghafalkan Al Qur’an bukan tentang siapa yang bisa sampai terlebih dahulu, akan tetapi tentang siapa yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan Al Qur’an (dan ini hanya Allah yang tahu).
  5. Banyaknya hafalan kita bukan sesuatu untuk dipamerkan, usahakan sebisa mungkin hanya Allah dan kita yang tau berapa banyak hafalan kita yang sebenarnya. Hal ini menurut saya penting untuk dilakukan agar kita terhindar dari jebakan setan agar kita riya (pamer). :)

III – THE TACTICS

A. TAKTIK DASAR: AL QUR’AN 7 HARI

Setelah ROE, mari kita masuk ke taktik dasar yang menurut saya oke untuk menghafalkan Al Qur’an. Proses penghafalan Al Qur’an ini saya bagi menjadi 7 bagian, dengan 1 bagian memakan waktu 1 hari. Al Qur’an 7 hari ini kurang lebih akan berbentuk seperti ini:

  • Senin: Perkenalan hafalan + arti per ayat.
  • Selasa: Tafsir.
  • Rabu: Arti per kata + Review tafsir + mulai hafalan.
  • Kamis: Review arti per kata, tafsir dan review hafalan.
  • Jum’at: Fine tuning hafalan.
  • Sabtu: Review hafalan total.
  • Minggu: Review hafalan total + persiapan materi hafalan baru.

Oia, jangan lupa juga untuk mempersiapkan semua keperluan yang dibutuhkan sebelum kita memulai menghafal (terutama file audionya). Kenapa? Karena file audio ini akan terus kita dengarkan sepanjang hari. :D

Hari 1 / Senin – Perkenalan Hafalan + Arti per Ayat.

Hari pertama: Perkenalan hafalan + arti per ayat. Tak kenal maka tak sayang, fokuskan hari ini pada perkenalan kita terhadap ayat-ayat yang akan kita hafal. Mulailah dengarkan file audio dari ayat yang akan kita hafalkan. Baca pula tulisan dan arti dari ayat yang akan kita hafalkan, agar kita mendapatkan ide tentang makna dan gambaran kasar dari ayat yang akan kita hafalkan. Namun jangan merasa terbebani untuk hafal artinya di hari pertama.

Fokus kita di hari pertama ini hanya satu: membiasakan diri kita dengan ayat yang kita hafalkan.

Kalau kita bisa mendapatkan lebih dari itu Alhamdulillah, tapi kalau nggak juga gak apa-apa. You will insha Allah memorize them eventually. :D Oia, ingat tentang tulisan saya di bagian 3 tentang jangan mendengarkan musik? Di sinilah kita akan mengambil keuntungan gila-gilaan dari sana. Jika kita tidak (atau sedikit) mendengarkan musik, maka otomatis nada-nada yang masuk ke dalam otak kita adalah nada-nada di dalam file audio Al Qur’an yang akan kita hafalkan ini. Iyah, saya paham banget kalau mungkin awalnya akan membosankan, akan tetapi seiring dengan bertambahnya hafalan kita, insya Allah mendengarkan file Al Qur’an ini akan menjadi semakin menyenangkan (serius). :D

Dan asiknya, jika kita di hari itu kita hanya mendengarkan ayat yang akan kita hafalkan, maka di akhir hari pertama ini mungkin kita akan sudah mendengarkan lebih dari 100 kali pengulangan. Iyah, serius! Mungkin lebih dari 100 kali! Tidak percaya? Begini gambarannya:

  1. 1 file audio dari ayat yang akan kita hafalkan kurang lebih akan berdurasi 1-2 menit.
  2. 100 kali pengulangan dari file audio ini akan memakan waktu sekitar 100 – 200 menit (1,67 – 3,33 jam).
  3. 1 hari = 24 jam.
  4. Do the math! :D

Okeh, mungkin terdengar lama  dan makan waktu banget yah 3 jam-an. Jangan khawatir, di sini lah keajaiban otak kita berperan. Kita tidak perlu mendengarkan segitu mendetailnya selama durasi tersebut, karena otak kita tetap bekerja mencerna semua informasi yang masuk bahkan ketika kita tidak memperhatikannya. Well, sebenernya bakal oke banget kalo misalnya kita bisa mendengarkan secara teliti selama durasi itu, tapi gak apa-apa juga kalau kita tidak terlalu memperhatikannya di hari pertama ini. Our greatly designed by Allah brain will do the job for us. Lagi, target di hari pertama ini bukan untuk menghafalkan semuanya keseluruhan, akan tetapi cukup makna kasar dan nada-nada dari ayat-ayat Al Qur’an yang akan kita hafalkan. :)

Hari 2 / Selasa – Tafsir.

Di hari kedua ini harusnya kita sudah bisa mulai hafal makna kasar dan naik turun nada dari ayat yang kita hafalkan (thanks to Allah and unconscious repetition that we do on day one), sekarang saatnya kita masuk ke hari kedua: pembacaan tafsir. Kalau pada hari pertama kemarin kita hanya mengetahui makna kasar dari ayat yang akan kita hafalkan, di hari ini kita akan mencoba untuk memahami hafalan kita lebih jauh. Target kita hari ini adalah membaca tafsir dari ayat yang akan kita hafalkan (dengan terus mendengarkan file audio ayat tersebut tentunya :D). Singkat kata, dengan melakukan kegiatan di hari kedua ini dengan izin Allah kita bisa:

  1. Mendapatkan makna yang sebenarnya (juga cerita) di balik ayat yang akan kita hafalkan.
  2. Mengetahui alur cerita ayat per ayat yang akan kita hafalkan.
  3. Semakin hafal nada ayat yang akan kita hafalkan, dan mulai tahu arti per katanya (biasanya di tafsir ada pembahasan lebih dalam dari beberapa kata yang sulit dialihbahasakan).
Hari 3 / Rabu – Arti per Kata + Review Tafsir dan Mulai Hafalan.

Setelah hari kedua berakhir, maka kita akan siap untuk memulai proses hafalan yang sebenarnya. Fokuskan hari ini untuk memahami arti per kata dari ayat yang akan kita hafalkan, dan memulai proses menghafal. Jangan khawatir, di titik ini kita insya Allah sudah siap untuk menghafal dengan relatif mudah. Actually, you might even be surprised about how easily you can memorize these ayah of Allah. Sedikit tips di sini, bayangkan alur cerita dan makna yang sudah kita baca di hari-hari sebelumnya ketika kita membaca ayat-ayat tersebut. Believe me, it will be a huge difference when we recite the Al Qur’an while imagining the meaning behind it rather than when just recite it like a robot. Oia, satu lagi mungkin tipsnya, bacalah sebagaimana Qari di file audio kita membaca. Setidaknya dengan membaca seperti mereka, kemungkinan kita untuk melakukan kesalahan pembacaan akan lebih kecil. :)

Lalu bagaimana jika kita kesulitan di tahap ini? Jangan khawatir, ingat-ingat lagi ROE yang di atas. Al Qur’an diciptakan mudah, dan menghafalkan Al Qur’an bukan balapan. Lagipula ini kan hari pertama kita benar-benar mulai proses menghafal, no need to rush. :)

Hari 4 / Kamis – Review Arti per Kata, Tafsir dan Review Hafalan.

Gak ada yang baru di hari ini. Cukup ulangi yang kita lakukan pada hari sebelumnya. :D Oia, mungkin akan menguntungkan kalau kita menggunakan alat perekam suara yang kita punya untuk mengecek hafalan kita. Terutama hukum tajwid dan panjang pendeknya. :)

Hari 5 / Jum’at – Fine-Tuning Hafalan.

Lagi, hari ini hanya pengulangan dari hari-hari sebelumnya. Yang mungkin berbeda di hari ini adalah seharusnya di hari ini (dengan izin Allah) kita sudah bisa meminimalisasi jumlah kesalahan hafalan yang kita lakukan. Kalau pun ada, kita akan bisa segera menyadarinya. Congratulations for going this far! :D

Hari 6 / Sabtu – Review Hafalan Total.

Di hari yang ke-6 ini, kita akan mencoba untuk mengintegrasikan hafalan kita yang baru dengan hafalan total kita. Baca lagi semua yang pernah kita hafalkan, atau kalau pun itu terlalu banyak (kalau sudah berjuz-juz mungkin), setidaknya sepertiga dari yang sudah kita hafalkan. Dengan demikian kita akan mengikat hafalan tersebut secara kuat. Tips lagi di sini: bacalah sesuai urutannya di dalam Al Qur’an. Karena dengan membaca sesuai urutannya, maka kita akan bisa tahu juga urutan ayat-ayat yang kita hafalkan di dalam Al Qur’an. :)

Hari 7 / Ahad – Review Hafalan Total + Persiapan Materi Berikutnya.

Kegiatan di hari yang ke-7 ini akan sama dengan hari kemarin. Hanya saja di hari ini kita juga akan menyiapkan perlengkapan yang akan kita gunakan untuk hafalan kita berikutnya (terutama file audio-nya). Di hari yang ke-7 ini kalau semua berjalan lancar seharusnya kita sudah bisa menguasai ayat yang mulai kita hafalkan di hari pertama. Jangan lupa juga untuk menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari, karena Al Qur’an itu diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan bukan hanya sebagai syair indah pengantar tidur atau dongeng tentang orang-orang terdahulu bukan? :)

B. BERAPA AYAT SETIAP KALI HAFALAN?

Nice question! Pada dasarnya itu terserah masing-masing dari kita, tapi biasanya saya memecahnya per topik pembicaraan. Sebagai contoh, ketika menghafalkan surat Al Fajr saya memecahnya menjadi 3 bagian: ayat 1-14, ayat 15-20 dan ayat 21-30. Di mana saya mendapatkan pembagian ini dari pembahasan pada tafsir Ibnu Katsir (hey, did I tell you before that the tafseer is very helpful for our journey?).

Pertanyaan berikutnya mungkin adalah ini:

Terus jumlah ayat perminggu yang kita hafalin beda-beda dong? Terus ngitung targetnya susah dong?

Well, honestly.. I don’t really care about when will I finish this memorization of Al Qur’an. Karena seperti yang telah saya katakan berkali-kali di tulisan saya:

Menghafalkan Al Qur’an itu bukan balapan! :D

Cuman mungkin perlu diakui bahwa terkadang ada saatnya kita menghafalkan kumpulan ayat yang relatif terlalu panjang. Tapi yang menarik adalah, di sinilah janji Allah bahwa Al Qur’an itu dibuat mudah benar-benar ditepati. Pernah suatu saat saya menemukan kumpulan ayat yang menurut saya terlalu panjang, akan tetapi tetep aja saya nge-“batu” buat menghafalkan kumpulan ayat itu sekali jalan (karena memang 1 pembahasan). Yang saya lakukan saat itu hanya meluruskan niat dan berkata kepada Allah:

Ya Allah, semua pengetahuan di muka bumi ini adalah milik Engkau. Engkaulah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, termasuk memasukkan Al Qur’an ke dalam diri hamba. Hamba percaya bahwa janji Engkau adalah benar, dan Al Qur’an itu memang dibuat mudah. Karena itu ya Allah, tolong bantu hamba di dalam menghafalkan ayat-ayat Mu.

Dan kemudian saya pun terkejut dengan yang terjadi. :D Pelajarannya di sini adalah, ketika kita menemukan kesulitan di dalam menghafalkan ayat Al Qur’an luruskan kembali niat kita dan berdoalah kepada Allah untuk membimbing kita mempelajari bukuNya. Do that and be prepare to be amazed! :D

C. REPETISI: KAPAN DAN DI MANA?

Sebelumnya dikatakan bahwa repetisi merupakan salah satu hal terpenting yang harus dilakukan pada saat menghafalkan Al Qur’an. Pertanyaannya adalah kapan dan di mana? Jawaban simpel untuk pertanyaan kapan di mana adalah

Ulangi hafalan kita kapan saja dan di mana saja!!!

Ups, sori kalo terlalu umum sarannya, tapi itu adalah sesuatu yang menurut saya perlu kita lakukan. Well, seenggaknya seperti itu prinsip utamanya. Tapi jangan dulu kecewa, berikut ini saya coba share beberapa waktu dan tempat (dan juga taktik) di mana dan kapan kita bisa mengulang hafalan kita. :D

Repetisi 1 – Ketika (atau pun Setelah) Shalat Wajib.

Fun fact:

  1. Sehari semalam ada 10 rakaat di dalam shalat di mana kita membaca surat selain Al Fatihah.
  2. Jumlah halaman dari 1 juz Al Qur’an itu sekitar 20 halaman.

Kesimpulan:

Jika kita membaca 2 halaman ayat Al Qur’an pada tiap rakaatnya, atau 4 halaman pada tiap kali waktu shalat, maka kita akan bisa menamatkan (atau pun mengulang) minimal 1 juz Al Qur’an setiap hari.

Think about the possibility! :D

Hm.. Tapi menariknya, mungkin hal ini susah dilakukan untuk para pria. Kenapa? Karena shalat yang lebih utama untuk para pria adalah berjamaah di masjid (berbeda dengan para wanita yang lebih utama untuk shalat di rumah), sehingga bacaannya otomatis mengikuti bacaan imam. Jadi solusinya gimana? Berikut beberapa hal yang biasa saya lakukan:

  1. 10 rakaat itu terbagi menjadi 5 buah kumpulan 2 rakaat bukan?
  2. Di rakaat pertama dari tiap 2 rakaat itu saya membaca hafalan terakhir + 2 hafalan sebelumnya (maksimal 2 halaman).
  3. Di rakaat kedua dari tiap 2 rakaat itu saya membaca hafalan terakhir + 2 hafalan lainnya yang lagi kepikiran.
  4. Nomer 2 dan 3 ini saya lakukan tidak sedang shalat berjamaah (kebetulan di tempat saya tidak ada masjid dan orang muslim lainnya)
  5. Ketika shalat berjamaah, tentunya kita mengikuti bacaan imam (kecuali untuk shalat Dzuhur sama Ashar). Terus gimana hafalannya? Kita bisa membaca setelah shalat selesai. :D

Okeh, mungkin ada yang bertanya: berapa lama sih membaca Al Qur’an 4 halaman? Begini cara menghitungnya:

  1. Lama membaca 1 juz ketika sudah lancar membaca kurang lebih akan sekitar 45 – 50 menit.
  2. 1 juz = 20 halaman (kurang lebih).
  3. Jadi, membaca 2 halaman Al Qur’an sebanyak 4 halaman = (4/20) * 50 menit = 10 menit.

Iyup!!! Cuman sekitar 10 menit!!! Gak lama kan?? :D

Repetisi 2 – Sehabis Shalat Subuh.

Membaca Al Qur’an sehabis shalat subuh merupakan salah satu waktu yang utama untuk membaca Al Qur’an. Seperti yang disampaikan di dalam hadist berikut ini:

Narrated Ibn Al-Musaiyab:

Abu Huraira said, “The Prophet (SAW) said, ‘A prayer performed in congregation is twenty-five times more superior in reward to a prayer performed by a single person. The angels of the night and the angels of the day are assembled at the time of the Fajr (Morning) prayer.” Abu Huraira added, “If you wish, you can recite:– ‘Verily! The recitation of the Qur’an in the early dawn (Morning prayer) is ever witnessed (attended by the angels of the day and the night).’ (17.78)

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، وَابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رضى الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ فَضْلُ صَلاَةِ الْجَمِيعِ عَلَى صَلاَةِ الْوَاحِدِ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ دَرَجَةً، وَتَجْتَمِعُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ ‏”‏‏.‏ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ‏{‏وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا‏}‏

Reference: Sahih Bukhari – Book of Prophetic Commentary on the Qur’an
USC-MSA web (English) reference: Vol. 6, Book 60, Hadith 241
Arabic Reference: Book 65, Hadith 4764

Berapa banyak kita menghafal pada saat shalat subuh? Jawabannya sekuat kita. Tapi disarankan untuk membaca hafalan minggu ini, kemudian review hafalan yang lama sekuat kita (tergantung banyaknya waktu yang kita punya).

Repetisi 3 – Di Perjalanan.

Salah satu hal yang paling menarik di dalam hidup adalah kita banyak menghabiskan waktu di perjalanan. Terutama jika kita hidup di kota yang relatif besar, lamanya kita berada di jalan bisa mencapai berjam-jam setiap harinya. Dengan lama membaca 1 juz = 45 – 50 menit, bayangkan berapa banyak juz yang bisa kita hafalkan di dalam perjalanan. :D

Repetisi 4 – Waktu Istirahat.

Surat Al ‘Asr (103) mengajarkan kita bahwa manusia itu selalu berada di dalam kerugian, kecuali orang yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. :D Jadi manfaatkan waktu kita sebaik mungkin dengan “mencuri-curi” waktu di mana saja kita bisa berbuat kebaikan. Dan saya rasa tidak akan ada ruginya jika kita mencuri waktu untuk membaca Al Qur’an. Ingat, biasanya satu potongan hafalan baru itu berkisar antara 1-3 menit. Gak segitu lamanya bukan? :D

Repetisi 5 – Sebelum dan Sesudah Bangun Tidur.

Beberapa ahli pendidikan yang berkata kalau biasanya kita akan lebih ingat tentang hal yang terakhir  (dan pertama) sebelum (dan sesudah bangun) tidur. Dan menurut saya akan menguntungkan bagi kita untuk mengulang di saat ini. :D

Repetisi 6 – Shalat Malam.

Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita shalat malam. Selain karena itu adalah salah satu waktu yang paling gokil untuk berdoa (seperti yang dikatakan oleh hadist ini dan ini). Kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafalkan Al Qur’an, dan juga mengulangi hafalan kita yang lama. :D

Jadi gimana taktiknya? Kita bisa mengambil inspirasi dari hadist di bawah ini:

Zaid b Khalid al-Juhani said:

I would definitely watch at night the prayer observed by the Messenger of Allah (SAW). He prayed two short rak’ahs, then two long, long, long rak’ahs, then he prayed two rak’ahs which were shorter than the two preceding rak’ahs, then he prayed two rak’ahs which were shorter than the two preceding, then he prayed two rak’ahs which were shorter than the two preceding, then observed a single one (Witr), making a total of thirteen rak’ahs

وَحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ، أَخْبَرَهُ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّهُ قَالَ لأَرْمُقَنَّ صَلاَةَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اللَّيْلَةَ فَصَلَّى ‏.‏ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ أَوْتَرَ فَذَلِكَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً ‏.‏

Reference: Sahih Muslim 765
In-book reference: Book 6, Hadith 232
USC-MSA web (English) reference: Book 4, Hadith 1687

Wait! Sebelum kita berdebat tentang berapa rakaat yang harus kita lakukan, yang terlebih dahulu harus kita ketahui di sini adalah nyaris semua pendapat yang pernah kita dengar tentang jumlah rakaat shalat malam adalah benar (seperti yang bisa kita semua baca di sini). Jadi tidak ada alasan untuk kita berdebat tentang itu di sini. :D

Okeh, jadi gimana taktik pengulangan hafalan di shalat malem ini? Mungkin strategi di bawah ini bisa kita pakai:

  • Di dua rakaat pertama shalat tahajud kita, kita lakukan sama seperti bacaan pada 2 rakaat shalat wajib kita.
  • Di dua rakaat kedua, baca sebanyak yang kita bisa.
  • Di rakaat-rakaat berikutnya, lakukan lebih pendek daripada rakaat-rakaat sebelumnya. :D

Pertanyaan: apakah harus kita shalat malam dengan jumlah rakaat yang penuh? Wallahu’alam, tapi mungkin jawabannya adalah tidak. Sesuai dengan hadist berikut ini:

Narrated `Abdullah bin `Umar:

A man said, “O Allah’s Messenger (ﷺ)! How is the prayer of the night?” He said, “Two rak`at followed by two rak`at and so on, and when you apprehend the approaching dawn, offer one rak`a as witr.”

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ إِنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ صَلاَةُ اللَّيْلِ قَالَ ‏ “‏ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ ‏”‏‏.‏

Reference: Sahih al-Bukhari 1137
In-book reference: Book 19, Hadith 18
USC-MSA web (English) reference : Vol. 2, Book 21, Hadith 238

Hm.. Mungkin pengulangan hafalan di saat shalat malam ini akan menjadi salah satu waktu pengulangan yang paling berat (terutama mengingat kita harus bangun di saat badan kita sedang asik-asiknya istirahat), tapi percaya deh kalau kita berhasil melakukannya, maka saat ini akan menjadi saat-saat paling asik buat mengulang hafalan kita. It is definitely worth the sacrifice we make. :)

D. TAKTIK AUDIO

Potong Memotong File Audio.

Besar kemungkinan di tengah perjalanan kita akan menemukan surat yang terlalu panjang untuk kita hafalkan sekali jalan. Untuk masalah ini ada 2 macam solusi yang bisa kita lakukan:

  1. Yang agak ribet tapi worth the effort: memotong file audio kita dengan program sound editor seperti Audacity.
  2. Memainkan ayat yang akan kita hafalkan dengan program yang menyediakan fitur selective play seperti Quran Android.

Lagi, yang mana pun gak akan masalah. Silakan pilih yang menurut para pembaca nyaman untuk dilakukan. :)

Taktik Playlist Audio.

Next: Taktik playlist audio. Kenapa taktik playlist audio perlu di bahas? Hm.. Karena saya merasa bahwa dengan menggunakan playlist yang tepat, maka insya Allah proses hafal menghafal ini akan menjadi semakin mudah. Jadi gimana taktik playlistnya? Okeh, singkat kata playlist ini akan dibagi menjadi 4

  1. Playlist 1 – Hafalan sekarang
    Playlist ini berisikan hafalan kita yang sekarang. Playlist ini jugalah yang akan menjadi playlist utama kita di 5 hari pertama kegiatan hafal menghafal. :D
  2. Playlist 2 – 2 hafalan terakhir
    Playlist ini berisikan 2 hafalan terakhir kita dengan tiap hafalan diputar sebanyak 3 kali berturut-turut sebelum hafalan lainnya diputar.
  3. Playlist 3 – Bacaan shalat wajib
    Playlist ini berisikan bacaan yang akan kita baca pada saat shalat wajib.
  4. Playlist 4 – Repetisi total
    Playlist ini berisikan semua hafalan kita dengan tiap hafalan diputar 2 kali berturut-turut sebelum berganti hafalan lainnya diputar.
  5. Playlist 5 – Hafalan total
    Playlist ini berisikan semua hafalan kita dengan tiap hafalan hanya diputar 1 kali (normal).

Jadi playlist apa yang harus kita putar?

  1. Di 5 hari pertama dengarkan playlist 1 sampai bosan. Terutama sebelum dan sesudah bangun tidur.
  2. Jika bosan, ganti playlist dengan nomer 2 dan nomer 3. Mainkan kembali playlist 1 jika sudah lumayan hilang bosannya.
  3. Di hari ke-6 dan ke-7, ganti playlist 1 dengan playlist 4. Ketika kira-kira kita sudah lancar mengikuti playlist 4, ganti playlist 4 dengan playlist 5.

Seems complicated? Hm.. Mungkin.. Tapi kira-kira begini penjelasannya. Pada 5 hari pertama diberlakukan poin nomer 1 agar kita lebih mudah menghafal. Akan tetapi setelah sekian lama mendengarkan hal yang monoton, otak kita akan mengalami saturasi. Karena itulah kita lakukan poin yang nomer 2. Pada hari ke-6 dan ke-7 diasumsikan bahwa kita sudah hafal (atau nyaris hafal sempurna) target hafalan kita minggu ini, karena itu saatnya bagi kita untuk mengulang kembali hafalan-hafalan kita yang sebelumnya. Kurang lebih seperti itu. :D

E. STRATEGI LAINNYA

Membawa Mushaf Al Qur’an ke Mana Pun.

Salah satu yang akan bisa membantu untuk kita menghafal lebih cepat adalah dengan membawa referensi hafalan kita ke mana pun kita pergi (kecuali ke kamar kecil tentunya). Jadi saya sangat menyarankan untuk membawa mushaf Al Qur’an ukuran kecil ke mana pun kita pergi. Jika kita tidak mau membawa Al Qur’an kecil ke mana-mana, telepon genggam atau tablet pun boleh juga. Saya pribadi lebih menyukai mushaf fisik untuk di bawa ke mana-mana karena lebih bebas dari gangguan. Adapun yang dimaksud dengan bebas gangguan di sini adalah kita tidak perlu terganggu dengan berbagai macam notifikasi dari telepon genggam kita ketika kita sedang membaca Al Qur’an. Di samping itu dengan menggunakan mushaf fisik, maka kita juga tidak perlu takut menghabiskan baterai telepon kita. But then again, it is all about preference. Yang paling penting di sini adalah bagaimana kita bisa mengkondisikan diri kita untuk dapat selalu mengakses mushaf Al Qur’an nyaris di mana saja dan kapan saja kita mau. :D

Membaca dengan Seolah-olah Menjadi Imam

Ketika kita shalat sendiri, ada satu tips yang bisa kita terapkan (terutama untuk shalat selain Dzuhur dan Ashar). Apa tipsnya? Tipsnya itu satu:

Keraskanlah bacaan seakan-akan kita menjadi imam.

Mungkin yang ini agak aneh yah tipsnya, tapi bener deh, akan enak rasanya kalau bacaan Al Qur’an kita pada saat shalat kita ucapkan dengan seolah-olah menjadi imam. Lebih kerasa aja gitu bacaannya. :D Lagipula kalau dipikir-pikir, hal ini juga bisa menjadi sarana kita untuk berlatih menjadi imam saat beneran menjadi imam nanti (terutama buat kaum lelaki). :D

Istirahat itu enggak Penting

Salah satu hal yang saya pelajari dari berolah raga adalah tidak selamanya olah raga setiap hari akan menguntungkan kita. Yang kemungkinan besar akan terjadi jika kita berolah raga keras tiap hari adalah accumulated fatigue (semacam akumulasi capek pada tubuh). Yang terjadi ketika kita kita memaksakan olah raga saat kita terlalu capek adalah produktivitas olah raga yang menurun, bahkan semacam trauma tak sadar pada tubuh. Dan percaya atau tidak, paradigma yang salah tentang berolah raga (yang pada akhirnya menyebabkan trauma tubuh) inilah yang menyebabkan sebagian orang akhirnya berhenti berolah raga.

Lalu apa hubungannya dengan hafal menghafal Al Qur’an? Kemungkinan akan ada masanya kita merasa capek di tengah perjalanan kita menghafalkan Al Qur’an. Jika hal itu terjadi, maka:

Secara pribadi saya menyarankan untuk kita beristirahat terlebih dahulu sampai badan kita relatif siap untuk kembali menghafal.

Yang perlu dicatat di sini adalah yang saya maksud dengan istirahat adalah bukan istirahat total dari kegiatan hafal menghafal Al Qur’an, akan tetapi istirahat dari memasukkan hafalan yang baru. Pastikan kita tetap mengulang hafalan kita yang lama pada saat kita beristirahat, dengan begini maka kita akan kembali “segar” (setelah sekian waktu) tanpa harus kehilangan hafalan kita yang lama. :)

Jangan Membuat Target.

Banyak yang berkata bahwa target (dalam artian berapa ayat yang harus dihapalkan per minggu) akan membuat terus terpacu, dan sah-sah aja sebenernya kalau ada yang berpendapat begitu. Akan tetapi saya pribadi tidak menyarankan untuk membuat target di dalam proses menghafalkan Al Qur’an. Kenapa? Karena saya pribadi takut kalau menghafalkan Al Qur’an akan menjadi proses yang membuat stress, dan dalam kasus yang lebih buruk lagi akan menyebabkan saya menjadi sombong ketika target itu tercapai (yang kedua ini yang paling saya takutkan).

Mungkin ada yang berpendapat kalau saya terlalu berlebihan ketika mengatakan kedua hal di atas. Tapi begini kurang lebih pola pikirnya. Ketika kita menetapkan target, ada 1 dari 2 kemungkinan yang akan terjadi:

  1. Target kita tidak tercapai => Jadi beban, di kasus terburuk malah bikin stress.
  2. Target kita tercapai (dengan izin Allah) => Lega, bisa jadi semacam ada rasa bangga ke diri sendiri. => Umpan asik untuk musuh bebuyutan kita (setan).

Karena alasan di atas lah saya pribadi berpegang pada pendirian untuk tidak membuat target. Bukan karena malas, akan tetapi lebih kepada takut mengaburkan tujuan awal dari proses penghafalan Al Qur’an ini. Dan demikianlah alasan kenapa saya menyarankan kepada para pembaca sekalian untuk tidak membuat target di dalam menghafalkan Al Qur’an. Kalau pun kita harus menerapkan target, targetkanlah untuk kita bisa terus konsisten dan memperbaiki proses hafal menghafal kita. Hal tersebut akan lebih menguntungkan bagi kita daripada sekedar kejar setoran hafalan. :)

IV – APA LAGI SEKARANG? (AKHIR DARI BAGIAN 5)

Okeh, itu dia akhir dari bagian 5 dari seri hafal menghafal Al Qur’an ini. Dan dengan ditulisnya bagian 5 ini, maka secara resmi saya telah membagikan nyaris semua hal yang saya tahu tentang hafal menghafal Al Qur’an (bagian 5+ lebih ke informasi tambahan dan FAQ). Lalu sekarang apa lagi? Well, mungkin tidak ada lagi yang bisa saya katakan kepada pembaca sekalian selain:

Selamat memulai (atau meneruskan) perjalanan menjadi salah seorang penghafal Al Qur’an. Jangan lupa juga untuk selalu memurnikan niat kita hanya untuk Allah semata. Semoga Allah selalu meluruskan dan memudahkan perjalanan kita. :)

Semua yang benar datangnya dari Allah, dan yang salah dari saya pribadi. Semoga bermanfaat. :)

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Bonus: Recitation of Surah Al Fajr (By Shaikh Mishary Rashid)

———-

Tulisan selengkapnya tentang tips menghafalkan Al Qur’an:

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 1/5: Teaser, Disclaimer and Background

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 2/5: The Motivation

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 3/5: The Mind Set

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 4/5: The Tools

Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 5/5: Tactics & Technical Stuffs

– Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 5+/5: Troubleshooting & Fine-tuning

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

5 Comments on Tips Menghafal Al Qur’an Dalam Waktu X Tahun – Bagian 5/5: Tactics and Technical Stuffs

  1. bermanfaat banget nih, strategi nya mantap. Saya tambahkan buat hari seninnya selain pilih ayat pertopik saya masukkan juga per 14 ayat ke buku2 jari lihat http://www.youtube.com/watch?v=LuI_sGB-ZTA tidak hanya di hati, quran serasa dalam genggaman.;D

    Like

  2. Reblogged this on .kata.frasa.asa. and commented:
    Great post nih!
    Tips oke buat yang akan memulai, sedang, dan akan terus menghafal Qur’an.. :-)

    Like

  3. Alhamdulillaah.. lengkap sudah baca 5-5nya. :-)

    Saya reblog ya ka’, biar makin banyak yg tercerahkan. :-)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: