News Ticker

5 Alasan Nyata untuk Belajar Bahasa Inggris

Topik: Pendidikan
Panjang: ± 2791 kata.
Waktu: ± 14 menit. 
TLDR: Belajar bahasa inggris akan membuka banyak "pintu" yang sebelumnya tidak bisa kita buka.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Siapa sih manusia di bumi Indonesia ini yang belum pernah mendengar tentang bahasa Inggris? Okeh, mungkin ada. Akan tetapi, mengingat bahwa bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran wajib di dalam kurikulum SMP dan SMA yang ada di Indonesia, penulis yakin bahwa hanya sebagian kecil saja penduduk Indonesia yang belum pernah mendengar tentang bahasa Inggris ini. Oia, berbicara tentang bahasa Inggris, ternyata bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang paling banyak dipakai di dunia, dan selalu menempati urutan 3 besar untuk berbagai kategori penggunaan bahasa yang ada. Seperti yang misalnya diperlihatkan oleh data-data berikut ini:

  1. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan sebagai bahasa resmi dari negara-negara yang ada di dunia (dengan 67 negara pengguna) [1].
  2. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang jumlah penuturnya nomer 2 terbanyak di dunia (berada langsung di bawah bahasa Mandarin) [2].
  3. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang jumlah penutur aslinya nomer 3 terbanyak di dunia (setelah bahasa Mandarin dan bahasa Spanyol) [3].

Bagaimana? Mulai tertarik untuk mempelajari bahasa Inggris? Jika belum, teruskan membaca tulisan ini lebih lanjut untuk mengetahui 5 alasan “nyata” tentang kenapa kita “harus” belajar bahasa Inggris.😀

Alasan Nyata #1: Alat untuk Kita Belajar dengan Lebih Baik.

C Plus Plus

Gambar 1. Buku Referensi Berbahasa Inggris

Untuk orang-orang yang senang belajar (apa pun itu) seperti penulis, bahasa Inggris merupakan salah satu batu pijakan yang sangat berguna untuk perkembangan proses pembelajaran kita ke depannya. Kenapa?

1. Banyak sumber oke yang bisa kita gunakan untuk belajar

Salah satu hal yang terpenting di dalam proses pembelajaran adalah menemukan referensi yang tepat untuk proses pembelajaran yang kita lakukan. Kenapa hal ini penting? Menurut penulis, hal ini adalah penting, karena dengan menemukannya maka kita akan bisa menghemat banyak waktu dan tenaga untuk mempelajari sesuatu yang sulit di masa yang akan datang (yang mungkin seharusnya bisa dipelajari dengan lebih mudah), atau bahkan untuk menggantikan sesuatu yang kita salah mempelajarinya (karena menggunakan referensi yang tidak tepat). Bukan berarti penulis merendahkan kualitas para penulis buku dalam negeri yah, akan tetapi adalah sebuah rahasia umum bahwa mengajarkan/menurunkan suatu ilmu/pengetahuan merupakan hal yang sulit. Dan adalah sebuah konsekuensi logis dari segala hal (setidaknya untuk hal yang umum) bahwa semakin besar populasi, maka akan semakin banyak pula jumlah karya berkualitas yang dihasilkan.

Maksudnya apa? Okeh, mari kita menggunakan sedikit pengetahuan dasar Matematika, dan mencermati contoh berikut ini. Katakan jumlah orang yang ahli di dalam suatu bidang, dan mau mengajarkannya kepada orang lain secara enak adalah hanya 1 persen (ini adalah angka contoh saja, dan bukan dari data sebenarnya) dari total populasi masyarakat. Kita asumsikan juga bahwa setiap “jagoan” tersebut rutin membuat buku yang oke setiap tahunnya (misal: 1 buku pertahun). Artinya, dari suatu masyarakat yang jumlah populasinya sebesar 1.000 orang, akan dihasilkan buku yang baik sebesar:

1% x 1.000 orang x 1 buku/tahun = 10 buku/tahun.

Dan sebagai orang yang telah mempelajari pelajaran matematika dasar, kita akan dengan mudah mendapati bahwa dengan menggunakan asumsi di atas, maka

Jumlah buku oke yang dihasilkan per tahun akan berbanding lurus dengan jumlah populasi itu sendiri.

Artinya, bahwa jumlah buku oke yang dihasilkan oleh suatu masyarakat yang populasinya 10.000 orang, akan berjumlah 5 kali lipat daripada jumlah buku oke yang dihasilkan oleh suatu masyarakat yang jumlah populasinya hanya sebesar 2.000 orang. Dan kalau kita coba terapkan logika sederhana ini dengan menggunakan asumsi yang ada di referensi nomer 2 [2], maka kita akan mendapati bahwa:

Jumlah buku/referensi oke yang ditulis dalam bahasa inggris akan berjumlah sekitar 5 kali lebih banyak (840 Juta / 163 Juta) jika dibandingkan dengan jumlah referensi/buku oke yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Dan kemungkinan besar, perbandingan ini akan terlihat lebih miris lagi jika kita memasukkan tingkat pendidikan penduduk dari tiap bahasa, dan juga budaya tulis menulis dalam perhitungan yang kita masukkan.

2. Banyak fasilitas online learning super oke (dan gratis) yang berbahasa pengantar bahasa Inggris

Berita baik selanjutnya untuk para manusia pembelajar yang mampu berbahasa Inggris adalah banyak sekali situs internet yang menyediakan material pembelajaran kelas dunia secara gratis. Apa saja contoh website yang menyediakan hal ini? Berikut penulis sertakan beberapa website yang menyediakan material belajar secara gratis:

  1. YouTube
    Siapa yang tidak kenal YouTube? Situs internet yang satu ini telah menjadi salah satu tempat standar bagi kita untuk menonton video di internet. Menariknya selain berbagai macam video yang sifatnya viral dan santai, kita juga bisa melihat banyak sekali video pendidikan dan pengajaran yang di unggah oleh banyak sekali orang di sana. Dan bahasa apa yang biasanya menjadi bahasa pengantar mereka? Yap! Benar sekali! Bahasa Inggris!😀
  2. Udacity
    Udacity merupakan salah satu situs yang menyediakan fasilitas pembelajaran di internet secara gratis. Adapun situs ini didirikan oleh Sebastian Thrun, David Stavens, dan Mike Sokolsky.
  3. edX
    Seperti halnya Udacity, edX merupakan sebuah situs internet yang juga memberikan kita fasilitas untuk belajar di Internet secara gratis. Situs ini sendiri didirikan oleh 2 buah institusi pendidkan yang mempunyai nama besar di dunia (MIT, dan Harvard), dan memiliki lebih dari 2,1 juta pengguna di seluruh dunia (data April 2014).
  4. Coursera
    Sama seperti Udacity dan edX, Coursera juga menyediakan fasilitas belajar online bagi kita. Namun perbedaannya adalah Coursera didirikan oleh Andrew Ng, dan Daphne Koller dari Stanford (nama besar lainya di dalam bidang pendidikan). Untuk jumlah penggunanya, hingga April 2014, terdapat lebih dari 7.1 juta pengguna yang terdaftar di Coursera.

Oia! Sekedar catatan, untuk para pembaca yang penasaran dengan materi apa saja yang disampaikan di berbagai universitas (yang katanya) top di dunia, bisa membuka Udacity, edX, dan Coursera, karena sebagian besar materi yang diberikan di ketiga website tersebut (terutama edX dan Coursera) disampaikan oleh berbagai institusi yang memiliki nama besar di dunia pendidikan.

Alasan Nyata #2: Sekolah di Berbagai Tempat “Terbaik” yang Ada di Dunia.

RWTH Aachen Studies

Gambar 2. Suasana Kelas di Kampus RWTH Aachen, Jerman

Ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan kepada kita untuk menuntut ilmu walaupun harus pergi ke negeri China. Selain arti harfiah yang dikandung oleh pepatah tersebut, pepatah ini juga mengandung arti bahwa tidak akan pernah merugi orang yang menuntut ilmu ke tempat yang jauh, meskipun itu tidak lagi berada di negeri kita sendiri. Karena berbeda dengan barang atau uang yang bisa habis dalam beberapa masa, ilmu tidak akan pernah bisa kita habiskan (malahan akan bertambah seiring kita pakai dan bagikan). Dan penulis pun sedikit banyak setuju dengan pepatah tersebut.

Akan tetapi, terlepas dari kontroversi dan perdebatan tentang perlu tidaknya kita menuntut ilmu di luar negeri (di mana penulis meyakini bahwa untuk hal ini tidak ada satu jawaban yang sepenuhnya benar, atau pun sepenuhnya salah), adalah salah satu hal yang jelas akan menguntungkan jika kita bisa belajar di tempat yang memiliki pengajaran dan fasilitas yang oke dan state-of-the-art di mana pun itu berada. Jadi, untuk para pembaca yang memang tergila-gila dengan yang peringkat universitas di dunia seperti yang dilangsir oleh situs situs ini atau situs ini, kemampuan berbahasa Inggris merupakan satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi (kalau tidak percaya, silakan lihat masing-masing situs dari kampus yang kamu tuju).

Namun demikian, kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya akan menguntukkan para pembaca yang ingin melanjutkan studi di tempat-tempat mainstream seperti yang tertera di situs-situs di atas (di mana sebagian besar terletak di negara yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya). Para pembaca yang ingin melanjutkan sekolah (khususnya program pasca sarjana) di berbagai negara lainnya pun bisa mengambil manfaat dari belajar bahasa Inggris. Ya! Benar, hal ini termasuk juga untuk kamu yang ingin melanjutkan studi di negara tujuan studi yang bahasa ibu/resminya bukan bahasa Inggris.

Pertanyaannya adalah kenapa. Kenapa bahasa Inggris juga akan menguntungkan untuk orang-orang yang akan melanjutkan studi di negara-negara tujuan yang tidak berbahasa ibu bahasa Inggris? Hal itu karena:

  1. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam hal pertukaran ilmu pengetahuan di dunia (ambil contoh organisasi Teknik Elektro IEEE yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris). Dan mengingat salah satu kriteria penilaian peringkat universitas yang ada di dunia adalah jumlah paper yang dikeluarkan dan dikutip oleh civitas akademika dari universitas tersebut, maka semakin banyak universitas di dunia yang mengadopsi bahasa Inggris sebagai pengantarnya (meskipun pada perjalanannya kita mungkin diwajibkan untuk belajar bahasa resmi mereka).
  2. Adanya perubahan kurikulum di berbagai penjuru dunia yang mengacukan kurikulumnya ke konsep bachelor-master-doktor , bahkan untuk negara-negara yang tadinya cenderung kolot seperti Jerman (misal: adanya Bologna Process/Bologna-Prozess di Eropa).

Sebagai tambahan informasi, secara pribadi penulis mengenal banyak teman penulis yang berhasil melanjutkan studi program pasca sarjana ke berbagai negara yang bahasa resminya bukan bahasa Inggris (misal: Korea, Jepang, Jerman, dan lain sebagainya) “hanya” dengan bermodalkan ijazah S1 dan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL, IELTS, dan sejenisnya). Dan mereka berjumlah tidak hanya satu atau dua orang, akan tetapi lebih dari 10 orang! Penulis sendiri merupakan salah seorang yang melanjutkan kuliah pasca sarjananya di negara yang seperti demikian (baca: Jerman), dengan program yang penulis masuki tidak mencantumkan kemampuan berbahasa Jerman sebagai syaratnya. Jadi, yang ingin penulis sampaikan dari poin ini adalah:

Dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris, maka kita akan bisa melanjutkan studi kita ke berbagai negara di dunia, meskipun negara tersebut bukanlah negara yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya.😀

Alasan Nyata #3: Investasi untuk Kehidupan Finansial yang Lebih Baik di Masa yang Akan Datang

Relaxing

Gambar 3. Bersantai Setelah Panjangnya Hari

Hidup memang tidak selamanya berkutat di masalah uang dan perhitungan untung rugi finansial, akan tetapi tidak bisa kita pungkiri bahwa kita memerlukan uang untuk hidup. Dan hanya orang yang belum pernah benar-benar hidup lah yang berkata bahwa uang bukanlah sesuatu yang penting. Yup, alasan ketiga ini akan penulis dedikasikan untuk pertimbangan kehidupan finansial tersebut.

1. Penguasaan bahasa Inggris yang baik akan membuka pintu kita untuk berkarir di perusahaan yang bonafit

Dewasa ini kita mendapati bahwa bukanlah sesuatu yang asing untuk kita menemukan salah satu syarat masuk ke suatu perusahaan yang ada di tanah air adalah kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Kita ambil contoh dua buah perusahaan besar milik pemerintah: Bank Mandiri dan Pertamina mensyaratkan nilai TOEFL sekitar 550 untuk syarat penerimaan karyawan barunya (penulis kurang tahu berapa angka tepatnya). Dan itu baru perusahaan dalam negeri, belum lagi perusahaan-perusahaan asing terkenal lainnya yang pastinya juga mencantumkan TOEFL (atau sertifikat sejenis) sebagai salah satu syarat penerimaannya. Sebenarnya tidak akan menjadi “masalah” jika perusahaan-perusahaan yang meminta kemampuan berbahasa Inggris ini merupakan perusahaan yang biasa saja, akan tetapi sialnya tidak begitu kenyataanya. Perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam kumpulan perusahaan yang menawarkan gaji besar di Indonesia. Arti sederhananya adalah:

Sedikit banyak kita membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik untuk menjadi karyawan yang memiliki finansial yang baik.

2. Penguasaan bahasa Inggris juga membuka kesempatan kita untuk menjadi “pemain global”

Mungkin ada sebagian pembaca artikel ini yang panggilan jiwanya bukan untuk menjadi karyawan atau orang gajian, dan berkata: “ah, saya kan gak pengen jadi orang gajian, jadi gak valid dong alasannya?”. No!!! Sayangnya kali ini anda tidak sepenuhnya benar. Tidak menjadi orang gajian bukan berarti menghilangkan keuntungan anda dengan mempelajari bahasa Inggris, justru anda akan semakin diuntungkan jika bisa berbahasa Inggris dengan baik. Kenapa? Karena dengan berbahasa Inggris, maka anda akan bisa menggarap tidak hanya pasar dalam negeri, akan tetapi juga pasar luar negeri yang di mana sebagian besar menggunakan/bisa dieksploitasi dengan menggunakan bahasa Inggris (ingat referensi [1], [2], dan [3]).

Di samping itu, saat ini dunia perdagangan juga semakin “datar” dengan adanya berbagai zona-zona ekonomi di dunia (misal: zona Uni Eropa, dan lain sebagainya), di man Indonesia pun tidak luput dari adanya zona-zona ekonomi tersebut. Pernah mendengar tentang Masyarakat Ekonomi Asean? Masyarakat Ekonomi Asean (MAE) merupakan salah satu perjanjian perdagangan bebas antar negara anggota ASEAN (negara-negara Asia Tenggara) yang akan dimulai pada tahun 2015. Singkat kata, pada tahun 2015 berbagai macam barang dagangan akan bisa “seenaknya” beredar dari dan di antara negara-negara anggota ASEAN tanpa adanya cukai sebagai penghalangnya. Dan siapa yang paling akan diuntungkan dengan adanya perdagangan bebas ini? Tentunya berbagai pihak yang telah mempersiapkan dirinya secara maksimal (termasuk mereka yang bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris).

3. Hidup lebih hemat dengan penggunaan perangkat lunak open-source

Poin nomer 3 ini mungkin tidak akan terlalu besar pengaruhnya untuk para pembaca yang tinggal di Indonesia, akan tetapi akan sangat besar bagi para pembaca yang sedang (atau mungkin nantinya akan) tinggal di luar negeri di mana adalah sebuah hal yang sulit untuk mendapatkan perangkat lunak closed-source/proprietary bajakan. Kenapa? Karena dengan menguasai bahasa Inggris, maka kita akan bisa mengeksploitasi berbagai macam perangkat lunak open-source secara lebih maksimal, di mana sebagian besar manual dan forumnya ditulis dalam bahasa Inggris. Adapun lebih lanjut mengenai perangkat lunak open-source dan closed-source/proprietary bisa dilihat di sini, di sini, dan di sini. Untuk ilustrasi lebih lanjut mengenai keuntungan finansial yang dimaksudkan oleh penulis, marilah kita masuk ke contoh kasus perbandingan perangkat lunak closed-source/proprietary dan perangkat lunak open-source: Microsoft Windows + Microsoft Office melawan Linux + Libre Office

Pernah dengar dong yang namanya Microsoft Windows dan Microsoft Office? Dua perangkat lunak ini adalah perangkat lunak yang diproduksi oleh Microsoft (salah satu raksasa di bidang teknologi), dan biasanya kita gunakan sebagai standar perangkat lunak komputer di Indonesia. Microsoft Windows biasa kita gunakan sebagai sistem operasi dari komputer, sedangkan Microsoft Office biasa kita gunakan sebagai perangkat produktivitas kita (yang berjalan di atas Microsoft Windows). Nah, tahukah para pembaca sekalian berapa harga resmi dari masing-masing perangkat lunak tersebut? Dari data yang penulis dapatkan di Amazon.de (data 16 Mei 2014), harga perangkat lunak Microsoft Windows berada di kisaran 90 euro (Windows 8.1 OEM), sedangkan harga perangkat lunak Microsoft Office dibandrol dengan harga sekitara 100 euro (Microsoft Office 2013 Student Edition). Artinya,

Untuk satu set komputer minimal dibutuhkan tambahan sebesar nyaris 200 euro atau sekitar 3 juta rupiah!

Sebuah jumlah yang menurut penulis “cukup” menguras kantong dan air mata (bandingkan dengan pemakaian perangkat lunak Linux dan Libre office yang biayanya 0).

Alasan Nyata #4: Hiburan! Game! Lagu! Film! Video! Buku Cerita! Novel!

Alasan 1, 2, dan 3 tidak cukup untuk membuat kamu untuk termotivasi belajar bahasa inggris dan terdengar membosankan? Jangan khawatir, alasan nomer 4 dan 5 ini khusus untuk kamu-kamu yang ingin bersenang-senang! Karena untungnya, bahasa Inggris tidak selamanya berarti serius dan stress!😀

Bahasa Inggris = lebih banyak lagu yang bisa kita nikmati!

Kamu seorang penikmat lagu? Banyak lagu-lagu oke yang bisa kamu nikmati dalam bahasa Inggris (bahkan kemungkinan besar anda sudah punya lagu dalam bahasa Inggris yang menjadi favorit anda). Belajar bahasa Inggris juga akan mencegah anda untuk tidak secara tidak sengaja mengubah sebuah lirik lagu seperti ini:

Andai saja sang kontestan mau sedikit belajar bahasa Inggris.🙂

Bahasa Inggris = lebih banyak permainan yang bisa kita mainkan!

Kamu seorang gamer garis keras? Jangan khawatir, mempelajari bahasa Inggris juga bisa meningkatkan kenikmatan anda bermain game. Game-game seperti ini misalnya:

Atau kamu ingin menjadi seorang gamer professional? Bahasa Inggris bisa menjadi tonggak anda untuk ke arah sana. Pada kenyataanya, banyak dewa game dari korea yang bermain di kompetisi game elit dunia seperti IEM (Intel Extreme Masters) atau WCG (World Cyber Games) yang menyempatkan dirinya untuk belajar bahasa Inggris demi karir game mereka yang lebih baik.

Bahasa Inggris = lebih banyak film yang bisa kita tonton! Juga lebih banyak buku yang bisa kita baca!

Penikmat film? Jangan khawatir. Selalu ada tempat untuk para penikmat film di mana pun kamu berada. Dengan belajar bahasa Inggris, maka kamu akan bisa menikmati bermacam-macam film bagus yang berbahasa Inggris (kamu bisa mengecek IMDB atau Rotten Tomatoes untuk daftar film-film oke dunia). Dan percayalah, menonton film dalam bahasa aslinya akan terasa berbeda dari terjemahan. Kenapa? Karena banyak kata atau kalimat dari suatu bahasa bisa diartikan secara eksak ke bahasa lainnya (penulis merasakannya waktu menonton film The Avengers di bioskop).

Bosan dengan film? Anda bisa membaca berbagai macam buku-buku oke dunia dalam bahasa Inggris. Sherlock Holmes, Lord of the Rings, atau apa pun itu! Sangat banyak buku-buku oke dalam bahasa Inggris yang bisa kita baca, tidak peduli itu tentang petualangan, misteri, cinta, atau apa pun genre yang kita sukai.😀

Alasan Nyata #5: Jalan-Jalan ke Buanyak Tempat Menarik yang Ada di Dunia.

SONY DSC

Gambar 4. Pemandangan ke Kölnerdom di Köln (Jerman)

Tidak cukup dengan hiburan statis? Untuk kamu yang senang jalan-jalan, kamu juga bisa menggunakan bahasa Inggris untuk berjalan-jalan di berbagai tempat yang ada di dunia. Dan lagi-lagi, kamu bisa jalan-jalan ke berbagai tempat yang bahkan tidak mencantumkan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya. Tidak percaya? Mari kita lakukan pengamatan simpel. Indonesia tidak mencantumkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negaranya, akan tetapi kita bisa dengan mudah mengamati bahwa di berbagai tempat tujuan wisata yang relatif besar dan terorganisir, terdapat banyak petunjuk dalam bahasa Inggris, dan juga pelayanan yang menggunakan bahasa Inggris.😀

Penutup: Learning english is all about opening new possibilities!

Sebagai penutup, penulis ingin mengatakan bahwa mempelajari bahasa Inggris adalah sebuah hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Bukan hanya karena kita menambah satu buah bahasa baru ke dalam kantong inventaris bahasa yang kita miliki, akan tetapi karena dengan mempelajari bahasa Inggris kita juga membuka satu “pintu” baru di dalam kehidupan kita. Apakah kita membutuhkan “pintu” ini terbuka? Mungkin tidak selamanya. Tetapi satu hal yang jelas, pintu ini akan memberikan kita akses kepada berbagai macam kesempatan yang (mungkin) tadinya tidak bisa kita dapatkan/rasakan.

So ladies and gentlemen, when will you start your fascinating journey to learn english?😀


[1] http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_most_widely_spoken_languages_(by_number_of_countries) , diakses: 14 Mei 2014, 10:00.

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_languages_by_total_number_of_speakers, diakses: 14 Mei 2014, 10:02.

[3] http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_languages_by_number_of_native_speakers, diakses: 14 Mei 2014, 10:04.

About wahidyankf (178 Articles)
Computer Engineer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

1 Comment on 5 Alasan Nyata untuk Belajar Bahasa Inggris

  1. Jadi tertohok *org dgn bhs inggrisnya yg jongkok* haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: