News Ticker

Wanita, Jodoh, dan Pendidikan Tinggi

Topik: Sosial
Panjang: ± 900 kata.
Waktu: ± 5 menit. 
TLDR: Wanita/perempuan tidak perlu mengkhawatirkan jodoh dalam hal mengenyam pendidikan yang setinggi mungkin, karena pria yang berkualitas dan berpikiran terbuka tidak akan pernah mempermasalahkan hal tersebut.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, the Most Beneficient, the Most Merciful

Gua gak mau ah sama si cewek itu, cantik sih, baik lagi. Tapi sayang, ketinggian bok buat gua. Lulusan S2 doi, sedangkan gua cuman lulusan S1, mendingan nyari yang lain deh gua. Gak secantik dia gak apa, tapi yang penting dia gak di atas gua pendidikannya.

Pasti pernah donk kita denger kata-kata kek gini? Dan bukanlah suatu hal yang asing bagi kita kalo banyak cowok yang gak mau bersanding dengan cewek yang pendidikan formalnya lebih tinggi daripada dia. Tapi pertanyaannya, apakah perempuan harus terpengaruh dengan kata-kata ini? Saya rasa tidak. Teruskan membaca, dan temukan alasan (dari sudut pandang pria saya sebagai seorang pria) kenapa anda (wanita) tidak perlu galau mendengar kata-kata tersebut (pada kenyataannya, ada baiknya anda tinggalkan pasangan anda jika pasangan anda bersikap seperti ini).

Latar Belakang.. Pria dan Kompetisi (dan juga Air Seni)..

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pria adalah mahluk yang sangat kompetitif. Pria ingin menjadi yang terbesar, tercepat, tertinggi, dan berbagai macam hal yang ter- lainnya. Bagi pria, sifat kompetitif ini sudah mendarah daging pada, sehingga bisa mempengaruhi hal-hal yang dianggap kecil dan tidak penting.

Mau bukti betapa kompetitifnya pria?

Lihat saja betapa pentingnya sebuah kegiatan di mana beberapa anak lelaki yang masih duduk di Sekolah Dasar berjejer di pinggir selokan, dan berlomba siapa yang bisa paling jauh dan lama mengeluarkan air seninya (dan yap, ini pengalaman pribadi saya, dan saya yakin juga jutaan pria lainnya). Atau, betapa bersemangatnya sekelompok remaja  pria ketika mereka melakukan kegiatan paling penting di dunia:

Siapa yang bisa meminum kuah indomie + sambel yang bejibun banyaknya dengan menggunakan hidung.

See? Kompetisi ada di dalam darah semua pria, bahkan pria yang paling pendiam sekalipun. Sedemikian dalamnya jiwa kompetisi pada pria, sehingga di dalam jodoh dan kehidupan berkeluarga pun jiwa kekanak-kanakan ini masih terbawa. Begitu pula di dalam sebuah perjodohan, tidak sedikit pria yang berpendapat bahwa dia harus lebih dalam segalanya dibandingkan dengan pendamping hidupnya. Lebih kaya, lebih pintar, bahkan seperti yang tadi dikatakan di awal: lebih tinggi (atau minimal sama) tingkat pendidikan formalnya. Semuanya ini tidak lain dikarenakan jiwa kekanak-kanakan dari pria yang merasa harus selalu lebih dibandingkan dengan yang lainnya.

Salah Satu Tipe Pria: Pria Berpikiran Sempit

Kalau boleh berkata agak kasar, para pria yang berpendapat bahwa pasangannya tidak boleh berpendidikan lebih tinggi daripada dirinya adalah seorang pria yang berpikiran sempit. Dan saya rasa, pandangan saya ini tidaklah berlebihan. Kenapa?

Karena para pria berpikiran sempit tersebut lebih memilih untuk hidup di dalam dunia gengsinya sendiri, dan gagal untuk mengerti konsep “derajat kepintaran” di dalam hidup.

Menurut pendapat saya, tingkat kepintaran tidaklah dilihat dari gelar apa yang dipegang oleh seseorang. Tingkat kepintaran itu selalu bersifat relatif dan spesifik untuk semua hal. Dan menurut saya, tidak ada itu yang namanya seorang manusia mutlak lebih pintar/tahu dibandingkan dengan manusia yang lainnya.

Sebagai contoh sederhana. Saya adalah seorang lulusan S1 Teknik Elektro dari sebuah universitas negeri yang ada di kota Bandung. Sebagian besar orang akan menganggap saya lebih pintar daripada seseorang yang “hanya” lulusan SMA. Tapi saya tidak sependapat akan hal tersebut. Mengapa?

Karena, kalau untuk urusan ilmu pengetahuan elektro mungkin memang ada kemungkinan bahwa saya jauh lebih pintar daripada seorang lulusan SMA (itupun belum pasti). Akan tetapi, apakah saya lebih pintar di dalam ilmu bisnis, jika dibandingkan seorang pengusaha sukses yang “hanya” lulusan SMA?

Saya rasa tidak, saya yakin sang pengusaha tersebut akan jauh lebih pintar di dalam ilmu bisnis dibandingkan dengan saya.

Begitu pula halnya dengan wanita yang memiliki pendidikan tinggi. Jika seorang pria memang memiliki sebuah passion yang dia kejar dengan sepenuh hati, maka pria tersebut kemungkinan besar akan sadar, bahwa sebuah kata di belakang (atau di depan) nama bukanlah segalanya. Pria tersebut juga akan sadar bahwa dia punya sesuatu yang bisa dibanggakan melebihi selembar kertas bertuliskan sebuah nama dan imbuhannya. Saya rasa tidaklah berlebihan, jika saya mengatakan bahwa:

Seorang pria yang minder dengan wanita yang tingkat pendidikan formalnya lebih tinggi dibandingkan dengan dia adalah seorang pria berpikiran sempit yang kurang (atau tidak) bersungguh-sungguh di dalam mengejar sebuah passion yang menjadi tujuan hidupnya.

Wanita Berpendidikan Tinggi Bukanlah Seorang Wanita yang Menyalahi Kodratnya.

Ada juga pria yang berkata bahwa wanita berpendidikan tinggi adalah wanita yang menyalahi kodratnya. Kalau saya bilang, pendapat ini adalah Bullshit!!! Kodrat apa? Saya memang bukan seorang alim ulama, tapi kalau kita membawa masalah agama di sini (berhubung saya seorang muslim),

sepanjang saya belajar agama (islam) belum pernah saya menjumpai satu ayat atau  hadist pun di dalam islam yang melarang seorang wanita untuk memiliki pendidikan yang tinggi (ataupun memiliki pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan suaminya).

Yang menjadi masalah bagi seorang wanita (di dalam agama islam) adalah bukan tinggi rendahnya pendidikan dia, akan tetapi patuh atau tidaknya sang wanita tersebut kepada suaminya (jika sudah menikah). Jadi menurut saya:

Tidaklah relevan dan terlalu mengada-ada apabila ada pria yang berpendapat bahwa wanita yang berpendidikan tinggi adalah wanita yang menyalahi kodratnya.

Anda Seorang Wanita dan Ingin Berpendidikan Tinggi? Silakan Sekolah Setinggi-tingginya.

Jadi, apa kesimpulan yang bisa ditarik dari tulisan saya di atas?

Jika anda adalah seorang wanita yang ingin mengecap pendidikan tinggi, silakan saja mengecap pendidikan tinggi. Jangan takut untuk tidak mendapatkan jodoh.

Karena cowok yang berkualitas pasti tidak akan mempermasalahkan tingkat pendidikan formal anda. Yang akan lebih dinilai oleh cowok-cowok yang berkualitas adalah hal-hal yang lebih penting (tingkat kesiapan anda untuk menjalani sebuah hubungan yang lebih serius, misalnya). Dan tentunya anda ingin mendapatkan suami yang berkualitas bukan? :)

Update – 14 April 2017

Bagi yang bertanya apakah saya menjalankan apa yang saya bicarakan atau tidak, sebagai informasi, saya seorang pria lulusan S1, dan istri saya adalah seorang perempuan lulusan S2 dari luar negeri. Jadi, saran saya bagi wanita yang takut untuk berpendidikan lebih tinggi daripada suaminya, jangan khawatir, insya Allah tidak akan ada yang perlu ditakutkan tentang itu. :)

Advertisements
About wahidyankf (186 Articles)
JavaScript Developer. His life-motto is "Learning, Dreaming, and Enjoying life".

63 Comments on Wanita, Jodoh, dan Pendidikan Tinggi

  1. Saya cuma lulusan SMP. Mungkin bakal susah cari cewek yg pendidikannya setara dgn saya.

    Like

  2. Viviana // May 8, 2017 at 14:27 // Reply

    Tp jujur ya kak, ini dari pengalaman aq sendiri, 3 cewek sama2 sedang kul S2,
    Aq gk bsa sebut nama kasih ja nama A, B, dan C
    Si A orangnya pake logika kalo ngomong (biasa mantan aktifis kampus). D fikirannya yg memang budayanya kaya’ orang jakarta, dy bilang “biasa klo cewek nikah usia 30 (malah dy heran ma orang jawa yg bilang 25 tuh dah prawan tua) yg gk biasa tu klo usia segitu gk kerja”, trus ngomongin jodoh dy tu kaya’ punya ptinsip gini, dy paling gk nikahnya ma cowok yg pendidikannya minim S1, krn rugi klo cma nak sma
    Nah si C nih pacaran ma cowok yg dulunya kul S1 tp mundur d tengah jalan ya…. Pastinya cma lulusan SMA, ni sekarang mreka dah lamaran dan tunangan. Klo boleh d garis bawahi temenku ini enjoy2 aja tuh, kalian jgn ngejust dy y…. Si C ini sudah d kuliahin sehari semalam oleh si A, nyatanya dy tancap gas terus gk kepengaruh tuh
    Yg B nih dah mw srius tp cowok yg d seriusin minder krn pendidikan si cewek
    Dari ketiga crita tu aq cma mw bilang, please jgn ngejust kami yg katanya nyalahin kodratnya wanita (berhubung kami semua muslim)
    Krn sejujurnya ketika gelar S1 dah d dpat bnyak yg sombong milih kerjaan, dll.(maaf klo nyinggung) bagi aq kerja walau gaji masih d bawah umr tu biasa ja. Aq ngalamin dn itu berlangsung 1 tahun lebih. Dn dr kul S2 ni aq ru sadar klo aq tu bukan apa2 dbanding mreka yg berpengalaman ktika aq kerjapun aq masih kalah tuh ma yg bergelar S1,
    Tp dgn gelar S2 klo bsa buat senyum orang tua tuh rasanya kita kepengen terus
    Apa salahnya kami yg mengejar pendidikan tinggi, kami belajar krn kami belum bsa bkan hanya tuk dapat gelarnya saja. Bahkan cma untuk dapat senyum orang tua. Rasa bangga dan haru ortu tu…. Gk bsa d ungkapin senangnya
    Kami belajar untuk putra putri kami, jgn salah y…. Ketika aq d mnta jd ibu rumah tangga pu. Bagi aq gk masalah krn ketima pengalaman yg jd guruku, aq sadar bahwa limpahan kasih sayang dan tumbuh kembang anak tu sangat penting d dampingi orang tua
    Tp sekali lg aq d sadarkan pada fakta baru, bahwa pendidikan sekarang tu sudah maju pesat klo anaknya mw d sekolahin d skul yg bonafit banyak tuh yg d skulin d sekolah dgn embel2 IT (islam terpadu) padahal sekolah kayak gitu gk murah sppnya kisaran 200k-900k klo aq gk ikut kerja bisa gk nutup biaya skul anak?
    Trus kalian jawab y… “Mending skulin d negri ja murah… Gratis pula”
    Tp bagi mreka pasti menginginkan anaknya skul d tempat yg lebih terjamin ilmu agamanya bisa belajar agama dgn baik. Krn aq pun ingin putra putri ku kelak mendapatkan yg terbaik yg dpat dberikan oleh orang tuanya.
    Lalu…. Salahlah aq dan tmn2 ku yg kul S2
    Salahkah kami yg berpendidikan ini?
    Salahkan kami yg ingin menjadi anak yg dpt d banggakan orang tua?
    Salahkah kami?

    Like

    • Viviana // May 8, 2017 at 14:34 // Reply

      Krn pendidikan ibu aq pun lebih 1 tingkat d banding ayahku walau sekarang ayah aq dah ikut penyetaraan tp ibu aq biasa ja tuh jd ibu rmah tangga suport ayah

      Like

    • Bagas Pratama // May 9, 2017 at 16:14 // Reply

      Selamat malam mba Viviana,

      terimakasih sudah menuangkan pendapatnya sebagai seorang wanita tangguh yang sedang / sudah memegang gelar S2

      Saya hanya ingin menanggapi dengan bijak pernyataan mba yang sungguh membuat saya sebagai laki laki ingin sekali berdiskusi dengan mba

      Pertama, kenapa laki laki minder berpacaran dengan wanita yang lebih tinggi darinya? baik secara penghasilan, pendidikan, pola pikir, etc…

      Sebenarnya kami para pria tidak minder apabila harus berpacaran dengan wanita yang secara segala-galanya lebih tinggi dari kami, namun percayalah, selain tuntutan society yang menyatakan bahwa laki laki adalah TULANG PUNGGUNG Keluarga, kami merasa bahwa kami sebagai pria seperti tidak ada artinya di mata wanita yang kami sayangi….

      Sekedar renungan semata, Wanita diberkahi begitu banyak kelebihan oleh ALLAH, seperti BISA HAMIL, MULTITASKING, BISA NGURUS RUMAH TANGGA, BISA NGURUS SUAMI (MELAYANI, ETC), MELAHIRKAN, bahkan sekarang SUDAH JAGO CARI UANG (yang pada zaman dahulu kala hanya dimiliki oleh LAKI LAKI).

      Kami sebagai LAKI LAKI, tidak diberikan kemampuan untuk bisa MELAHIRKAN, kami tidak bisa masak (mayoritas), kami tidak bisa multitasking (baca:psikologi), untuk beli obat ketika anak sakit aja, kami harus nanya dulu sama orang tua / istri….

      Kami sebagai laki laki hanya punya 2 hal : Sperma, dan Nafkah…

      Hanya itu yang bisa kami berikan / banggakan, untuk menyaingi kelebihan kelebihan yang dimiliki oleh kaum wanita (seperti yang sudah saya sebutkan di atas)

      Tapi mencari nafkah sekarang bagi kami kaum laki laki agak sulit dibandingkan dengan zaman dahulu kala (pintar dalam hal skill saja tidak cukup, akan kalah sama yang punya koneksi)…sedangkan sudah begitu banyak wanita yang jago cari nafkah….terus kami bisa membanggakan apa lagi? tidak ada mba, tidak ada….

      Atas dasar itulah makanya kami kaum laki laki mencari pendamping yang lebih rendah secara status dari kami yang masih membutuhkan kami, agar kami merasa berguna dan berarti bagi orang yang kami cintai….wanita yang kami cintai…..wanita sederhana yang begitu banyak di-impi impikan oleh kaum kami LAKI LAKI si Pencari Nafkah ini….

      Begitulah dari kami mba, kaum pria….

      Sebagai bahan bacaan dari saya : https://www.kaskus.co.id/thread/580f2e5432e2e69d2f8b456e/beda-status-pendidikan-bisa-bikin-cowok-jiper/1

      Sekian

      Manusia Kelaparan

      Bagas

      Like

  3. thanksssssssssss…… membuka fikiran saya

    Like

  4. Semuanya ada aturanya masing masing
    Ada ilmunya masing masing ,ada caranya masing masing,semuanya harus pada tempatnya masing masing
    Terimakasih

    Like

  5. kalau menurut saya, bukan soal pendidikan sang wanita, tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti faktor orang tua si wanita (kebanyakan) yang sangat menimbang-nimbang jodoh untuk anak yang sangat dibanggakannya, yang sudah bertittle tinggi, sudah memakan banyak biaya untuk pendidikan, pasti secara otomatis harapan besar orang tuanya anaknya mendapat jodoh yang lebih baik dari anaknya, pintar dari anaknya agar dapat hidup harmonis nantinya (mungkin), nyambung kalau bicara, dan sukses pula karirnya, punya pendapatan yang besar, itulah yang terkadang membuat si lelaki minder berniat untuk mendapat restu dari orang tuanya, seandainya faktor seperti ini tidak ada, tak akan ada alasan soal pendidikan mau setinggi apapun, kalau sudah nyaman ya tinggal jalani, ini baru satu faktor yaitu prang tua, belum lagi saudara-saudaranya, keluarga besarnya, suku nya, adatnya, tampangnya, haha mungkin terdengar sedikit lucu, tapi beginilah realita di lapangan.

    Like

  6. Ayah saya seorang pengusaha punya toko banyak di suatu mall, saya perempuan 18thn rencana mau kuliah tapi ayah saya bilang “kalo ga pinter2 amat ngapain kuliah, kuliah ujung2nya cuma buat jadi karyawan.buat apa?, apalagi kamu perempuan nanti ujung2nya juga ngurus anak,suami” katanya. ucapan ayah saya membuat saya jadi down. mungkin karena ayah saya ga berpendidikan tinggi langsung terjun ke dunia bisnis dan bisa menghasilkan banyak uang seperti lulusan s1 jadinya pikirannya beda. dan ayah saya nyuruh saya usaha aja kaya beliau dan kalau usaha saya sudah lancar bisa sambil kuliah. tapi saya ingin sekali nerusin pendidikan saya mulai dari sekarang. Apa yang harus saya lakukan agar ayah saya bisa satu pemikiran dengan saya? Mohon minta pencerahannya kak. Terima Kasih :)

    Like

  7. great note!!! semoga tulisan ini bisa memberikan pandangan kepada para pria yang lain yang masih berfikiran sempit :)

    Like

  8. Devyana Puspa // October 16, 2016 at 16:20 // Reply

    Bener2 postingan yg bikin semangat! Setelah baca ini,saya jadi lebih PeDe menjalani hubungan dengan cowok saya. Udah hampir 2 tahun kami jalan bareng. Saya Sarjana. Sementara dia lulusan SMP,kerjaannya ga seberapa,usianya pun lebih muda 2 tahun dari saya. Tapi sifatnya bener2 dewasa & lebih paham segala hal dari saya,jauh dari kata childish & ‘bodoh’. Tinggal restu yg belum kami peroleh. Setelah baca ini,saya jadi punya pegangan utk minta restu ortu. Jangan berhenti posting hal2 yg bikin semangat ya!! ^_^

    Like

  9. saya setuju dengan mas admin ini. saya mendukung dan tidak mempermasalahkan wanita berpendidikan tinggi. saat ini saya menyukai sorang gadis yg pendidikannya lebih tinggi dari saya. saya S1 sedangkan dia mau melanjutkan S3 nya di belanda. hubungan kami baik dan lumayan dekat. masalahnya apakah pantas saya menyatakan perasaan saya kapadanya,? sedangkan pendidikan saya lebih rendah dari dia.

    Like

  10. Dian Anggraini // August 29, 2016 at 12:02 // Reply

    wah sy amazing ketemu tulisan ini. sy 26 th dan hampir lulus s2, dg pekerjaan sdh lumayan mapan. kesulitan masalah jodoh jg sy dapatkan, beberapa pengalaman krg mengenakkan spt ada beberapa lelaki yg membatalkan niat berkenalan krn tw sy sdg kuliah s2 jg sy rasakan. mgkin ada rasa insecure yg sangat, padahal sy tdk pernah komen apapun. Tapi menurut sy itu sdh “seleksi alam”. lelaki berpikiran sempit cenderung mundur perlahan, sdg kan lelaki dg mindset yg pintar dan tangguh justru tidak akan mempermasalahkan.
    dan pasti ada rasa galau yg sangat saat teman2 dan sahabat sdh mulai menikah satu per satu, reuni pun sdh pada bawa ank, bahkan sdh ada yg punya 2,dan yg paling miris saat bertemu dg kolega dan selalu bertanya “mbak sdh nikah? nunggu apa sih? kapan mw nikah”,sering sy jawab,jangankan anda pak,bu,dok, prof, sy jg ingin tau sy kapan nikah nya 😅

    ayo lelaki, jd lah pintar,bekerja keraslah,jadilah tangguh, apapun tingkat pendidikan kalian.agar kami para wanita yg suka sekolah ini jd ga galau mikirin jodoh

    Like

  11. Gak masalah wanita berpendidikan tinggi , tp kalau mau Cari calon suami yg cerdas Dan mapan secara financial jangan harap, mereka Cari wanita yg biasa aja. Saya wanita 23 tahun menikah sama dokter specialist di Canada Dan saya cuma lulusan sma :(
    Jangan egois, Gak semua nya wanita tidak berpendidikan tinggi juga melahirkan anak yg bego, banyak wanita lulusan SD/SMP anaknya sukses2..
    Dan wanita berpendidikan tinggi belajar untuk share dengan suami nya, helloooo laki2 gak suka di ajarin lho.
    Sah2 aja wanita berpendidikan tinggi asal nurut sama suami & respect lalu no egois punya pemikiran sendiri, bad idea sis

    Like

    • Winda_althaf // January 3, 2017 at 13:19 // Reply

      Ini yg sedang q alami.mau dikenalin ke Camer tp cowoku bilang ke ortunya q lulusan D3 padahal q cuma lulusan SMK. Sedih bgt deh rasanya.. Padahal kalo misal Camer ga setuju juga gpp q terima.
      Nyesek banget knp diawali dengan kebohongan.hiks😢

      Like

  12. minum kopi // July 22, 2016 at 13:14 // Reply

    DALAM ISLAM LAKI-LAKI ADALAH PEMIMPIN,…EMANGNYA ISTRI SEKOLAH TINGGI2 UNTUK CARI NAFKAH KAH, KLO HANYA SEKEDAR MENGEJAR ILMU UNTUK APA JUGA,… APA KAMU PEREMPUAN MAU JADI PEMIMPIN DALAM RUMAH TANGGA!!!! INI UNTUK YANG BERAGAMA ISLAM.SAYA YAKIN LAKI-LAKI YANG CERDAS DAN BERAGAMA TIDAK BAKALAN MAU KEPADA WANITA YANG BERGELAR TINGGI ITU DI JADIKAN SEORANG ISTRI DENGAN PRIA YANG GELAR NYA DI BAWAH DIA.#INI FAKTA DI LAPANGAN NO OPINI.

    Like

    • wahidyankf // July 22, 2016 at 13:48 // Reply

      Hallo,

      Berhubung anda mengatasnamakan islam, mungkin sudi kiranya anda menyertakan hadits atau ayat yang menyertakan tentang larangan untuk bergelar pendidikan tinggi bagi wanita. Karena pada dasarnya beragama islam adalah bersikap dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan hadist, dan bukan kepada “menurut saya”. :)

      Like

    • IYA GUE EMANG RENCANA MAU CARI NAFKAH SAMA CALON GUE BIAR DOUBLE INCOME SAMPE NGEJAR BEASISWA S2 KE AUSTRALIA MASALAH BUAT LO KALO CALON GUE SETUJU DAN SUPPORT GUE KERJA KARENA DIA NGGAK SUKA CEWEK GAK GUNA DAN MANJA YANG KERJAANNYA NYAMBUT SUAMI PULANG DAN MINTA UANG JAJAN? YAKALI PEREMPUAN JAMAN SEKARANG CUMA NGEKOR SUAMI DAN GAK PUNYA KELEBIHAN CUMA BERANAK-MENYUSUI-JAGA RUMAH. KUCING GUE JUGA BISA. MAKAN TUH CAPSLOCK.

      Kasian aja sama yang pikirannya sempit kayak elo yang gak mau berkembang dan dukung wanita2 hebat. Soalnya wanita hebat juga pasti jodohnya hebat dan selevel.

      Untuk admin, maaf saya kasar dan pakai capslock.

      Like

    • Viviana // May 8, 2017 at 14:31 // Reply

      Apa salahnya kami belajar, itu bekal kami tuk anak2
      Kata siapa kami ingin jd kep keluarga. Kodratnya tu suami jd kepala keluarga
      Jujur kata2 mu ini bukan hanya menyakit kami tp jg menyakiti orang tua kami

      Like

  13. Tiara Mesias // April 9, 2016 at 15:14 // Reply

    Cuma laki-laki yang gengsian, arogan, serta berpikiran sempit yang minder sama wanita pintar. Well, wanita pintar akan melahirkan generasi penerus yang pintar juga dan mendidik anak-anak mereka kelak dengan baik. Jadi, laki-laki yang bijak dan berpikiran terbuka pasti akan lebih memilih wanita yang pintar.
    Kalo misalnya laki-laki minder untuk mendekati wanita pintar itu berarti laki-laki tersebut bukanlah laki-laki yang ingin maju dan berkembang. Laki-laki yang ingin maju dan berkembang pasti memilih wanita pintar karena wanita yang pintar adalah wanita yang bijak dan berwawasan luas. Jadi lebih baik saling melengkapi. Bukankah laki2 dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain? Yang lebih pintar membantu dan mensupport yang tidak pintar. Bukankah itu artinya saling melengkapi?

    Like

  14. saya wanita berpendidikan D3 di bidang kesehatan, saya akan menikah dgn seorang laki” yg berpendidikan STM , saya tidak mempermasalahkan hal tersebut tp saudara” saya sangat mempengaruhi ortu saya mengenai hal itu,

    Like

  15. Luar biasa tulisannya sangat inspiratif ,seandainya banyak pria yang mempunyai paradigma seperti ini pasti akan banyak wanita lebih semangat lagi untuk mencari ilmu, dan pastinya akan lebih banyak anak-anak yang berkualitas yang terlahir dari ibu-ibu yang cerdas ( dengan catatan wanita tsb tidak melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu terbaik buat anak-anaknya, harusnya lelaki tsb bersyukur memiliki wanita seperti itu,pahit-pahitnya berumah tangga jika suatu saat terjadi sesuatu dengan karirnya istrinya siap membantunya mencari nafkah *trimakasih sudah berbagi ilmu,izin share ya

    Like

  16. Dari komen yg saya baca rata” wanita yg komen.. Tapi saya mmpunyai ksimpulan trgantung cewenya om. Buktinya saya lulusan SMA kerja cma buruh pabrik, sdngkan pacar saya brkpndidikan s1 malah dia yg pngn lulusan s1 jg. Udah saya biayain, udh di perjuangin sampe lulus, pas mau d lamar eh malah kayk gtu. Tapi saya gx nyesel sih, saya udh brbuat baik sama pcr. Tapi agx nyesek jg pcrn bertahun” cma ngbiayain anak orang doang. Hasil panen di ambil orang.

    Like

  17. sungguh posting yang menyemangati,, saya benar-benar dlam posisi bimbang antara lanjut s2 atau udah aja s1 :'( .. rumit mikirin ntar cowo pada minder,,tapi saya liat tuh dosen semua yg wanita merrid kok,, soalnya saya ingin menikah usia 25,, pas target selesai s2,, saya semoga istiqomah lanjut s2 thn dpan.. Amiin,, laki laki jgn minder ya,, miris,, saya lanjut s2 karna suka belajar nya.. ingin lebih mantap ilmunya.. apalagi sekarang masih seger segernya ingatan.. insyaAllah seiring S2 makin dibenerin ilmu tentang kewajiban istrinya untuk hormat suami.. niatnya begituuuu :( cuma do’a aja makin dikhusukkan.. sebenernya wanita yang ingin lanjut kuliah itu adalah mereka mereka yang sangaat mencintai ilmu.. saya begitu,, atau hanya saya yg begitu,, ?? dulunya saya tidak suka dengan jurusan saya,, sekarang berasa sedih kuliahnya dah habis,, berbagi ilmu dg guru besar.. saya senang.. bertemu prof. juga bisanya di bangku s2.. cita cita tetap.. jadi ibu rumah tangga yang bakal mendampingi suami dalam suksesnya.. saya ingin sukseskan juga lah keluarga,, anak-anak.. karna sekarang suaminya belom ada n saya jatuh sejatuh jatuh cintanya sama ilmu yang dulu saya geluti di jenjang S1 :( saya ingin lanjut s2.. laki laki,, lanjut s2 n s3 juga dong.. biar ga minder,, doa saya begitu lho abis sholat.. banyakin laki-laki yan semangat buat lanjut kuliah dan banyakin laki laki yang sukses dan kuat karir nya.. ini do’a.. harapannya bukan biar selevel,, tapi biar alasan minder ga muncul kepermukaan,, padahal ga selevel gpp kok,, cuma kalo laki laki beneran gengsi,, gengsinya berkelas dong tuhan.. biar laki laki juga semangat meningkatkan kualitas dirinya.. Amiin.. biar minder ga jadi halangan.. saya ga minder kok kalo suami saya levelnya dibawah saya,, bagi saya sih,, ga ada itu level level an.. kecuali masalah iman,, kalo dia lebih baik,, saya harus berusaha baik juga,, agamanya.. padahal kita sama sama ingin dipertemukan pasangan yang baik bukan,, semoga laki laki wanita.. berteguh pendirian soal ingin jodoh yang baik,, orang baik berilmu pasti rendah hati,, semoga kita semua diberi kesempatan untuk menuntut ilmu dijenjang lebih tinggi.. haduuuuuh.. rumiiit,, lapor orang tua minta cariin jodoh aja ntar kaya nya.. tuhan beri kami jalannya..

    Like

  18. Luar biasa Bisa membaca tulisan antum. Yg setidaknya membuat sy lebih gairah dlm menggapai tujuan hidup ini. Berkeluarga, mempunyai keturunan dan hidup bahagia di dunia sambil mempersiapkan bahagia akhirat. Hmmmm memang sebuah kisah dilematis ketika pendidikan wanita lebih tinggi dr kita, dan masalah itu sesalu ada, ketika belahan hati saya seorang S2 di China dan sy seorang wirausaha muda dgn background pendidikan SMA. Luar biasa kami saling mendukung dlm hal ini, walau ada perbedaan pendidikan formal yg bagaikan langit dan bumi, tak ada masalah buat kami, krna dr awal memang kita sepakat dgn jalur yg kita tempuh (kita pacaran dr SMA dan dia adik kelas sy). Hemmmmm… Namun masalah tidak hanya dr diri kita, justru masalah datang dr pihak keluarganya, yg mempermasalahkan pendidikan sy. Alhasil,, cinta kasih kita terpending sampai hari ini. Sampai Masanya sy dpt meyakinkan kelukeluarganya. Entah kapan… Hheee…

    Like

  19. “Jodoh, wanita, pendidikan tinggi”, keywords yang mengantarkan saya pada tulisan ini, keren mas, sayangnya tidak banyak laki2 berkualitas yang tidak mempermasalahkan tingginya pendidikan formal seorang wanita, atau mungkin sebenarnya banyak tp belum ketemu aja, anyway two thumbs deh buat tulisannya!!!

    Like

  20. lidyatabita // December 4, 2014 at 19:19 // Reply

    Halo mas..Sekarang sy sedang ada posisi ini dimana hubungan kami bulan maret akan diresmikan. Saya dan pasangan sy sangat berbeda status pendidikan saya S1 sedangkan dia SMK. Semoga dgn adanya tulisan membuat sy tetap sayang sm dia. Dan dia juga tdk minder dgn sy. Trima kasih mas. Salam Hormat.

    Like

  21. Bgmn jika seorang istri&ibu dg anak balita berusia 10 bulan mengejar titel demi karir dosennya dan demi pengakuan masyarakat&tmn bhwa ia bisa meraih gelar doktor sblm usia 30thn, ini tjd pd istriku yg dg rela meninggalkan putra kami dengan susu formula&pembantu demi ambisinya. Istriku mmg cerdas,ia lulusan master double degree perancis, ia mengambil s3 saat hamil dan resikonya krn tll byk aktivitas mengajar,kursus,kuliah,ia melahirkan caesar.
    Namun ia tetap pd pendiriannya utk ljt s3, saran saya utk pending s3 sampai usia anak 2thn ditolak keras. Demi materi,karir,pengakuan ia korbankan anak,ia benar2 tdk merasa bersalah tlh mengorbankan anak kami demi ambisinya. Ia mampu mendidik mahasiswanya,tapi ia tak mampu merawat,menyusui,mendidik anak kami,sampai2 anak sekecil itu hrs sering bolak balik rumah sakit.
    Mgkn diluar ia hebat tapi dirumah nilainya NOL BESAR! Aku tdk iri dg keberhasilan istri&aku mendukungnya,hanya saja aku ingin istriku lbh cerdas dan bijaksana mengambil keputusan terpenting.
    Ia berkilah,dulu waktu kecil ia pun diasuh pembantu dan neneknya krn ibunya bekerja sbg guru,hasilnya sekarang ia baik2 saja sehingga istriku ingin menerapkan pola asuh itu pd anak kami,pdhl jaman telah berubah. Tega2nya meminta ibu mertua untuk mengasuh anak kami di usia senjanya,pdhl seharusnya sdh beristirahat.

    Like

  22. wah… blog ini sangat bermanfaat buat saya.. thanks… :)

    Like

  23. membaca postingan ini semangat saya kembali muncul
    baru saja saya ditinggalkan oleh seseorang yang minder dengan pendidikan D3 saya, padahala saya cuma D3 lhoo apalagi S1 ya?
    sebelumnya saya akui dia itu punya semangat lebih dalam berbisnis, dia bisa membuat bisnis apa saja padahal dia hanya lulusan SMA sedangkan saya hanya tenaga medis biasa yang bisa di tebak berapa sih penghasilan seorang tenaga medis.
    sakit rasanya ditinggal begitu saja hanya karena jenjang saya yang lebih tinggi.
    mungkin disinilah Allah semacam memberikan jalan kalau dia tidak sebaik apa yang saya lihat, kalau dia memang serius pasti dia akan memperlihatkan bahwa dirinya lebih berkualitas dan layak saya perjuangkan walau tingkatan pendidikan kita berbeda.
    kalau sudah menikah sih kembali kepada kodratnya seorang wanita, ketika sudah bersuami kita harus taat dan patuh kepada suami kita meskipun jenjang dia lebih rendah dari kita karena pria adalah imam dalam rumah tangga dan tidak bisa dipungkiri hal itu.

    terima kasih atas postingan ini yang telah membuka hati saya yang kemarin bertanya2 salahkah saya pendidikannya tinggi :D

    Like

  24. saya setuju dengan hal itu.. krn menurut saya pendidikan itu penting bagi setiap orang tanpa melihat apakah bagi laki2 atau perempuan. masalah nya adalah banyak wanita yang tau kalau menemukan laki2 yang berkualitas di jaman seperti sekarang ini itu, sulitnya minta ampun. sedangkan terkadang diri ini sudah mulai kesepian dengan kesendirian yang di alami. bagaimana anda menanggapi hal tersebut….???

    Like

    • wahidyankf // July 26, 2014 at 14:27 // Reply

      Halo Fitri Riani..

      Pertanyaan yang menarik, tapi kalau dari pengalaman saya pribadi (walaupun saya bukan wanita):

      1. Tetap yakin bahwa jodoh, rejeki, dan semacamnya sudah digariskan oleh Allah.

      2. Yakinlah bahwa Allah mendengar dan mengabulkan semua doa. :)

      3. Ambil hikmahnya, mungkin ada alasan kenapa kita belum dipertemukan dengan jodoh kita. Mungkin Allah memberikan kita waktu lebih untuk memantaskan diri kita untuk menyambut jodoh kita. Mungkin juga Allah tahu bahwa kita belum siap untuk hidup bersama orang lain. Allah baik kok. Yang seperti ini biasanya “tau-tau dateng aja”. :)

      Semoga cukup menjawab. :)

      Like

  25. Inspiratif…kasusnya sama saya ikhwan dan jujur berpikiran seperti itu.tapi setelah membaca tulisan abang dan quotesnya diatas, ku pikir wanita pendidikan tinggi jauh lebih bisa berfikir ya pastinya. Artinya jijka sang suami kelak pendidikanya lebih rendah ia pasti bijak dan dapat menghormati patuh dengan sang suami…
    Sip mas brow saya bersemangat :D

    Like

  26. melihat tulisan ini, jadi teringat mantan pacar saya. dia minder karena hanya lulusan SMA dan saya kini sedang dalam tahap menyelesaikan S1. padahal saya sangat tidak mempersoalkan hal itu…

    Liked by 1 person

  27. Pierre Pattiselanno // September 23, 2013 at 00:50 // Reply

    Buat aku tetap harus pria di atas wanita pendidikan formilnya. Nah, kalau soal patuh atau tidaknya isteri terhadap suami; itu yang TIDAK HARUS dilakukan, isteri membangkang juga ga apa2 yang penting isteri lebih goblok dari suami.

    Like

  28. ya sangat sepakat dengan anda,,,dan buat para pria jangan takut mendekati wanita yang berpendidikan lebih tinggi…..

    Liked by 1 person

  29. mantap jaya tulisannya, sepakat sama tulisannya mas, mengkualitaskan diri untuk mendapatkan yang berkualitas juga (berkualitas belum tentu dilihat dari strata pendidikannya kan, tapi usaha mengkualitaskan wanita salah satunya memang lewat pendidikan formal), jadi wanitanya sekolah tinggi sah-sah aja, toh buat keluarganya juga ntr :)
    bener2 keren deh, pria yang tetep enjoy dengan pendidikan istrinya yang lebih tinggi, atau malah ngedukung. Menurut saya, pria itu meski tidak lewat pendidikan formal pun bisa lebih cerdas dalam menghadapi kehidupannya dibandingkan wanita, so, jangan minder dengan istri yang lebih tinggi pendidikannya.
    Salam semangat..!!

    Like

  30. Dian Pratiwi // June 16, 2013 at 20:10 // Reply

    alhamdulillah…. sedikit tenang hati saya membaca postingan Anda (apalagi Anda seorang Pria)…
    ketika teman2 seusia saya menyelesaikan S1, menikah dan sebagainya, saya malah memutuskan untuk melanjutkan studi S2. dan sekarang, studi saya hampir selesai namun belum kunjung mendapatkan pasangan. seringkali mendengar desas desus bahwa umumnya pria tidak tertarik dengan wanita yang berpendidikan lebih tinggi (malahan dari pengakuan seorang teman, ada yang sampai mengurungkan niat untuk berkenalan dengan saya ketika teman saya menyatakan bahwa saya adalah seorang mahasiswa S2). saya merasa divonis tanpa tahu telah melakukan kesalahan apa. sampai akhirnya seorang teman (laki-laki) menyatakan secara blak-blakan tentang apa yang dipikirkannya bila harus berhubungan serius dengan saya (dan semuanya tentang bayangan insekuritas nya dia jika bersama saya). terus terang saya shock dan penasaran, apakah semua pria seperti itu? dan sampailah saya kepada blog ini hahaha… trims mas, saya percaya masih banyak pria berkualitas yang tidak berpikiran sempit di luar sana :)

    Like

  31. Menurut pendapat saya, tingkat kepintaran tidaklah dilihat dari gelar apa yang dipegang oleh seseorang. Tingkat kepintaran itu selalu bersifat relatif dan spesifik untuk semua hal. << setuju yok.

    tumben tulisan lo rada bener nih. hahaha…

    Like

    • wahidyankf // June 16, 2013 at 14:52 // Reply

      Kyaaaa.. blog sayah disambangi travel writer.. :D Iyah cha, habis baca gege soalnya waktu itu.. Jadi agak normal dikit otak gua.. >:)

      Like

  32. Trima kasih semangatnya,,,,
    sekedar berbagi sebenarnya tujuan seorang wanita yg berpendidikan tinggi bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk suami dan anak-anaknya dimana seorang istri bisa saling berbagi ilmu kepada suaminya agar suami bisa mencapai tujuan karirnya yang hebat, selain itu seorang istri yang juga seorang ibu mampu mengajari anak-anaknya dan mencerdaskan anak-anaknya serta berbagi ilmu kepada anak-anaknya agar menjadi manusia hebat yang dibanggakan sesama karna tujuan hidup seorang wanita itu cuma untuk menjadi istri dan ibu yang mampu menghebatkan keluarganya.

    Like

    • wahidyankf // March 12, 2013 at 16:10 // Reply

      Halo Fitria.. :)

      Senang mendengar bahwa anda berpikir seperti itu. :)

      Andaikan semua pria bisa mengerti alasan wanita yang sebenarnya adalah seperti yang anda katakan (walaupun saya yakin bahwa tidak semua berpikir seperti anda), sepertinya masalah ini tidak perlu terjadi. :)

      Like

  33. suka banget baca tulisan ini..:)
    terutama quotesnya :
    Jika anda adalah seorang wanita yang ingin mengecap pendidikan tinggi, silakan saja mengecap pendidikan tinggi. Jangan takut untuk tidak mendapatkan jodoh.

    saya berpendidikan s2,skrg sedang s3..alhamdulillah sdh mendapatkan jodoh,pendidikan beliau d3..:D

    “Yang menjadi masalah bagi seorang wanita (di dalam agama islam) adalah bukan tinggi rendahnya pendidikan dia, akan tetapi patuh atau tidaknya sang wanita tersebut kepada suaminya (jika sudah menikah)”..that’s it!!

    Like

    • wahidyankf // January 21, 2013 at 02:50 // Reply

      Halo mbak Yulia..

      Senang rasanya ada seorang perempuan dengan pengalaman nyata di dalam hal ini seperti mbak yang komen di blog ini.. Terima kasih yah mbak pujiannya.. Semoga pernikahan mbak dan suami mbak langgeng.. Amin.. :D

      Like

      • Inspiratif mas, alhamdulillah, sy menemukan tulisan bagus yang bisa memberi saya sedikit semangat untuk maju ta’aruf sampai menikah dengan seseorang wanita S2 yang sekarang sedang study di Korea, meskipun, kadang saya tidak terlalu optimis, karena ada rasa minder mas, sy S1 dalam negeri,, sedang level dia S2 luar negeri tp alhamdulillah, sy pikir itu tidak masalah,dan saya juga baru mengawali sebagai seorang abdi negara, jd butuh perjuangan he..he……Insya Allah, kalo jodoh itu, pasti g kemana, tidak membedakan strata pendidikan …..

        Like

  34. sungguh tulisan ini menghibur saya saat ini, apalagi melihat penulis seorang lelaki. Terima kasih banyak :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: