BE FAIR…
BE RATIONAL…
MOVE VERY HARD!!!
AND NEVER EVER EVER BECOME A HERO!!!
- Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie -
INDONESIA!!! LIAT DIRIKU!!!
AKU PASTI BAKAL NGASIH KADO YANG MANIS UNTUK ULANG TAHUN-MU KE-100…
TOLONG BERTAHANLAH SAMPAI SAAT ITU TIBA…
AMIN…
nb : terinspirasi dari studium generale Prof. Dr. Ing. B J Habibie di ITB…
somehow…lagi suka lagu ini…jadi inget tingkat 1…haha…
——————————————————————————-
Andai engkau tahu
Bila menjadi aku, sejuta rasa di hati
Lama tlah kupendam,
Tapi akan kucoba mengatakan
reff:
Ku ingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Ku ingin jujur apa adanya
Dari hati
Kini engkau tahu aku menginginkanmu
Tapi takkan kupaksakan
Dan kupastikan
Kau belahan hati
Bila milikku.. oooo
reff
Menarilah bersamaku
Dengan bintang-bintang
Sambutlah diriku
Untuk memelukmu
reff
hari ini bis kuliah sekuensial gua jalan bareng sama dosen ke labtek 8…si dewa ir. Yusi SG M.Sc. Ph.D…setelah beberapa percakapan nanya2 s3…trus gua nanya :
Gua : gimana yah pa biar jadi pinter banget kayak pa habibie?
Pa Yudi : KERJA KERAS!!!
hm…sepertinya memang butuh kerja yang teramat keras buat jadi “dewa” kek pa habibie…
nb : gak hanya sekedar latian setiap hari dan minum milo…hehe…(junk)
Cuman mau sharing essay saya di tugas Metoda Berpikir Kreatif…itung2 curhat…met menikmati…
SOAL 1.
- Pilih 1 fenomena yang tertarik untuk anda kaji!
- Mengapa anda tertarik untuk mengkaji fenomena tersebut?
- Berikan solusi-solusi yang dapat memberikan nilai/makna lebih dari fenomena tersebut.
JAWABAN SOAL 1.
FENOMENA YANG AKAN DIKAJI
Fenomena yang akan penulis kaji kali ini adalah fenomena wirausahawan “bodoh”. Yang dimaksud bodoh di sini bukanlah bodoh dalam arti yang sebenarnya, akan tetapi adalah wirausahawan yang menganut paham bahwa sekolah bukanlah bagian yang penting di dalam kehidupan.
ALASAN PEMILIHAN FENOMENA
Adapun alasan pemilihan fenomena ini dikarenakan fenomena ini bersifat merusak bangsa Indonesia pada jangka panjang. Mengapa penulis mengatakan bahwa hal ini akan merusak bangsa Indonesia di masa yang akan datang?
Seperti yang kita semua rasakan, trend jalan hidup selalu mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari trend Pegawai Negeri Sipil (PNS), kemudian trend ini berubah menjadi pegawai Bank, Perusahaan Multinasional, dan terakhir pada masa sekarang trend yang terjadi adalah trend Wirausaha.
Pada dasarnya penulis sangat setuju dan mendukung dengan wirausaha sebagai salah satu jalan hidup dan sebagai salah satu solusi utama untuk memajukan dan memakmurkan bangsa ini, karena memang wirausaha bisa menjadi salah satu “senjata utama” di dalam memakmurkan dan memajukan sebuah bangsa (dengan filosofi yang tepat tentunya). Bahkan direktur utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo di dalam acara Malam Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008 mengatakan bahwa :
“ Pendidikan kewirausahaan adalah cara tepat mengatasi pengangguran di Indonesia dengan menghasilkan pencipta kerja, bukan pencari kerja. Sebagai generasi penerus, adalah kewajiban kita untuk mengentaskan bangsa dari keterpurukan.”
Menurut Agus Martowardojo juga, menjadi wirausahawan merupakan pilihan dan keharusan, apalagi saat pertumbuhan ekonomi bergerak lamban dan lapangan kerja terbatas. Ia menambahkan, untuk menjadi negara maju, minimal jumlah wirausahawan adalah 2 % dari total populasi penduduk. Di Indonesia, jumlah wirausahawan baru sekitar 0,18 % dari total populasi yang mencapai 222 juta jiwa. Artinya, negeri ini membutuhkan 4 juta lebih wirausahawan.
Akan tetapi, yang terjadi pada saat ini adalah semangat kewirausahaan dilakukan dengan meng-“kerdil”-kan pendidikan secara umum. Padahal menurut penulis, kewirausahaan itu sendiri merupakan suatu cabang yang tak terpisahkan dari ilmu pendidikan.
Hal ini ibarat suatu bangunan yang didirikan dengan tujuan yang baik, namun dilakukan dengan logika dan struktur pondasi bangunan yang salah. Dan hal ini amat tidak baik untuk semua pihak pada umumnya, dan bangsa Indonesia pada khususnya.
LATAR BELAKANG FENOMENA
Menurut penulis, gelombang wirausaha “bodoh” di Indonesia ini mulai masuki tahap eksponensial pada saat masuknya buku “Rich Dad Poor Dad” karangan Robert T. Kiyosaki. Buku ini adalah buku yang berisi tentang jalan hidup bahagia, yaitu menjadi jutawan. Di bawah ini ringkasan dan ulasan singkat buku Rich Dad Poor Dad seperti yang dilangsir oleh http://book.store.co.id :
—————————————————————————————————————————
Robert Kiyosaki mengajar orang untuk menjadi jutawan… Itu sebabnya mereka menyebutnya guru sekolah para jutawan. ”Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah tetapi tidak belajar apa pun tentang uang. Hasilnya adalah bahwa orang belajar mencari uang.. tetapi tidak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.” Robert Kiyosaki Penulis Rich Dad, Poor Dad.
”Bila anda ingin sukses secara finansial, anda harus membaca Rich Dad, Poor Dad. Semua yang dipaparkan masuk akal dan akan menjamin masa depan finansial anda.” Zig Ziglar Penulis dan penceramah yang terkenal di dunia.
”Jika anda menginginkan segala kebijaksanaan yang tersembunyi tentang bagaimana menjadi dan TETAP kaya, bacalah buku ini! Suaplah anak anda (jika perlu secara finansial) untuk melakukan hal yang sama.” Mark Victor Hansen Rekan-penulis New York Times # 1 Best Sellin Chicken Soup for the Soul series
”Saya membayangkan seandainya saya sudah membaca buku ini dua puluh tahun yang lalu.” Larison Clark, Diamond Key Homes INC. Magazine’s Fastest Growing Home Builder di Amerika, 1995
”Saya mencintai anak-anak saya dan ingin agar mereka mendapatkan pendidikan sebaik mungkin! Sekolah tradisional, meskipun sangat penting, tidak lagi memadai. Kita semua harus mengerti soal uang dan bagaimana cara kerjanya.” Sharon Lechter, C.P.A. Rekan-penulis Rich Dad, Poor Dad
Buku ini akan…
- Menghancurkan mitos bahwa anda harus mendapatkan pemasukan yang tinggi untuk menjadi kaya
- Mempertanyakan keyakinan bahwa rumah anda adalah asset
- Menunjukkan pada orangtua mengapa mereka tidak dapat mengandalkan sistem sekolah untuk mengajar anak-anak mereka dalam hal uang
- Mendefinisikan dengan tajam dan jelas perbedaan antara aset dan liabilitas
- Menunjukkan cara mengajar anak-anak anda soal uang sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang tidak anda peroleh.
—————————————————————————————————————————
Menurut penulis, buku ini secara umum adalah buku yang bagus, karena bisa menginspirasi banyak orang agar terjun ke bidang wirausaha. Akan tetapi, menurut penulis juga, di samping semua pujian-pujian yang diterima, buku ini memiliki 1 buah kekurangan vital. Kekurangan itu adalah : BUKU INI MENDISKREDITKAN PROFESI DAN JALAN HIDUP LAINNYA!
Di dalam buku ini berulang kali ditekankan secara tersirat dan tersurat bahwa jalan hidup yang terpenting dan paling mulia di dalam hidup ini adalah wirausaha. Dan menganggap bahwa sekolah formal tidaklah penting di dalam menggapai kebahagiaan dunia. Padahal menurut hemat penulis, kebahagian manusia tidaklah selalu bisa diukur dengan parameter uang. Karena jalan hidup dan tujuan orang berbeda-beda, dan bukan merupakan hal yang “elok” jika jalan hidup dikerdilkan seperti itu.
Seperti yang penulis katakan sebelumnya, wirausaha adalah hal salah satu jalan hidup yang mulia, yang tentunya tanpa mendiskreditkan profesi lain seperti yang dilakukan oleh Robert T. Kiyosaki di dalam buku Rich Dad Poor Dad Tersebut. Sialnya, buku “sesat” ini menginspirasi banyak sekali pihak, dan menghasilkan buku-buku lainnya yang sejenis. Sebagai bukti, coba saja kunjungi toko buku yang ada di sekitar kita dan kunjungi bagian bisnis dan management, pasti kita akan mendapati buku-buku yang bisnis yang mendiskreditkan jalur pendidikan. Dan sebagai efeknya, timbullah gelombang wirausaha “bodoh” ini.
Padahal hal ini berlawanan dengan perkataan salah seorang pebisnis kawakan di bidang farmasi (yang maaf, penulis lupa namanya) pada majalah SWA : “Kita bisa kaya tanpa sekolah , namun kita bisa lebih kaya lagi dengan sekolah”.
Kata-kata pembelaan favorit dari penganut ini adalah : “Bill Gates (pemilik Microsoft) orang terkaya sedunia aja DO dari Harvard coba…” atau “Steve Jobs (Pemilik APPLE Computer) salah satu milyarder dunia DO loh…”. Padahal jika kita liat latar belakang orang kaya, kita akan mendapati fakta seperti ini :
- Bill Gates memang DO dari Harvard, akan tetapi dia menempa dirinya sendiri dengan kurikulum teknologi yang setara dengan universitas sekelas Harvard.
- Steve Jobs memang DO dari Reed College, akan tetapi dia tetap menghadiri kelas pada universitas tersebut setelah drop-out.
- Warren Buffet yang juga merupakan salah seorang orang terkaya di dunia, mengenyam pendidikan tinggi yang amat bagus. Dia mengenyam S1 di Wharton School (salah 1 anggota ivy league/kampus elit di USA) mendapatkan gelar B.Sc di Universitas Nebraska, dan M.S. bidang ekonomi di Columbia University.
- Hanya sebagian kecil dari jajaran miliarder kelas atas dunia yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.
Parahnya, gelombang ini telah mempengaruhi begitu banyak manusia Indonesia hingga ke salah satu perguruan tinggi terdepan di bidang teknologi di Indonesia. Penulis pernah mengikuti salah satu organisasi wirausaha yang diadakan oleh alumni dari institute teknologi tersebut, yang sayangnya para usahawan dan mentor yang ada di dalam organisasi tersebut kurang menghargai pendidikan tinggi. Hal ini jelas tertera ketika ada salah seorang anggota organisasi ditanya mengenai rencananya setelah lulus (dimana dia ingin untuk melanjutkan sekolah tinggi ke luar negeri), saat itu sang mentor berkata : “wew…ngapain sekolah ke luar negeri? Emangnya mau jadi operator?”. Sebuah bukti yang cukup nyata bahwa paham ini sudah mencapai ke salah satu garda depan pendidikan tinggi.
Adalah sebuah paradox, jika universitas yang seharusnya paling mengerti tentang divergensi dan pentingnya ilmu pengetahuan, merendahkan nilai dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Mungkinkah ini akibat dari buruknya proses pendidikan di Indonesia?
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN MEMPERKUAT FENOMENA WIRAUSAHA “BODOH”
Disamping ditimbulkan oleh hal di atas, fenomena tersebut juga diperkuat oleh beberapa hal dibawah ini :
- Keletihan akan kemiskinan yang mendera masyarakat Indonesia
- Kurang/tidak adanya penghargaan yang sepadan untuk kaum intelektual
- Kurangnya pemahaman tentang hakikat pendidikan.
- Budaya instant yang meracuni masyarakat Indonesia.
KELETIHAN AKAN KEMISKINAN YANG MENDERA INDONESIA
Bisa dikatakan bahwa faktor ini adalah faktor kuat yang memicu gerakan kewirausahaan di Indonesia. Sudah bertahun-tahun lamanya bangsa kita merdeka, namun masih tetap banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Bertahun-tahun lamanya kita di doktrin oleh sebuah untaian kata : “belajar yang pintar, biar bisa dapet pekerjaan yang bagus”. Dan banyak sekali orang yang mencoba hal ini namun tidak berhasil merubah kehidupan mereka secara financial menjadi lebih baik. Hingga suatu ketika buku semacam Rich Dad Poor Dad datang dan memberikan “angin segar” dan “jalan” menuju impian meraih kondisi financial yang lebih baik (yang sayangnya mendapat pengetahuan yang tidak utuh dari buku ini). Sehingga makin banyak orang yang terpengaruh oleh buku-buku semacam ini.
KURANG/TIDAK ADANYA PENGHARGAAN YANG SEPADAN UNTUK KAUM INTELEKTUAL
Jika kita perhatikan sekitar, kita tidak bisa mendapatkan hidup yang bahagia di “jalur akademik”. Untuk parameternya, coba kita cari jawaban pertanyaan di bawah ini :
- Berapa gaji peneliti di Indonesia?
- Berapa gaji guru di Indonesia?
- Berapa gaji anggota politikus di Indonesia?
- Berapa gaji artis?
- Berapa gaji PNS?
- Berapa gaji Polisi dan ABRI?
- Berapa gaji perusahaan multi nasional?
- Berapa rata-rata pendapatan wirausaha?
- Gaji profesi apa yang tertinggi?
10. Berapa biaya hidup normal (keluarga dengan 2 anak) di kota selama sebulan?
11. Berapa rasio antara gaji dan biaya hidup untuk tiap profesi?
Jika kita jawab pertanyaan di atas, maka akan terlihat bahwa penghargaan untuk kaum intelektual termasuk yang terendah, yang pada efek lebih lanjut menjadikan buruknya pendidikan di indonesia. Dan wajar saja jika angin baru yang ber-”label” wirausaha menjadi pilihan yang baik dan digandrungi. Namun sayangnya, filosofi berwirausaha yang dianut sebagian besar orang tidak utuh.
KURANGNYA PEMAHAMAN TENTANG HAKIKAT PENDIDIKAN
Hakikat Pendidikan
Bertanya mengenai hakekat pendidikan adalah bertanya mengenai pendidikan itu ? Usaha utnuk memberikan jawaban terhadap apakah pendidikan itu telah memenuhi khazanah ilmu pengetahuan yang disebut ilmu pendidikan / pedagogic.
Dari beberapa definisi yang muncul mengenai apakah hakekat pendidikan itu dapat dikategorikan dalam dua pendekatan yaiti pendekatan epistemologis dan pendekatan ontology atau metafisik.
Pendekatan Epistemologis diturunkan dari Pendapat seorang Filsuf bernama René Descartes (1596-1650) yang dipandang sebagai pelopor filosofi modern. Salah satu pernyataannya yang terkenal adalah ’Cogito ergo sum”. Dalam satu bagian dari bukunya Meditationes de Prima Philosophia (1641) , Descrates menyatakan :
Throughout my writings I have made it clear that my method imitates that of the architect. When an architect wants to build a house which is stable on ground where there is a sandy topsoil over underlying rock, or clay, or some other firm base, he begins by digging out a set of trenches from which he removes the sand, and anything resting on or mixed in with the sand, so that he can lay his foundations on firm soil. In the same way, I began by taking everything that was doubtful and throwing it out, like sand … (Replies 7, AT 7:537).
Di sadur dari http://plato.stanford.edu/entries/descartes-epistemology/
Dari uraian tersebut dapat dilihat dasar pemikiran Descrates untk menghilangkan keraguan untuk mendapatkan kebenaran. Didalam pendekatan epistemologis yang menjadi masalah ialah akar/kerangka ilmu pendidikan sebagai ilmu. Pendekatan tersebut berusaha mencari makna pendidikan sebagai ilmu yaitu mempunyai objek yang akan merupakan dasar analisis yang akan membangun ilmu pengetahuan yang disebut ilmu pendidikan. Didalam usaha tersebut dikaji mengenai peranan pendidikan dan kemungkinan-kemungkinan pendidikan.
Dari sudut pandang ini bisa kita dapatkan bahwa :
- Pendidikan dilihat sebagai suatu proses yang inheren dalam konsep manusia artinya manusia hanya dapat dimanusiakan melalui proses pendidikan.
- Proses pendidikan berkenaan objek dari proses tersebut ialah peserta-didik. Tingkah laku proses pendewasaan peserta-didik merupakan objek dari ilmu pendidikan.
- Selanjutnya ada pula yang melihat hakekat pendidikan di dalam adanya pola struktur hubungan antara subyek dan obyek yaitu antara pendidik dan peserta didik.
- Kelemahan pendekatan epistemologis mengenai hakekat pendidikan terletak pada lahirnya atau perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Pendekatan Ontologi/metafisik menekankan pada hakekat keberadaan pendidikan itu sendiri. Keberadaan pendidikan tidak terlepas dari keberadaan manusia. Dalam pendekatan ini keberadaan peserta didik dan pendidik terlepas dari makna keberadaan manusia itu sendiri. Pendekatan ini didasari pada tulisan seorang filsuf ahli Metafisik Aristoteles dalam bukunya Metaphysics.
“Since we are seeking this knowledge, we must inquire of what kind are the causes and the principles, the knowledge of which is Wisdom. If one were to take the notions we have about the wise man, this might perhaps make the answer more evident. We suppose first, then, that the wise man knows all things, as far as possible, although he has not knowledge of each of them in detail; secondly, that he who can learn things that are difficult, and not easy for man to know, is wise (sense-perception is common to all, and therefore easy and no mark of Wisdom); again, that he who is more exact and more capable of teaching the causes is wiser, in every branch of knowledge; and that of the sciences, also, that which is desirable on its own account and for the sake of knowing it is more of the nature of Wisdom than that which is desirable on account of its results, and the superior science is more of the nature of Wisdom than the ancillary; for the wise man must not be ordered but must order, and he must not obey another, but the less wise must obey him.
Diambil dari http://classics.mit.edu//Aristotle/metaphysics.html
Kedua jenis pendekatan mengenai hakekat pendidikan baik pendekatan ontologis maupun pendekatan metafisik keduanya mempunyai kebenaran masing-masing. Ilmu pendidikan sebagai ilmu tentunya mempunyai objek, metodologi serta analisis proses pendidikan itu. Namun demikian objek ilmu pendidikan atau subjek ilmu pendidikan adalah anak manusia sehingga tidak terlepas dari pertanyaan mengenai hakikat manusia.
Pendekatan-pendekatan mengenai hakekat pendidikan telah melahirkan berbagai jenis teori mengenai apakah sebenarnya pendidikan itu. Untuk menelusuri berbagai teori tersebut perlu kita sepakati, seperti yang telah diuraikan tadibahwa pendidikan itu bukan hanya suatu kata benda (noun) tetapi juga merupakan suatu proses atau kata kerja (verb). Pengertian bahwa pendidikan merupakan suatu sekaligus hasil (noun) dan suatu proses (verb) adalah penting sekali untuk mengerti hakekat pendidikan tersebut.
Berbagai pendekatan mengenai hakikat pendidikan digolongkan atas dua kelompok besar yaitu :
- Pendekatan reduksionisme
- Pendekatan holistic integrative
Pengelompokan ini tidak bersifat hitam-putih tetapi sekedar menekankan garis besar dari teri-teori tersebut dan saling berdekatan, mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, berbagai teori tersebut mempunyai kesamaan di dalam memberikan jawaban terhadap hakikat pendidikan ialah bahwa pendidikan tidak dapat dikucilkan dari proses pemanusiaan. Tidak ada suatu masyarakatpun yang dapat eksis tanpa pendidikan.
Pendidikan Indonesia Sekarang dan Puisi Tentang Pendidikan
Ada sebuah puisi bagus karya WS Rendra yang menggambarkan lemahnya pendidikan di Indonesia. Berikut puisi itu :
—————————————————————————————————————————
Sajak Anak Muda
Oleh : W. S. Rendra
Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.
Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.
Apakah kita tidak dimaksud
untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan
untuk menjadi alat saja ?
inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.
Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.
Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.
Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.
Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.
Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.
Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.
Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.
Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.
Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.
Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.
Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara
Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.
—————————————————————————————————————————
Buruknya pemahaman tentang pendidikan di Indonesia inilah yang ikut memberikan “sumbangsih” terhadap berkembangnya paham wirausahawan “bodoh” ini.
BUDAYA INSTANT YANG MERACUNI MASYARAKAT INDONESIA.
Faktor berikutnya yang ikut mempengaruhi berkembangnya hal ini adalah budaya instant masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, pendidikan adalah sebuah proses yang panjang dan membutuhkan usaha yang besar. Dikarenakan hal tersebut, banyak orang yang merasa kelelahan untuk mengikuti pendidikan itu sendiri dan mengambil jalan pintas. Orang-orang dengan latar pendidikan seperti ini dan menerima pendidikan setengah-setengah dan menganut paham istant-lah yang pada akhirnya memiliki paham wirausaha “bodoh” dan menjelekkan sistem pendidikan tinggi.
EFEK DARI FENOMENA
Fenomena seperti halnya fenomena-fenomena lainnya, fenomena ini memiliki efek positif dan negative seperti yang dijelaskan di bawah ini :
EFEK POSITIF
- Meningkatnya jumlah orang yang berwirausaha.
- Mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
EFEK NEGATIF
- Cacatnya pemahaman tentang kehidupan dari populasi yang terkena fenomena ini. => berefek pada jangka panjang.
- Timbulnya masyarakat kelas 2. Akibat paham ekstrim ini.
SOLUSI YANG DIUSULKAN
Setelah uraian di atas, maka penulis mencoba untuk mencari solusi yang bisa dilakukan untuk mengubah fenomena wirausaha “bodoh” menjadi fenomena wirausaha cerdas. Solusi utama yang penulis tawarkan adalah di bidang pendidikan, hal ini dikarenakan pada dasarnya fenomena ini adalah fenomena pola pikir, sehingga akan sangat efektif untuk mengatasinya dengan jalur pendidikan.
Berikut beberapa solusi yang penulis usulkan :
- Kerja sama dengan pemerintah untuk pembenahan sistem pendidikan.
- Pengkampanye-an wirausaha cerdas di berbagai media dan kegiatan yang dirasa efektif.
- Membuat sekelompok/seorang “champion” sebagai role model calon wirausahawan.
KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH UNTUK PEMBENAHAN SISTEM PENDIDIKAN
Pemerintah merupakan satuan kekuatan terbesar yang ada di suatu Negara. Kewenangan pemerintah pusat mencakup kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan lainnya seperti: kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan nasional secara makro, pendayagunaan sumber daya alam serta teknologi tinggi strategis, konservasi dan standardisasi nasional. Sedangkan kewenangan lainnya diserahkan kepada pemerintah daerah. (diambil dari Wikipedia).
Dikarenakan kewenangan dan kekuatannya yang sangat besar terhadap Negara ini, maka adalah hal yang mutlak jikalau sebaiknya pemerintah ikut dilibatkan di dalam penyelesaian fenomena ini. Adapun beberapa hal yang diharapkan untuk dilakukan oleh pemerintah adalah :
- Pembenahan sistem pendidikan nasional
Pembenahan sistem pendidikan nasional ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan yang maksimal dan utuh kepada penerima pendidikan, sehingga bisa menghindari hal-hal semacam ini pada masa yang akan datang. Pendidikan yang baik juga merupakan solusi yang amat sangat ampuh untuk hampir semua masalah yang ada di Negara Indonesia.
- Pengkampanye-an pendidikan yang baik dan benar
Pembenahan saja tidak cukup untuk mewujudkan pendidikan yang baik. Pendidikan ini juga harus dikampanye-kan dan disebar luaskan kepada masyarakat umum. Hal ini dimaksudkan agar semua lapisan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang proses dan arti pendidikan yang baik dan benar. Kampanye ini bisa dilakukan baik melalui penyuluhan, acara media, artikel di koran, maupun bentuk-bentuk lainnya yang dirasa efektif.
- Program sekolah gratis, sehingga setiap rakyat Negara bisa merasakan pendidikan yang baik dan benar.
Pendidikan merupakan hak dari setiap warga Negara Indonesia. Seperti yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 :
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Dan juga pada UUD 1945 pasal 31 :
Pasal 31
- 1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
- 2. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Oleh karena itu untuk memuluskan solusi ini pemerintah harus menjamin setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan, sehingga hasil dari solusi ini akan semakin bagus jika setiap warga Negara dipastikan mendapat pendidikan yang bermutu.
- Peningkatan gaji dan fasilitas pelaku akademik.
Seperti yang kita ketahui, civitas akademika memiliki gaji yang tergolong kecil, bahkan ada istilah yang mengatakan bahwa “gaji hanya cukup makan seminggu”. Dengan peningkatan gaji yang pantas, diharapkan bahwa tiap civitas akademika bisa memberikan kontribusinya secara maksimal di dalam rantai pendidikan nasional.
Dengan dilakukannya hal di atas oleh pemerintah, maka pelaksanaan solusi akan menjadi efektif. Adapun alas an efektifnya pemerintah dalam melakukan hal ini adalah karena pemerintah memiliki dana dan kekuatan yang massive untuk mengeksekusi langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan perbaikan.
PENGKAMPANYE-AN WIRAUSAHAWAN CERDAS DI BERBAGAI MEDIA DAN KEGIATAN YANG DIRASA EFEKTIF
Disamping pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah, penulis merasakan perlu untuk mengkampanyekan wirausaha cerdas. Hal ini dilakukan untuk menaikkan animo masyarakat terhadap wirausahawan yang “benar”.
Target utama dari kegiatan ini adalah membuktikan kalimat :
“kita bisa kaya tanpa pendidikan formal, tapi kita akan lebih kaya lagi jika kita mengenyam pendidikan tinggi”
Salah satu cara untuk mengkampanyekan hal ini adalah dengan mengadakan berbagai macam kompetisi yang membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi, dengan skala yang besar (nasional) maupun internasional. Dengan diadakannya momen bergengsi ini, diharapkan menarik perhatian masyarakat dan menciptakan champion-champion wirausahawan cerdas. Kampanye ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan media televisi, koran, maupun dengan penerbitan buku yang mendukung hal ini.
MENGORBITKAN SEKELOMPOK/SEORANG CHAMPION SEBAGAI ROLE MODEL BAGI CALON WIRAUSAHAWAN
Setiap orang di dunia ini membutuhkan panutan dan suri tauladan yang baik. Begitu juga untuk menyukseskan pembentukan masyarakat wirausaha cerdas. Kita membutuhkan “champion” atau panutan yang digembar-gemborkan untuk menginspirasi masyarakat luas.
Jika kita tengok lebih dalam ke dalam kehidupan kita, kita pasti memiliki satu panutan yang ingin kita contoh, tiru, dan kita kalahkan di dalam menjalani kehidupan ini. Sang panutan ini akan memiliki pengaruh yang besar di dalam kehidupan kita. Dan hal inilah yang diharapkan terjadi dengan diciptakannya “champion” ini. Sang champion ini diharapkan untuk menjadi panutan, inspirasi bahkan menjadi rival yang harus dilewati oleh orang yang ingin bergerak di bidang ini. Dan penulis yakin dengan adanya champion ini, maka solusi akan dikatalisasi sehingga menjadi lebih efektif dan lebih cepat tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, R. I. (2008, Agustus 19). Hakikat Pendidikan. hal. http://rufmania.multiply.com/journal/item/12.
Aristoteles. (350 SM). Metaphysics. hal. http://classics.mit.edu//Aristotle/metaphysics.html.
Bimbingan Konseling SMA Pintar. (t.thn.). Otak Kiri dan Otak Kanan. hal. http://bksmapintar.blogspot.com/2009/06/otak-kiri-dan-otak-kanan.html.
book.store.co.id. (2008, 9 8). Ringkasan Buku Rich Dad Poor Dad. 2008 , hal. http://book.store.co.id/Rich_Dad,_Poor_Dad_buku_1748.html.
http://indonesia.ahrchk.net. (t.thn.). Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. hal. http://indonesia.ahrchk.net/news/mainfile.php/Constitution/22.
m_win_afgani. (t.thn.). Landasan Hukum Pendidikan. hal. http://www.geocities.com/m_win_afgani/arsip/LANDASAN_HUKUM_PENDIDIKAN.pdf.
Mandiri, B. (2008). Tentang Wirausaha Muda Mandiri. Wirausaha Muda Mandiri , pp. http://www.pkbl-mandiri.com/wirausaha-muda.
Mandiri, Bank. (2008). Tentang Wirausaha Muda Mandiri. Wirausaha Muda Mandiri , hal. http://www.pkbl-mandiri.com/wirausaha-muda.
Rendra, W. S. (t.thn.). Sajak Anak Muda. hal. http://auliafeizal.wordpress.com/2009/07/15/sajak-anak-muda/.
Stanford Encylopedia of Philosophy. (2005, April 14). Descartes Epistemology. hal. http://plato.stanford.edu/entries/descartes-epistemology/.
Wikipedia. (t.thn.). Bill Gates. hal. http://en.wikipedia.org/wiki/Bill_gates.
Wikipedia. (t.thn.). Brainstorming. hal. http://en.wikipedia.org/wiki/Brainstorming.
Kunci sukses itu ada 3 :
Niat
Kerja Keras
dan Doa Ibu
- Riko Iswara (EL 04 ITB) -
sabtu kemarin temen2 gua pada wisuda…temen2 yang biasanya pada “nyampah” bareng…sekarang dah terjun ke kehidupan sebenernya…
CONGRATS TO YOU GUYS!!!
and welcome to the real world…
pautan dengan lulus…ada beberapa hal yang gua sayangin banget dengan lulus telat…
1. gak bis ehem2 sama ehem…
hahaha…apaan sih…sayang bet sih yang ini…kemauan dari dulu soalnya…tapi yah kadang2 hidup gak semulus yang kita kira…salah gua juga sih lulus telat…mau ke luar negeri pulak…lagian apa hak gua nyuruh nunggu… >:) eits…jadi curcol gini…di tempat umum pulak…haha…emang kepikiran sih…tapi gak segitunya juga ampe depressi…or at least gua mencoba untuk berpikir bahwa ini bukanlah hal yang utama…ada 3 Milyar 21 gitu jumlah cewe di dunia ini…pasti bakal masih ada banyak banget cw kerudungan, cantik, baek dan sholeh…walopun gua masih gak tau ketemunya di mana… :p lanjut2…ini bukan masalah yang utama…point utama dimulai dari nomer 2…hehe…
2. ngecewain orang tua…
yup2…lanjut ke masalah berikutnya…yang bikin ngebandul…gua ngecewain orang tua gua…yang pengen gua lulus cepet…secara gua anak pertama…T_T kadang2 kalo nelepon mereka, gua selalu ditanyain…”kapan mas lulus?” pertanyaan berat…gua bilang bahwa juli taun depan kuliah materi kelar…tapi mau nyuci2 nile dulu semester depannya lagi…biar bisa ke amerika…soalnya butuh IP 3…padahal emang sih beneran nyuci…tapi cuma 2 pelajaran doank…sisanya pelajaran2 “nyampah” yang emang belon di ambil…silly me…jujur aja susah yah…
pa…ma…sabar yah…ini mas yoka lagi berusaha keras buat lulus…sekarang kerjaannya makan tidur belajar doank ko…paling2 kalo ada tambahan nyampah dikit…sama les gitar…gak ada lagi yang lain…sabar yah ma…pa…maap banget kalo mas yoka ngecewain…
3. Masih lom bisa berkarya…
ini juga salah 1 hal yang amat sangat gua seselin…harusnya gua dah bisa datang ke kehidupan nyata dan berkontribusi di sana…entah besar ato kecil…tapi yah itu…aku masih setia di kampus…huhuhu….
hari ini baca berita tentang temen gua di IF 05…dudin dan ibun…mereka dah bisa masukin produk mereka ke musium arsip nasional…i think it’s great…satu langkah maju buat mereka…makanya jadi mikir yang kek di tulisan ini…
huf…semoga aja deh bisa cepet lulus…
Sometimes in our life, we have to say NO!!!
and focus to our dream…
even to the things that shake our heart…
or burn our spirit…
maybe even to another dream of yours…
Just FOCUS!!!
Keep FOCUS!!!
Stay in our own way…
and RUN towards our dream…
3 hari ini saya baru ngalamin jadwal super padet…hidup cuma bisa buat makan tidur belajar…nothing more…
soalnya…3 hari ini saya ada 4 ujian…2 take home, dan 2 di kelas…
mungkin bakal ada yang bilang…
“take home? gampang donk?”
nope! sayang sekali gak…2 biji take home itu adalah Arsitektur Sistem Komputer 2 dan Perancangan Rangkaian Sekuensial…2 mata kuliah ini adalah mata kuliah yang tergolong sibuk dan time&energy consuming di Elektro ITB…kalo di kasih waktu deadline take home test 2 hari…artinya 2 hari itu bakal kurang tidur n nahan muntah…(rada lebay sih yang ke-2…tapi emang bikin kita kurang tidur…hehe…)
anyhoo…senen kemarin saya jadwal deadline arsitektur sistem komputer 2…yang ini alhamdulillah lancar…walopun rada2 susah…tapi konsep dapet…
arsitektur sistem komputer 2 => done splendidly…
n senen juga ada ujian Metodologi AMDAL…harusnya gampang…banyak apalan sih..tapi bisa kalo persiapan…waktu belajar rada kurang…tapi ujian bisa…gak jelek gak bagus amat…hopefully sih >60…beruntung bobot ujian ini cuma 20% dari total 200%…cos UTS 20%, UAS 30%, Tugas 50%, Project 100%…
Metodologi AMDAL => done…
ujian yang ke-3…anatomi dan fisiologi…harusnya ujian ini jumat minggu depan, tapi entah gimana ceritanya…si ibu majuin 1 1/2 minggu…jadi hari selasa kemarin…pastinya banget saya kurang persiapan…n rada desperate juga c…cos ujian di majuin, n emang hari2 itu lagi penuh ujian…akhirnya baru bisa belajar malem selasa…n di tengah desperate akhirnya nyoba buat catetan…besoknya ujian, mayan bisa…
Anatomi Fisiologi => done…target >70%
nah yang ujian sekuensial ini..ujian terakhir…tiba2 senen kemarin di kasih ujian take home…praktis donk baru bisa belajar setelah ujian anatomi dan fisiologi…tapi gak papa…akhirnya saya kerjain hari selasa sore…dan selese tadi sore jam 1/2 4…pas di injury time batas pengumpulan…alhamdulillah dari 6 problem dan 1 bonus problem, 6 problem selese semua..sama bonus problem 90% selese…tinggal di gambar,..walopun kemarin ngerjain sambil kek mau semaput…tapi :
Perancangan Rangkaian Sekuensial => done splendidly…
sebenernya masih ada ujian take home 1 lagi…tapi tingkat kesulitannya menurut saya tidak terlalu tinggi dibanding yang lain…
mata kuliah Metoda Berpikir Kreatif…suruh buat essay 2 soal…deadline selasa depan…target : 30 halaman…insya allah bisa lah…amin…
yang saya agak sayangkan adalah pada salah 1 ujian di kelas…banyak yang mencontek…ada yang nanya teman, buka internet, googling sana googling sini…cih…gak malu apa? padahal yah…dah jelas-jelas ujian yang itu tuh close book…liat buku gak boleh…apalagi nyontek…plis deh…dah mahasiswa juga…
saya kesel bukan karena apa2 sih…bukan karena saya gak bisa ngelakuin yang sama ato gimana…tapi amat disayangkan…kalo sampe orang2 kek gini menempatin jabatan yang penting…
hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi kalo hal ini terjadi…
cuman sekedar curhat dari seorang mahasiswa yang berjuang menggapai mimpi…
mau cerita sedikit tentang memori komputer…ato yang biasa disebut sama RAM…
RAM ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan/kinerja dari komputer kita…
hampir bisa dikatakan bahwa semakin besar RAM yang dimiliki komputer kita, dengan specs yang sama maka komputer kita akan makin cepat…
namun, besarnya ini juga di batasi oleh kemampuan operating system kita…(biasanya windows atau linux…)
misalkan, windows xp hanya mendukung sampai besar ram sekitar 3-4 giga (saya lupa berapa)…artinya, jika ram 4 giga dan 5 giga akan memberikan kinerja yang sama…
pada mata kuliah Arsitektus Sistem Komputer 2, ada hal yang menurut saya patut diketahui tentang RAM…
RAM akan bekerja jauh lebih cepat jika memiliki tipe dan diproduksi oleh produsen yang sama…
contoh…
kita memiliki RAM sejumlah 4 giga byte, maka :
RAM 2GB 2 keping…akan bekerja lebih cepat dari pada RAM 1 keping 3 GB (kalo ada) + 1 keping 1 GB
atau ram 2 GB 2 keping dari produsen yang sama, akan lebih memberikan kinerja yang lebih tinggi daripada 2 keping RAM 2 GB dari produsen yang berbeda…
hal ini disebabkan oleh pengaruh arsitektur dari memori…setiap RAM memiliki bentuk arsitektur hardwarenya masing-masing, dan ini berpengaruh kepada singkronisasi hardware dari keduanya…simply put…2 buah ban dari produsen yang sama akan berjalan lebih mulus dari pada yang berasal dari produsen berbeda…begitu juga dengan memori, memori dengan arsitektur yang berbeda akan lebih sulit di singkronisasi daripada 2 buah memori dari arsitektur yang sama…make sense yah…hehe…
yang masih belum saya ketahui adalah, seberapa besar sih signifikansi dari teori ini…ato…cepetan mana yah 1 keping RAM 4 GB sama 2 keping RAM 2 GB dari tipe dan produsen yang sama? ada yang tau? hehe…
